CERPEN "Teman Jadi Pacar"
CERPEN "Teman Jadi Pacar"
TEMAN JADI PACAR
Karya Arista saputra
Kenalan namaku randi, aku adalah anak pertama dari dua bersaudara. Aku mempunyai ayah dan ibu yang sangt menyayangiku. Sekarang aku berusia 14 tahun dan akan beranjak ke 15. Aku sekarang duduk dibangku smp.
Hari ini ialah hari senin, seperti biasa aku selalu bangun jam 5 pagi. Terdengar bunyi azan mmangil dengan mrdu saling sautan, kuliht jam tangan mnunjuk pukul 5:12, aku sgera bangun dan bersiap untuk mandi.
Setelah selesai mandi, kemudian langsung slat bersama ayah ku yang tiap pagi selalu berjamaah denganku. Setelah selesai aku segera mmpersiapakan peralatanku, jam tanganku menunjukan pukul 7:00. Aku segera berpamitan pada bapak dan ibuku. Pa, Ma aku berangkat dulu ya, Ucapaku. Tunggu dulu
"Nak, uang jajaan kamu ni," Ucap ibu,
Aku segera berjalan menuju ke sekolah yang tak jauh dari rumahku. Saat didepan gerbang aku bertemu ais, anak perempuan yang kukenal sejak pertama masuk sekolah.
"Hai ais," ucapaku.
"Hai di," balasnya dengan senyuman.
Aku dan dia adalah temen yang dekat, sangking dekatny hari-hari disekolah kami lewati bersama.
"Oh ya di, kamu udah siapain blom teks drama yang kemarin," ucap ais.
"Udah dong," jawabku.
Taklama kami ngobrol sambil jalan, terdengar dari kejauhan bel sekolah bunyi.
"Yuk cepat, ntar telat loh," ucapaku sambil bergegas.
Setelah kami berdua mengambil topi di tas, kami pun bergegas menuju lapngan upacara. Aku dan ais berdiri bersebelahan dengan terpampang sinar matahari yang menyilaukan.
"Wah bakalan mateng nih kita, kayak udang rebus," sahutku memulai percakapn.
"Udah jangan banyak ngomong ntar dimarahin pak guru loh," jawabny dengan nada lembut.
"Ya deh, aku diam."
Upacara telah selesai, aku kembali ke kelas tuk memulai plajaaran. Tak lama ais menyusul disampingku.
"Wah liat mukamu di, kayak udang panggang, merah semua," ucapany.
"Huu. Iya nih is, habis tadi lama sih," jawabku.
Taklama kami pun sampai di kelas dan langsng duduk. Ais yang brsebelahan denganku lngsung mendekatkan kursinya, dan betapa kagetny aku ketika ia mencubitku,
"Aaah sakit ais, ada apa," dengan sedikit keras.
"Habis daritadi kamu ngelamun trus sih, nih biar aku lap kringat kamu," jawabnya.
Lalu dia mengelap dahiku dengan pelan, dan mmbuatku agak kaget. Wah kenap kok rasanya jantungku berdetak kencang. Padahal dulu setiap aku sama ais nggak seperti ini, ucapaku dalam hati.
"Dah selesai kok," sambil tersenyum dan kembalikan posisi semula.
"Makasih ya is," balasku.
"Udah gak apa apa kok," jawabnya.
Akhirnya guru b. Indo kami datang dan aku disuruh mmpresntasikn hsil kerja kami. Setelah semua selesai, aku duduk di kursi tempat aku duduk. Aku duduk dngan teman ku yang bernama renda. Ketika itu ibu guru membagi kelompok. Aku, renda, dan ais kemudian duduk dlam satu kelompok.
Saat guru kami keluar setelah memberikan tugas. Seketika itu renda keluar dan masuk membawa sekuncup bunga anggrek dengan warna yang bagus dan langsung berlutut dihadapn ais.
"Ais, jujur aku suka sama kmu, mau gak kamu jadi pacar aku," kata renda.
Seketika hatiku seperti terkena sambar petir dan rasanya seperti ditusuk pedang. Ntah kenap aku saat itu, ada apa dengan ku ya, ais kan cuman sahabatku, seharusnya aku gak boleh kayak gini. Apa ini rasanya cemburu, gumalku dalam hati. Saat itu teman sekelas langsung bersorak.
"Em mmm.. Anu gimana yh, hhmm"
"Gimana menurut kamu di," ucap ais padaku dengan gugup.
"Terserah kamu aja," jawabku dengan perasaan ksal.
Akupun langsung keluar dan menuju ke kantin, dan langsung memesan sebuah es untuk mendinginkan kepalaku. Seketika bel istirahat berbunyi kriiiiing. Saat sedang minum akupun dikagetkan dengan tepukan dipunggungku. Dan kulihat trnyata ais, aku langsung terdiam.
"Hay, kenapa kamu kok langsung lari tadi,"ucap ais.
"Gak apa apa," jawabku dengan malas
"Hey jangan marah dong," sahut ais.
Aku langsung pergi meninggalkn ais dan menuju kekelas. Saat dikelas aku mendengar banyak ocehan daritmanku mengeni kejadian tadi, dan membuat kuping ku panas. Kriiiingg. Bel pulang sudah bunyi, Sejak kejadian tadi aku tidak berbicara dengan ais sedikitpun sampai pulang.
"Hai di, oh ya nanti dateng ke sini yah, buat ngerjain tugas klompok," kata ais.
Akupn tidak menjawapa apa apa, dan langsung pergi. Setelah tiba dirumah, aku langsng mandi dan solat. Setelah itu aku makan
"Di kenapa kok diam aja, ngomong dong," ucap mama
"Ngak ma randi lagi males," jawabku.
"Loh kok males ada apa? Cerita dong," balas mama.
"Begini ma, si ais tadi waktu pas di sekolah, dia ditembak kawan randi sendiri."
"Oh jadi jagoan mama lagi cemburu nih ceritanya," ledek mama
"Ah mama, gak kok, cuman kesel aja," jawabku
"Nak kelak randi suka nyatain dong cinta randi ke ais, jangan kalah."
"Ya deh ma, nanti randi coba"
"Gitu dong, baru jagoan mama," balas mama
Akupun mengambil beberap buku untuk kunawa kelompk
Aku pamitan pada mam
"Ma, randi pergi kelompok"
"Ya hati-hati ya," jawab mama
Setelah aku sampai dikelas. Aku liat semua dh datang. Kuliat ais dan renda duduk berdua.
Akupun agak sedikit marah. Tiba-tiba renda menghampiriku. Di tuh ais mau ngomng. Ais datang pdaku dan memeluk dan menciumku.
"Di tadi renda becanda, aku suka sama kamu.""
"Iya is sebenarnya aku juga suka ma kamu, mau gak jadi pacar ku."
"Mau."
Cieee sork teman-teman. Akhirny kami berpacaran.
Profil Penulis:
Arista saputra
tinggal di jambi kec margo tabir simang jelita
0 Response to "CERPEN "Teman Jadi Pacar""
Post a Comment