CERPEN "Ya Tuhan, Dimana Masa Muda kami?" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Ya Tuhan, Dimana Masa Muda kami?"

CERPEN "Ya Tuhan, Dimana Masa Muda kami?"
YA TUHAN, DIMANA MASA MUDA KAMI?
Karya Fery Fajri

Seusai hujan deras tepat pukul tiga malam saya yang bernama (inisial H) masih duduk terbengong sambil menatap keluar jendela yang penuh kegelapan malam dan menyesali perbuatan saya dengan pacar saya yang bernama (inisial D).

“sudah tiga malam berturut-turut kamu hadir dalam mimpiku, pertanda apa ini?” ujar pacar saya lewat sms dua bulan yang lalu. “mungkin itu pertanda kita jodoh saying” jawab saya dengan hati gelisah ketakutan. Bagaimana tidak ketakutan kalau hati saya berkata bahwa pacar saya itu hamil. “ah tidak, tidak.. tidaaakk.. itu tidak mungkin terjadi”.

Selama hubungan kami yang telah kami jalani kurang lebih 4 tahun, kami jadian ketika saya masih duduk di kelas X (SMU) dan pacar saya kelas IX (SMP) yang sedang menjalani Ujian Akhir Nasional (UAN).

Kami telah menjalani susah senang bersama, putus nyambung, perselingkuhan pun sering terjadi pada hubungan kami. Namun semua masalah bias kami selesaikan bersama-sama karena kami memang sudah benar-benar saling cinta.

Ketika hubungan kami berjalan tiga tahun, kamin sering sekali melakukan hubungan ML. Saya kalah dengan hawa nafsu hingga syaitan berhasil menggoda. “Ya tuhan… Ampunilah dosa kami, kami telah memenangkan syaitan yang merupakan musuh terbesar kami.

Seminggu setelah pacar saya menceritakan tentang mimpi dia. Dia mengalami sakit demam serta panas tinggi hingga seminggu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah. Saya hanya berpikiran biasa saja karena sebelumnya dia memang sering mengalami penyakit pada lambung.

“Sayang, saya mau bicara sesuatu” isi sms yang dia kirim ke saya setelah dia keluar dari rumah sakit dan sudah selesai menjalani Ujian Akhir Nasional (UAN) SMU. “bicara apa sayang?” balasan sms dari saya. “akhir-akhir ini kamu merasakan sesuatu nggak?” ujar dia lagi masih melalui sms. “aku tidak mengerti maksud kamu apa” ucap saya lagi, padahal hati saya sudah memikirkan kalau dia pastyi hamil. “aku takut hamil yan, aku merasa lain terhadap diri aku sendiri, aku belum datang bulan sudah lewat sepuluh hari, saya sering mual-mual dan payudara saya pun dah lain sekarang”. Saya langsung panik dan mencari solusi dari diri saya sendiri.

Keputusan konyol yang keluar dari otak saya ini ingin menggugurkan kandungannya walaupun belum ada kepastian kalau dia benar-benar hamil. Saya menyuruh dia meminum sprite dalam kaleng hingga menghabiskan dua buah dalam sehari. Cara konyol tersebut saya dapat dari internet. Sampai dengan dua hari dia berhasil menghabiskan empat buah sprite dalam kaleng dan itu hanya menyakitkan bagi perut dia.

Cara kedua saya memaksa dia untuk memakan nanas dengan mencampurnya dengan ragi. Nanas tersebut saya belikan dan saya kupas dengan mencampurnya dengan ragi. Cara ini juga saya dapatkan dari internet. Belum habis satu buah, hasilnya juga menyebabkan sakit tak tertahan pada perutnya hingga dia terpaksa bicara sama mamaknya. Sangking gak sanggup lagi dia menahan perih pada perutnya.

Semua usaha kami tidak berhasil dan berakhir dengan sia-sia, “tambah lagi deh dosanya”. Dan rahasia kamin pun ketahuan setelah diperiksa perutnya dan bidan mengatakan ia hamil. Mamaknya sangat kecewa dan menangis menerima kenyataan dari anaknya. Disitulah pacar saya mengaku pada mamaknya dan menceritakan semua yang terjadi dan meminta ma’af kepada mamaknya.

Dengan dingin hati mamaknya ikut merahasiakan kejadian tersebut dan mengambil keputusan mendatangi mamak saya meminta untuk segera melamar anaknya dan tetap merahasiakan kalau alasannya adalah hamil. Ini adalah solusi terbaik dari mamaknya.

Disinilah saya mengalami kehancuran hidup saya yang pertama. Yang mana saya harus menikah dengan usia muda (19 tahun) yang masih menjalani kuliah semester dua dan pacar saya (17 tahun) pun gagal menyambung kuliah (padahal dia sangat menginginkan kuliah).

“Saya lebih baik mati daripada harus menjalani hidup seperti ini” isi sms dia. Saya mencoba nyemangati dia untuk bersabar terima takdir ini karena saya takut dia stressdan mengambil keputusan konyol yaitu bunuh diri.

Belum lama kemudian gosip kami pun tersebar. Selain selain saya dengan pacar saya keluarga dan teman-teman kami pun  ikut terpukul oleh takdir yang menimpa kami. Dan saya memutuskan untuk berhenti kuliah. Sungguh sedih.

Kemudian saya pun memikir konyol juga. “Ya Tuhan…. Dimana masa muda kami…?? Saya sangat menyesal dengan perbuatan kami, saya menginjak-injak martabat keluarga, cabutlah nyawa aku sekarang, aku siap disiksa, aku siap masuk neraka Ya tuhan…”. Ngeri juga ya,, maklum lah lagi stress.

Sekarang usia kandungannya memasuki 2 bulan. Saya mencoba ikhlas menerima takdir ini. Semoga pertunangan dan pernikahan kami berjalan dengan lancar yang direncanakan satu minggu mendatang. “Ya Tuhan…. Dimana masa muda kami…??

Profil Penulis:
Nama : Fery Fajri
Tempat/Tanggal Lahir : Suak Palembang, 21-05-1996
Kota Asal : Meulaboh (Aceh)
Pekerjaan : Pelajar/Mahasiswa
Pendidikan Tinggi : Jurusan Ilmu Komunikasi (Universitas Teuku Umar)
Alamat Facebook : fajrivery@yahoo.co.id (Veryy Fajri)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Ya Tuhan, Dimana Masa Muda kami?""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel