CERPEN "Perdana di Kantor Polisi"
CERPEN "Perdana di Kantor Polisi"
PERDANA DI KANTOR POLISI
Cerpen Karya Siti Nurjanah
‘’pulang yuk, udah sore nih..!! ajak Nunung’’.
‘’ayok, kata Ratih’’.
Sore itu Nunung dan Ratih baru saja pulang dari acara khusus pertemuan kelas di sebuah danau tempat wisata. Nunung dan Ratih pulang dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah perjalanan, tiba-tiba Nunung teringat, jika ia tak memakai helm. Kebetulan pas waktu itu ada dua orang polisi yang sedang mengatur jalannya lalu lintas. Karena takut kena tilang oleh polisi, Nunung pun akhirnya meminta Ratih untuk segera meminggirkan motornya.
‘’minggir ke kiri tih, ada polisi!! Kata Nunung’’.
Karena gugup, Ratih pun langsung minggir ke tepi jalan, tanpa menyalakan lampu sen motornya terlebih dahulu. Dan apa yang terjadi?????
‘’Braaaakkkk!!!!!!!!!!!’’
Kecelakaan pun tak dapat dihindari. Sepeda motor yang Ratih kendarai bertabrakan dengan motor yang ada di belakangnya.
‘’Astagfirllah hal’adzimm, ya Allah,,!! Ucap Nunung saat terguling dari motor’’.
Begitupun dengan Ratih. Ratih sangat terkejut dan kaget melihat kejadian yang baru saja dialaminya. Tak berapa lama kemudian polisi itu pun bertanya bagaimana kronologis kejadiannya. Belum selesai polisi itu bicara, ibu-ibu yang bertabrakan dengan Nunung dan Ratih langsung nyerocos saja. Polisi itu pun menyuruh Nunung dan Ratih untuk berdiskusi gimana solusi terbaiknya.
‘’mbak, ibu, silahkan dibicarakan bagaimana baiknya, mau damai atau ikut ke kantor polisi? Ujar polisi itu’’.
‘’ya pak,,!! Sambung Nunung’’.
Akhirnya Nunung dan Ratih berdiskusi dengan ibu-ibu tadi. Akan tetapi ibu itu tidak mau diajak bicara baik-baik. Ibu itu marah-marah sambil menuntut Nunung dan Ratih untuk membawanya ke rumah sakit yang terkenal cukup elit, yang pastinya mahalnya nggak ketulungan.
‘’pokoknya saya minta di bawa ke rumah sakit,sekarang juga!!! Bentak ibu itu’’.
Nunung dan Ratih akhirnya sepakat berterus terang menjelaskan kepada ibu itu, kalau Nunung dan Ratih tidak sanggup untuk menuruti permintaan ibu itu. Maklumlah, Nunung dan Ratih sama-sama anak kos. Jadi uang dari mana untuk membawa itu ke rumah sakit yang dimintanya. Tapi semua diluar dugaan, ibu-ibu itu tetap menyuruh Nunung dan Ratih untuk membawanya ke rumah sakit yang diinginkannya, dan tidak mau diajak berdamai secara kekeluargaan.
‘’maaf bu, kami berdua ngaku salah dan minta maaf yang sebesar-besarnya, kami juga minta kemurahan hati ibu. Jujur bu, kami tidak mampu jika harus membawa ibu ke rumah sakit itu, apakah tidak sebaiknya kita ke rumah sakit yang ada di dekat sini saja bu??? Kata Ratih’’.
‘’enak aja, pokonya saya tetap minta diantar ke rumah sakit yang saya mau, sekalian saya mau check up, gimana sih nggak mau tanggung jawab!!!! Ketus ibu itu.
‘’bukannya kami nggak tanggung jawab bu, tadi kan sudah dijelaskan, kalau kami berdua nggak mampu untuk bayarin ibu ke rumah sakit itu,kami ini anak kos, jadi uang dari mana untuk bayarin rumah sakit yang mahal itu bu,!! Ujar Nunung’’.
‘’iya bu, lagian ibu juga lukanya nggak terlalu parah, Cuma lecet-lecet saja.!! Sambung Ratih’’.
‘’jangan asal ngomong kamu ya, kaki saya ini bengkak, kalau kaki saya patah kamu mau ganti???? Bentak ibu itu’’.
Karena berdebat terlalu lama dipinggir jalan, polisi pun menghampirinya dan memutuskan untuk membawanya ke kantor polisi agar masalahnya cepat diselesaikan.
‘’sebaiknya kalian ikut kami ke kantor polisi, agar masalahnya cepat diselesaikan..!! pinta polisi tersebut’’.
‘’ya Allah Nung, gimana nih aku takut??!! Ungkap Ratih’’.
‘’aku juga tih, ya udahlah yang penting kita tenang, jangan ke bawa emosi.,!! kata Nunung’’.
Sesampainya di kantor polisi, Ratih menjelaskan kronologis kejadiannya, dan ibu-ibu itu tetap saja nyerocos hingga membuat polisi itu sedikit kesal.
‘’tolong ibu jangan berbicara dulu, ada waktunya nanti, kecelakaan ini bukan hanya murni kesalahan saudari Ratih, ibu juga salah di sini..,!! jelas polisi’’.
‘’lho salah dari mana pak?? Jelas-jelas anak ini yang ceroboh..!! kata ibu itu (sedikit kaget)’’.
‘’begini bu, ada aturan lalu lintas dalam berkendara, yakni jaga jarak aman, baik dari depan maupun dari belakang. Harusnya ibu memerhatikan aturan tersebut, jadi sepenuhnya bukan kesalahan saudari Ratih..!! jelas polisi.
‘’tapi pak, kaki saya ini sepertinya patah tulang, anak ini harus tanggung jawab pak!!! Tukasnya’’.
‘’maaf bu, kalau kaki ibu patah, tidak mungkin ibu bisa berjalan dari gerbang tadi sampai di ruangan ini..!!sindir pak polisi’’.
‘’ya bu, tolong ngertiin kami, kami minta kemurahan hati ibu,.,!! kata Nunung’’.
Setelah lebih dari satu jam, baru ibu itu menyetujui untuk di bawa ke rumah sakit yang ada di dekat kantor polisi tersebut, dengan syarat jika kakinya tidak kenapa-kenapa. Tapi jika kakinya seperti apa yang dikatakannya Nunung dan Ratih akan tetap dimintai pertanggungjawabannya. Pak polisi, Ratih dan Nunung pun menyetujui permintaan ibu itu. Karena waktu sudah malam, polisi itupun segera menyuruh kami mengantar ibu itu ke rumah sakit.
‘’baiklah kalau begitu, saudari Ratih silahkan anda antar ibu ini ke rumah sakit yang ada di dekat kantor polisi ini, karena waktu sudah malam..!!perintah polisi itu’’.
‘’ya pak, terima kasih atas bantuannya pak!! Kata Ratih’’.
‘’ya sama-sama, lain kali hati-hati jika berkendara motor dan jangan lupa memakai helm..!! ujar polisi itu’’.
‘’ya pak..! jawab Ratih’’.
Ratih pun mengantar ibu itu ke rumah sakit, hanya untuk memeriksakan kakinya yang sedikit bengkak. Sesampainya di rumah sakit, Ratih langsung mengantar ibu itu ke ruang bagian rontgen, untuk memastikan kalau kaki ibu itu tidak kenapa-kenapa. Dan alhasil, kaki ibu itu pun tak ada yang cedera.
‘’alhamdulillah,, nggak kenapa-kenapa kan bu,, hanya bengkak saja..!! kata Nunung’’.
‘’syukur deh kalau begitu, ibu ini aja yang ngeyel kalau kakinya patah tulang.,.!! ujar Ratih’’.
Setelah mengetahui hasil dari pemeriksaan itu, Ratih dan Nunung pun langsung menuju ke bagian administrasi, untuk mengurus biaya pemeriksaan tadi.
‘’jadi berapa semuanya sus??? Tanya Ratih kepada Suster’’.
‘’total semuanya tiga ratus lima puluh ribu, ini sudah sama obat-obatnya mbak.,!! kata suster’’.
‘’ini uangnya sus.,!! kata Ratih’’.
‘’terima kasih, semoga lekas sembuh ya mbak.,!! ujar suster’’.
‘’sama-sama sus.,,!! Jawab Nunung’’.
Usai mengurus administrasi itu, Ratih dan Nunung langsung menemui ibu itu untuk diantar pulang ke rumahnya. Tapi ternyata ibu itu sudah dijemput oleh keluarganya. Sebelum berpisah, Nunung dan Ratih pun meminta maaf kepada ibu itu, dan mengucapkan terima kasih atas pengertiannya.
‘’ibu, sekali lagi kami berdua minta maaf, dan terima kasih atas kemurahan hati ibu, semoga Allah yang membalasnya..,!! kata Nunung’’.
‘’iya, sama-sama nak, ibu juga bersyukur, untung saja kaki ibu tidak kenapa-kenapa. Oh ya, ibu boleh minta nomor hp kalian nggak?? Tanya ibu itu’’.
‘’boleh bu, nomor hp saya aja, ini nomornya 0896789xxxx..!! jawab Ratih sambil menunjukkan nomor hpnya’’.
Singkat waktu, Nunung, Ratih dan ibu itu pun pulang karena sudah larut malam. Diperjalanan Ratih dan Nunung bercakap-cakap tentang kejadian yang baru saja mereka alami.
‘’Nung, aku nggak nyangka kita bisa masuk kantor polisi.,.!! kata Ratih’’.
‘’iya, mimpi apa ya aku semalam?? Ujar Nunung’’.
‘’sangat-sangat buruk Nung mimpinya.,.!! ujar Ratih’’.
‘’iya kali ya, baru ini aku masuk dan berurusan di kantor polisi, moga aja ini yang pertama dan terakhir kalinya.!! Jelas Nunung’’.
‘’aminn.,.jadi Judulnya Perdana di Kantor polisi dong.,.!! canda Ratih’’.
‘’hahahaha.,.,.iya, bener-bener.,!! jawab Nunung’’.
Keesokan harinya, Ratih menelepon Nunung dan menceritakan kalau ibu itu pagi tad isms agar Nunung dan Ratih hari ini untuk datang ke rumahnya. Entah mengapa???
Tapi akhirnya Nunung dan Ratih pergi juga ke rumah ibu itu. Tak tahu apa yang akan terjadi, yang penting datang saja dulu. Jangan sampai, ibu itu minta yang aneh-aneh lagi. Lagipula ibu itu juga sudah mau berdamai secara kekeluargaan dengan Nunung dan Ratih. Sesampainya di rumah ibu itu, perasaan Nunung dan Ratih campur aduk, mereka bertanya-tanya ada apa gerangan?????
Dan ternyata…………….
‘’maaf bu, ada apa ya tiba-tiba ibu menyuruh kami untuk kemari??? Tanya Ratih’’.
‘’sebelumnya ibu juga minta maaf, kalau ibu sudah menyuruh kalian untuk datang kemari. Ada yang ingin ibu sampaikan kepada kalian. Begini, semalam setelah sampai rumah ibu baru sadar kalau motor ibu ternyata juga rusak. Jadi ibu minta kalian untuk menggantinya. Jelas ibu itu’’.
‘’jadi kami mesti ganti berapa bu?? Tanya Nunung’’.
‘’ibu tidak minta banyak, hanya sebagian saja dan ongkos untuk bayar bengkel yang beneri motor ibu ini, serta sebagai bukti tanggung jawab kalian..!!! jawab ibu itu sinis’’.
‘’iya, tapi berapa bu??? Lagian juga semalam ibu setuju untuk tidak menuntut apa-apa lagi dari kami..!! ungkap Ratih’’.
‘’ibu kan nggak tahu kalau ternyata motornya juga rusak..!! tukas ibu itu’’.
‘’ya sudah, jadi berapa kami harus ganti bu???? Tanya Nunung’’.
‘’total semuanya 650.000.,..!!!!’’
‘’Apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?????????????????????????? (Nunung dan Ratih kaget)’’.
≈≈≈The End≈≈≈
PROFIL PENULIS
Nama : Siti Nurjanah
Alamat facebook : Nungialah Cahayaslamanya
0 Response to "CERPEN "Perdana di Kantor Polisi""
Post a Comment