CERPEN "Sepucuk Surat Untuk Ibu"
CERPEN "Sepucuk Surat Untuk Ibu"
SEPUCUK SURAT UNTUK IBU
Karya Nasya Cindy Putri Hesayandra
Aku adalah seorang gadis yang bernama bella, Dulu ku terlahir tanpa seorang ibu, ibu ku meninggal saat melahirkan aku, semenjak aku bayi ayahku menikah lagi, kini aku pun tinggal dengan ibu tiri, sejak aku berumur 5 tahun dia yang selalu mengajari ku sholat, mengaji, meengajari ku bermain sepeda, dibacakan cerita di saat mau tidur namun di saat aku beranjak dewasa, aku jarang sekali mendapat belaian itu semuanya berubah, sekarang dia membenciku dan memperlakukanku seenaknya, sekarang dia kasar, ibu berubah semenjak papah meninggal, mungkin ibu masih syok atas kematian ayah, begitu pun aku yang masih syok atas kematian ayah, sehingga ibu menjadi tulang punggung keluarga yang akhirnya kita jatuh miskin, karena setiap ibu melihat aku pasti dia inget almarhum ayah yang seharusnya ayah mencari nafkah sekarang bukannya ibu dan tidak jatuh miskin seperti sekarang ini, maka dari situ ibu membenci aku.
Pada suatu saat aku sakit, yaitu aku terkena kanker, saat itu kanker aku kambuh, mamah pun tidak peduli dengan kesehatan aku, tapi akhirnya aku dilarikan kerumah sakit oleh tetanggaku, setelah aku beberapa hari di rumah sakit, alhamdulilah ibu menjenguk ku di rumah sakit,
Ibu berkata “ nak, semoga kamu cepet sembuh yah nak, maafin ibu yah sudah membenci kamu”
Akupun berkata “ iya bu maafin aku yah bu, aku belum bisa menjadi anak yang terbaik untuk ibu, bu rasanya bela ingin istirahat deh ingin tidur, oh ia bu, sebelum bela istirahat, bela punya sesuatu untuk ibu, (bela pun mengasihi surat untuk ibunya), jangan dulu di baca yah bu…
Bela pun tetidur, dan alat jantunya pun mulai berbunyi, ibu pun memanggil dokter, dokter pun datang dan langsung memeriksa bella, dan dokter pun memberitahu kepada ibunya bahwa bela sudah tiada, ibu pun langsung memeluk bela dan membaca surat dari bela tersebut
To : Ibu
From : Anakmu Bela
Ibu, trimakasih atas segala pengorbanan mu slama ini, semenjak aku bayi engkau telah merawatku slama ini hingga aku dewasa, engkau rela bangun malam hanya untuk mengganti kan celana ku yang basah, rela untuk menyusui ku disaat aku ingin air susumu ibu, tak hanya sampai disitu pengorbanan mu itu, engkau rela menggendongku, memberi asupan gizi yang baik demi kesehatan ku, mengajariku berjalan, bicara, makan, mengajari tentang agama, tentang sholat, mengaji, dan kau memberi ku pendidikan yang terbaik untukku demi ku bisa mencapai cita-citaku
Betapa berat pengorbanan mu meski ibu bukan ibu kandungku tapi engkau telah merawatku dari kecil bu, trimakasih atas segala pengorbanan mu bu, meski kini engkau membenciku tapi ku sayang ibu ku ini, aku kangen saat engkau peluk aku, cium aku saat aku mau tidur, aku kangen saat kita bercanda gurau, bermain bersama-sama , aku kangen masa aku kecil, dimana engkau yang selalu menjagaku, kau yang selalu menegurku disaat aku salah , dan sekarang telah menjadi tulang punggung keluarga yang rela mencari nafkah untuk aku, mungkin ibu cape sampai-sampai ibu membenci aku
Trimakasih atas semua pengorbanan mu itu, aku sayang kamu ibu…… bu izinkan aku menggapai surgamu di telapak kaki mu, ku ingin sekali dipeluk lagi seperti dulu, ku ingin mendapat belaian kasih mu, ijinkan aku sekali saja untuk mendapat semua itu mendapat syurga mu, kasihmu….
Cukup sampai disini ya bu, jaga diri ibu baik-baik, doakan aku yah bu semoga aku mendapat syurgamu, aku pergi dulu yah bu, mungkin pergi untuk slama-slamanya, mudah-mudahan kita di pertemukan di syurga yah bu… aku sayang sama ibu Muaahhhhhhhhhhhhh I Love You Bunda
Anakmu
Bela
Ibu pun menitihkan air mata, dan berkata” nak mafin ibu bukan maksud ibu membencimu, meski kau bukan anak kandung ibu tapi ibu anggap engkau seperti anak sendiri, ibu menyayangimu na, ibu juga kangen masa-masa kamu kecil dulu, kamu cantik, kamu nurut sama orang tua, ibu bangga sama kamu nak, ibu rela banting tulang untuk sekolah kamu nak, agar cita-cita mu tercapai nak, namun kini cita-cita mu belum tercapai, maafin ibu yah nak, semoga engkau tenang di syurga sana yah nah, mudah2an engkau mendapatkan apa yang engkau mau, mendapatkan syurga mu, do’a ibu slalu menyertaimu nak
Pemakaman bela pun berlangsung dan kini kanya batu nisan saja yang tertinggal, ibu pun masih di makamnya bela dan berkata” na, sekali lagi maafin ibu yah, ibu tida peka terhadap perasaan mu, ibu belum bisa menjadi ibu yang baik untuk mu, ibu merasa gagal menjadi seorang ibu, ibu terlalu memikirkan ego ibu, ibu pun kini sering mengunjungi makamnya bela dan papahnya
Tamat
Profil Penulis:
Nama: Nasya cindy p.h
Sekolah: STAI Muhammadyah Bandung
Email : nasyacindy@yahoo.com
Facebook: nasyacindy
0 Response to "CERPEN "Sepucuk Surat Untuk Ibu""
Post a Comment