CERPEN "Mencintaimu, Haruskah Sesakit Ini?" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Mencintaimu, Haruskah Sesakit Ini?"

CERPEN "Mencintaimu, Haruskah Sesakit Ini?"
MENCINTAIMU, HARUSKAH SESAKIT INI?
Karya Ra Ashihara

“Ra, aku suka kamu. walau aku tahu, aku tak sebanding denganmu. Aku tak cocok dengan wanita sehebat dirimu. Tapi apalah dayaku, aku tak sanggup menghentikan rasa yang membuatku antara hidup dan mati”

***

Ini kisahku, dengan seseorang bernama Jra. Nama aslinya Javar Rasya. Kusingkat Jra. Itu bukan panggilan kesayangan. Karna antara aku dan dia, rasa sayang kami hanyalah sebatas teman.

Perkenalkan, aku Rara. Lengkapnya Rafa Raissa. Aku remaja 17 tahun yang sampai saat ini tak pernah merasakan cinta. Mengherankan bukan? Kata orang aku cantik. Dengan hidung mancung dan kulit putih, bibir merah, pipi yang slalu merona kemerahan, dan tubuh langsing. Tak ada kekurangan fisik. Bahkan, jika aku ingin bermain sinetron, mungkin aku akan terpilih. Tapi, sekali lagi, dengan segala kelebihanku itu, aku tetap saja seorang remaja yang belum pernah merasakan mencinta.

Sampai saat dia datang. Dia muncul tiba-tiba. Dengan segla kebaikannya, dia sanggup menghancurkan benteng hatiku, membuka gembok hatiku.

***

“Bruuuukk”
"Tabrakan dengan siapa lagiii.." Aku mendongkol. "Pagi ini benar-benar hari yang sial. Tadi aku kejedot pintu kelas. Kesambet tiang lapangan, kepleset di tangga kantin, sekrg tabrakan dengan dinding??"
"Uupss.. bukan dinding ternyta.."
“Udah nabrak bukannya minta maaf, malah cengengesan gak jelas. kesambet jin ifrit ya?”
“Oh.. lu cicitnya iprit ya? kok tau klo nenek moyang elu itu udh rasukin gue?”
“Ya taulah.. noh muka lu udh kayak kembarannya jin ifrit”

Itu kata2 pertama perjumpaan kami. Dia nyebut aku kesmbet jin ipritt. So sweet kn? Nah, stelah perkelahian olok-olokan itu, kami tertawa bersama. Merasa ada kecocokan, kita pun jadi dekat. Semakin dekat. Aku anggap dia teman sekaligus abang. Kakak laki-laki yang slalu ada kapanpun kubutuhkan. Sampai saat itu tiba....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Mencintaimu, Haruskah Sesakit Ini?""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel