CERPEN "Besarnya Perjuangan adik Ku Untuk Hidup" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Besarnya Perjuangan adik Ku Untuk Hidup"

CERPEN "Besarnya Perjuangan adik Ku Untuk Hidup"
BESARNYA PERJUANGAN ADIK KU UNTUK HIDUP
Karya HaRyaty

Pagi ini suasana sangat menyedihkan,dikala aku ingin tertawa, musibah dalam hatiku selalu datang bertubi-tubi. Gadis remaja yang tengah berusia 15 tahun yang tengah duduk di bangku SMA, dialah Rya angellia. Dia sering disapa oleh temen-temennya Rya. Ya dialah anak bungsu dari 3 bersaudara, kakaknya yang bernama Ridwan Ari dialah kakak kedua dari ayah dan ibunya, dan kakak tertuanya yang bernama Retno Jumini, ayah dan ibunya bernama Nurhayaty dan sodik saputra. Ayahnya hanyalah seorang petani dan ibunya seorang ibu rumh tangga. Dalam suatu ketika Rya berbicara kepada kakaknya.
Rya: kak, bentar lagi study tour, tapiiii.. Apakah aku harus ttp ikut, sedangkan uang buat pembayarannya azh belum terbayar semua.
Ari: iyya dedek bawel, kmu tenang azh kakak bakal ngelunasin semuanya, terus uang saku kamu buat jajan kamu ada kan, :)
Rya: ada kok.

Ya itulah kehidupan dari keluarganya, keluarga kecil disebuah desa lampung yang bernama Desa Karya Mulya Sari. Rya bergerutu didalam kmrnya yg mungil.

Rya "Mungkin lebih baik aku kgak ikut deh, bikin beban kakak azh, iyya sih padahal aku pengen banget,, h   m hm, udah dah tdur ajh ke alam mimpi"

Lampu pun telah dimatikan olehnya, diluar sana terdengar suara petikan gitar yang ternyata dimainkan oleh Ari. Pemuda yang berusia 21 tahun itu adalah kakak yang paling mengerti Rya, sedangkan Retno dia kakak tertua, tetapi dia telah lama pergi untuk merantau di negri orang, walaupun negri tetangga yaitu malaysa, tetapi itu pun terasa menyedih kan untuk keluarga kecil itu. 2 tahun yang lalu waktu Rya masih duduk di kelas 3 MTS, tepatnya di MTS MA SINDANGSARI, sekolah terpencil di desanya, kakak sulungnya itu pergi merantau ke negri tetangga, dia berjanji akan pulang dengan cepatnya nanti. Tetapi setelah dua tahun berlalu retno tak kunjung pulang ke kampung.

Tanpa ia sadari waktu berjalan dengan waktunya, ketika ia kini tlah duduk di klz 2 SMA, nma sekolahnya Adalah SMA MA SINDANGSARI, dia mempunyai banyak teman tetapi dia takut untuk berteman dengan seorang laki-laki, karena dia takut jatuh cinta pada laki-laki tersebut.

Waktu study tour pun tlah tiba, segerombolan anak kelas 2 Ips ituh berangkat ke Yogyakarta dengan menggunakan 2 bis besar. Mereka berangkat dan disana slama 1 minggu. Setelah kembali dri yogya, Rya jatuh sakit, penyakitnya telah sampai di titik pling besar, penyakit ginjalnya yang telah lama ia derita dan kini ia dirwat Di RS. 

Setelah lama ia koma selama 1 bulan, dan akhirnya titik yang tidak di harap oleh keluarganya, "aku harap kalian bisa merelakan ku tuk pergi" kata Rya, dengan tersedu"nya keluarga Rya dan Ari kakaknya menjawab "bila ini yang terbaik untukmu, pergilah dengan tenang kami ihklas bila kau pergi dedek". Rya pun tersenyum "hanya 1 pinta ku padamu kakak, sampaikan rinduku pada kak retno,dan jaga bunda dan ayah". Sambil memegang tangan adiknya ia pun mengangguk. Lalu tangan tersebut lepas dengan sendirinya, "dedek" ari menjerit histeris. Pergilah dengan tenang, dengan mengecup kening adiknya.

1 minggu berlalu keluarga masih dlam keadaan berduka, Ari masuk ke kmr adiknya, dia melihat semuanya foto" terakhir dia bersama adiknya. Dia mengingat sesuatu. "Kakak, bila nanti aku pergi aku punya pesan buat kakak, :) carilah di buku deary ku". Lalu ia pun bergegas mencari dan membacanya.

Dear deary,
kakak ku sayang., adek pamit yah, adek tau ini sakit buat kalian semua. Tapi relakan aku buat pergi untuk bertemu dengan tuhan, aku sayang kalian..
Kakak sesungguhnya aku telah membohongi kk dan keluarga, aku mengidap penyakit itu selama aku masih kelas 3 Mts, maaf bila aku tak membri tahu kepada kalian ,, tapi inilah jalan terbaik yang aku putuskan, kakak tolong yah jaga bunda dan ayah. Aku udh capek dengan hidup ini,penyakit ini, aku telah ptus asa untuk bangkit dari semuanya, aku berharap semoga tuhan cepat menyembuhkan ku, tetapi apa??? Aku tak sembuh" malah sebaliknya aku semakin buruk engan keadaan penyakitku..
Tetapi aku ingin tetap tersenyum dan tertawa didepan kalian.
Terimaksih kakak, aku sayang kakak dan semua..

Semenjak itulah Ari menyadari betapa pedihnya derita adiknya yg dirasakan. 
"Selamat jalan adek bawel ku"

Sambil menatap bintang.. Dia tersenyum, dan kini mereka semua bahgia dlam keluarga kecilnya tanpa kehadiran gadis berusia 15 tahun itu..

Sekian.
Terima kasih :) 

Profil Penulis:
Nama: Haryaty
ttl      : sidomulyo ,lampung 2 febuari 1999
alamat: sidomulyo,lampung

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Besarnya Perjuangan adik Ku Untuk Hidup""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel