CERPEN "Disini Untukku (Mamah)"
CERPEN "Disini Untukku (Mamah)"
DISINI UNTUKKU (MAMAH)
Karya Farhand T.J
"nak, besok bawa mamah ke Rumah Sakit (tempat rujukan) ya. mamah udah gak kuat. erghh" rintih mamah sore itu.
"ya mah. kalau gitu aku pergi cari duit dulu ya mahh !" jawab ku.
"hmm..." mamah hanya mengangguk mengiyakan pintaku.
Kesana kemari aku mencari secukuup uang ongkos untuk membawa mamah ke-Rumah Sakit tempat Mamah di rujuk. sampai malam menyambut, tak kunjung uang yg cukup untuk membawa Mamah untuk ke Rumah Sakit.
Aku hanya duduk termangu di depan pintu setelah memandikan mamah dan memberinya makan dan obat yg di sarankan oleh dokter.
dalam hati aku hanya bisa berkata sambil meneteskan air mata,
"kenpa mamah diam dan gak bilang sama aku kalau mamah mengalami pendarahan sampai hampir 2tahun !
sampai mamah akhirnya divonis oleh dokter kalau mamah mengidap penyakit KANKER SERVIKS yg cukup akut !
kenapa Mah ???" dumelanku sambil menangis.
Hingga malam itu, seperti biasanya aku mengambil gitar dan mulai memainkannya sekedar menghapus penat di hati. entah apa yg merasuki hati dan jiwaku, aku mengambil selembar kertas putih dan pulpen. lalu, kata dan nada mulai tertuang yg diiringi doa, harap, serta tangis yg tak terbendung. dan lalu, lagu yg berjudul "disini Untukku" -pun tercipta. ini adalah teks dari laguku untuk mamah malam itu, yg tepatnya tertanggal 23-april-2012 :
"Disini Untukku"
Doamu, selalu ku tunggu
Tuk terangi jalanku
Cintamu, peluk kasihmu
Yg selalu ku rindu
Ceriamu, dan bahagiamu
Yg kuatkan hatiku
Candamu, juga tawamu
Yg membuatku merindu
Ku ingin engkau selalu
Disini untukku
Ku ningin engkau setia
Temani hariku
Kan ku hadirkan bahagia
Hanya untukmu
Berjanjilah selamanya
Disini untukku... Ooo...
lagu itupun aku rekam dan jadi lagu favorite aku hingga kini.
Setelah beberapa kali lagu itu aku nyanyikan, akupun meletakkan gitar dan alat tulis ku ditempatnya. lalu, akupun menghampiri mamah yg tertidur yg nampaknya terus memperhatikan ku sejak tadi.
aku hampiri dia dan mulai berkata di telinganya,
"mah, maaf ya karna sampai saat ini farhand belum juga bisa membahagiakan mamah. farhand sayang sama mamah. mamah cepet sembuh ya..." sambil menangis aku berkata demikian. lalu,
"mamah farhand kangen banget sama mamah. farhand pengen jalan-jalan lagi sama mamah kaya dulu. pengen nyanyi-nyanyi bareng, pengen diajarin nyanyi lagi sama mamah. mah, farhand mau diomelin lagi sama mamah, trus berantem-beranteman lagi, terus di pukulin lagi sama mamah kaya dulu mah. farhand pengen banget kaya gitu mah !" entah apa yg merasuki aku kala itu, sampai aku berkata demikian sambil memeluk erat tubuh mamah yg terbaring lesu. dan lalu,
"mamah cepet sembuh ya mah ! farhand pengen bareng-bareng lagi sama mamah. ketawa-ketawa, nagis, makan berdua seadanya (ya karna kami hanya tinggal berdua, dan aku hanya anak tunggal), ya pokoknya farhand kangen banget sama mamah."
"pokoknya besok insya allah farhand akan usahain biar bisa bawa mamah ke Rumah Sakit, biar mamah bisa segera dioperasi dan segera sembuh mah. mamah pengen sembuhkan? ya kan mah?"
"hmm..." mamah hanya mengangguk dan mengiyakan pertanyaanku.
"sekarang farhand mau gantiin orang dulu untuk siskamling ya mah. kan lumayan buat makan entar pagi mah. trus entar pagi farhand langsung cari uang untuk ongkos ke Rumah Sakit ya mah." kuciumi kening serta pipi mamah penuh rasa sayang dan rasa takut kehilangan.
"yaudah mamah istirahat ya mah. farhand pergi dulu, gak enak udah jam setengah satu kurang mah. yg ada entar diserobot orang lagi. hehehe" aku pun pamit sambil kulemparkan senyum untuk sedikit menguatkan hatiku. tetapi kembali ku peluk tubuh mamah sampai aku benar-benar tak kuasa untuk melepaskannya.
"mah, farhnad kangen sama mamah. jangan tinggalin farhand ya mah. farhand takut kalo gak da mamah. entar kalo gak da mamah, siapa yg bakalan ngurus farhand mah? farhand udah gak punya siapa-siapa lagi selain mamah. pokoknya mamah harus bertahan ya mah, jangan tinggalin farhand mah. janji ya mah kalo mamah harus sembuh dan tetep nemenin farhand ! farhand kangen mamah..." aku benar-benar menangis keras waktu itu dalam pelukan mamah.
Perasaan takut akan kehilangan mamah-pun seketika memukul keras hatiku hingga aku tak kuasa untuk meninggalkannya. tapi apa boleh buat, aku harus mencari uang untuk makan nanti pagi. akupun pergi dan berlalu setelah kucium kening, pipi dan tangannya, lalu ku ucapkan salam beserta senyuman agar mamah tidak khawatir akan apa yg aku kerjakan.
Sesampainya aku di pos tempat aku berjaga, gelisah benar-benar menyelimuti aku hingga fikirankupun tak karuan. seperti orang salah tingkah, aku kesana kemari tak karuan. hingga beberapa kawanku bertanya padaku,
"hand, kenapa sih, dari tadi mondar mandir kaya gitu. dah santai aja, baru jam berapa. entar aja jam duaan kita keliling." kata wardaya temanku.
"iya, udah santai aja dulu. nih ngopi dulu biar santai." kata aripin sahabatku.
"woy, maen gitar dulu lah, kita nyanyi-nyanyi dulu." kata agung temanku.
Aku mulai memainkannya. beberapa menit kemudian, aku mulai ngawur saat memainkan gitar. hingga Rudi temanku menegurku,
"dih gak jebo lu yah maeninnya. lagunya kemana, musiknya kemana !" kata rudi.
hmm entah apa yg aku fikirkan, seketika fikiranku kosong gitu aja.
tak terasa jam dindingpun menunjukkan pukul 03:59 .
akupun bergegas untuk pulang.
Sepanjang perjalanan, ya aku ingat sekali. jalan yg aku lalui itu banyak sekali anjing yg biasanya ditakuti oleh orang yg hendak melalui jalan sepi dan gelap itu, yg berada tepat di bantaran sungai Tiram, Tg.Priok, JakUt. tapi tak ada sedikitpun rasa takut yg ku rasakan waktu itu. padahal aku hanya seorang diri. beberapa saat aku merasa ada yg mengganjal malam itu. anjing disekitaran jalan itu hanya melolong keras bersaut-sautan dan tank menghampiriku. padahal, jaraknya nya beberapa meter saja. lalu, burung seak/gagak terus menemani perjalanan ku menuju rumah dari seberang sungai, yg membuat ku berfikir, ada apa ini. aku hanya ber-istighfar dan bershalawat nabi waktu itu, berharap tidak terjadi sesuatu dihidupku.
Gelap, sunyi dan sepi malam itu tak ku hiraukan. yg terpenting aku bisa pulang dan dapat melihat mamah lagi.
Setibanya dirumah, akupun bergegas membuka gerbang rumah/Gubuk ku itu.
tapi, ada yg mengganjal saat itu. biasanya setiap kali aku hendak membuka gerbang rumahku, aku selalu memanggil-manggil mamahku. namun, saat itu tak ada jawaban sama sekali dari mamahku. akupun terus memanggilnya sambil mempercepat gerakku,
"mah, mamah... mah, mamah...!!!" sautku, namun tetap tak ada jawaban.
setelah terbuka, lalu aku lewat pintu belakang untuk dapat masuk kedalam rumah.
dan.......................... apa yg kudapati dihadapan kedua bola mataku ini...
Mamah hanya terkulai lemas. diam tak bersuara, seperti tertidur namun tek terpejam. lalu ku singkap kelambu yg menghalangi jalanku untuk mendekat ke mamah. kupanggil dan ku sentuh pipi mamah, namun tetap terdiam dalam rebahannya yg hanya tertutu sebelah tubuhnya oleh kelambu berwarna merah muda kala itu. dan sebagian tubuhnya ke atas tetap berada di luar kelambu. aku terus berusaha untuk membangunkannya,
"mah, mamah..." terus ku lakukan hal tersebut.
lalu, aku mundur. dalam benakku, aku masih bertanya-tanya, ada apa dengan mamah ???
2-3 kali aku coba membangunkannya, lalu fikirankupun seketika Blessssssssss kosong !!!
ku elus pipinya, dengan gemetar tubuhku, air mataku pun mulai menetes. namun fikiranku tetap kosong.
"mah, mamah..."
hanya kata-kata itu dapat terucap dari mulutku.
Aku tak mampu berteriak, karna aku masih tak percaya dengan apa yg kusaksikan malam itu.
akupun bergegas berdiri dan pergi ketempat sahabat mamah tinggal di sekitaran RT.009/08 warakas gg.26, Tg.Priok, JakUt. karna memang tempat tinggalku cukup berjarak dari tempat tinggalnya, yg tepatnya dekat dengan POS tempat aku ikut SISKAMLING. padahal, disekitarku ada juga tetangga yg baru ku ketahui ternyata sorenya baru meninggal. dan malam itupun ada beberapa keluarganya yg bergadang dirumahnya. entah kenapa, aku tetap tertunduk dan meneruskan langkahku menuju rumah sahabat mamahku tersebut tanpa menghiraukan orang disekitarku.
Sepanjang perjalanan, aku terus berfikir dan tak percaya kalau "Mamah talah meninggal dunia..."
"ini mimpikan. ini hanya mimpikan. masa ia mamah gk nepatin janjinya untuk tetap nemenin gua. argggghhhh !!!" akupun berteriak dalam hati dan terus menangis tak percaya dengan semua yg terjadi.
Sesampainya dirumah sahabat mamah, kuketuk pintu dan setelah ada respon, akupun berkata,
"mba' Nur, tolong mba' !!!" kataku.
"ada apa emangnya?" tanya mba' nur.
"tolong mba', mamah meninggal !!!" jawab ku.
"apa ??? mamah lu meninggal??? ya Allah... coba lu bangunin mang Trimo sama anak-anak yg pada tidur di mushalah !!!" perintahnya.
Tanpa banyak kata akupun mengiyakan dan langsung meminta tolong sama keluarga mang Trimo dan anak-anak yg tidur di mushalah.
lalu kami pun bergegas kerumahku...
Setelah proses penanganan jenajah yg berlangsung selama beberapa jam di hari Rabu tanggal 24 April 2012. selepas shalat dhuhur Mamah di berangkatkan menuju Makam...
Saat prosesi pemakaman, aku tak kuasa melihatnya. tubuhku terkulai lemas. disana aku masih belum menangis, karna rasa tak percaya masih merajai fikiranku. tapi, setelah tertutup oleh tanah, aku baru mulai meneteskan air mata. keseluruhan sahabat dan sanak saudara serta para pengiring jenazah mamah mulai meninggalkan makam mamah, aku baru tercurah. aku menangis kencang dan tak ingin meninggalkan makam mamah. aku tak ingin meninggalkan mamah sendiri disana. tapi, akhirnya akupun mulai bergegas meninggalkan makam mamah setelah terbujuk oleh adik tiriku dan sahabatku serta sahabat mamah. dan akupun bergegas pulang dan meninggalkan mamah sendiri disana... :'(
"Selamat tinggal Mamah. semoga senantiasa dalam kasih dan sayang dari ALLAH SWT> dan diampuni segala Dosa Mu Mamah !!! amin..."
Ini adalah kisah nyata dari pengalaman hidupku. semoga dapat menginspirasi teman-teman semua. maaf, kalau akhir dari ceritanya kurang menarik. itu karna, aku gak sanggup untuk menulis lebih dari ini. :'(
ingatlah !!!
"manfaatkan kesempatanmu untuk membahagiakannya, sebelum semuanya terlambat. karna kasih sayang dan cintanya, takkan pernah terhapuskan oleh massa..."
Atas perhatiannya, terimakasih... :')
0 Response to "CERPEN "Disini Untukku (Mamah)""
Post a Comment