CERPEN "Penyesalan Datang Terlambat"
CERPEN "Penyesalan Datang Terlambat"
PENYESALAN DATANG TERLAMBAT
Karya Ayuni Eka Dewi
Namaku siti hafisah. Aku bersekolah di smpn 2 rengasdengklok kelas 8F. Aku mempunyai 5 sahabat, yaitu bernama: Aini, Alvani, Bandi, Rosidan, dan Ricis. Mereka sangat baik dan kadang kadang tingkah nya konyol:v, menurut mereka namanya temen itu maen bareng bukan jaim bareng. Diantara mereka, yg paling perhatian itu Rosidan. Dia sering chat aku, sering ke toko buku bareng, sering nonton bareng, bahkan aku sering d telaktir es krim:v. Suatu hari, Rosidan telfon aku.
Rosidan: "Hallo fisah, lagi apa?"
Hafisah: "Ngga lagi ngapa ngapain kok".
Rosidan: "Pasti lagi mikirin aku ya?"(sambil ketawa)
Hafisah: "Apaan sih lo lebay banget!!"
Rosidan: "Ya ga apa apa kali, jarang jarang gue kaya gini. Eh ketemuan yuk!! Ada yg mau gue omongin!"
Hafisah: "Mau ngomong apa? Tumben tumbenan lo kaya gini. Ketemuan di mana?"
Rosidan: "Di taman deket rumah Aini. Jam 14:00 ya!"
Hafisah: "Iya gue pasti dateng."
Jam 14:00. Aku udah ada di taman deket rumah Aini, tapi Rosidan belum muncul muncul. Lalu, beberapa menit kemudian dia datang dengan kemeja putihnya, rambutnya kelimis, dan dia seperti menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya. Lalu aku terkejut!! Ternyata yg di sembunyikannya itu sekuntum mawar merah, dan dia memberikannya kepadaku. Dia mengungkapkan perasaanya padaku, ternyata dia suka padaku sejak kelas 3SD. Memang dulu aku satu SD dengaanya. Lalu dia memintaku menjadi kekasihnya, pikiranku saat itu masih labil dan aku terima saja dia jadi kekasihku. Setelah aku terima, aku berjalan menyusuri taman bersamanya.
Tak sengaja aku melihat Aini, Ricis, Bandi, dan Alvani. Mereka seperti sedang membicarakan sesuatu, tanpa fikir panjang aku langsung menghampiri mereka.
Hafisah: "Hey!! Kalian kok ada di sini?"
Ricis : "Cieee.. Yg baru jadian!! Telaktir es krim dong!"
Hafisah: "Loh ko kalian tau sih?"
Aini : "Tadi, sebelum Sidan nembak lo dia minta bantuan ke kita gimana caranya nembak lo."
Alvina : "Selamat ya sah!"
Rosidan: "Maaf ya sah gue ga bilang ke lo, bahwa mereka bantuin gue."
Lalu, tiba-tiba Bandi pamitan untuk pulang. Di lihat dari wajahnya, dia seperti sedang kesal. Aku penasaran dengan sikap Bandi, aku suruh Rosidan pulang duluan agar aku bisa ngobrol dengan Aini, Alvani, dan Ricis. Mereka bilang, Bandi sebenarnya menyimpan perasaan padaku sejak kelas 1 smp. Dan hati nya sangat hancur ketika aku dan Sidan jadian, dan mereka bilang ini terakhir kalinya dia ada di kota ini. Besok Bandi harus pergi mengejar beasiswa ke Jakarta. Aku sangat terkejut mendegar hal itu.
Kedua orang tuaku bekerja, jadi mereka jarang berada di rumah. Malamnya aku ingin ke rumah Bandi bersama sahabatku. Dan sesampainya di rumah Bandi aku minta maaf karena tidak pernah pekak pada perasaannya, lalu Bandi memaafkan aku dan dia bilang dia sudah menganggapku sebagi sahabat. Aku lega mendengar semua itu, tapi aku sedih besok dia akan berangkat:( dia berpesan pada Aini, Alvani, dan Ricis "Kalian harus tetep semangat belajar meski gue ga ada, jangan terlalu banyak pacaran. Kalian tenang aja, gue bakal tetep kasih kabar ke kalian, dan ga bakal lupain semua kenangan kita!".
Keesokan harinya.. Aku sedang berjalan di koridor, lalu Aini lari terbirit birit menghampiri aku dan menarik tanganku. Dia menunjukan sesuatu. Ternyata dia menunjukan Rosidan yg sedang nembak cewek lain di kantin. Aku kesal, tapi aku tak cemburu. Mungkin karena aku tidak punya perasaan ke Rosidan.
Aku menyesal kenapa dulu aku terima sahabat ku menjadi pacarku. Akhirnya aku tau bahwa di persahabatan jangan sampai ada cinta, karena pada akhirnya itu bisa membuat persahabatan menjadi renggang, bahkan silaturahmi menjadi putus!!!!
~SELESAI~
0 Response to "CERPEN "Penyesalan Datang Terlambat""
Post a Comment