CERPEN "The Lost" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "The Lost"

CERPEN "The Lost"
THE LOST
Cerpen Karya Astrid Shabrina

Tetesan embun masih membasahi rerumputan hijau di jalan yang kulalui. Dinginnya hembusan angin pagi membentur pohon pohon besar nan rindang. Sehingga mereka menari tak tentu arahnya. Musim ini memang musim hujan,hampir setiap hari hujan deras menerjang wilayah kekuasaanku. Tak jarang banyak yang mati atas kejadian ini.

Tiba tiba hujan deras menerjang,saking derasnya sampai banjir kira kira 30 cm. Segera ku berlari ke sebuah bukit kecil di kanan jalan. Bukit itu memang kecil hanya terdapat satu pohon disana. Tetapi pohon tersebut cukup lebat buah dan daunnya,cukup untuk sekedar berteduh dan sarapan pagi. Ketika sedang asyik makan buah sambil melepas lelah terdengar suara isak tangis.ternyata ada seorang gadis di atas pohon. Tangis makin menjadi ketika kilat menyambar pohon yang di naiki sang gadis. Karena panik aku segera berlari ke bawah bukit.

Hujan telah reda,aku penasaran dengan si gadis malang itu. Alangkah terkejutnya aku ketika menengok ke atas pohon. Gadis itu telah hilang tanpa jejak. Entah apa yang terjadi dengan gadis tersebut. Karena keburu hujan datang lagi aku cepet cepat meneruskan perjalananku ke kota yang hilang.

Sekitar 4 km berlalu aku tetap tidak menemukan tanda tanda kehidupan manusia. Ku tertunduk dan terjatuh,kaki ku sudah tak kuat untuk diajak berjalan,nafasku tak beraturan,rasanya seperti mau pingsan,pebekalanku sudah habis padahal kota itu masih jauh di belahan bumi sana. Karena takut di makan serigala aku memutuskan untuk berjalan pelan saja,tetapi apa boleh buat,tubuhku terasa lemas dan sangat lelah sehingga aku terjatuh dan merasa jauh di dalam alam bawah sadarku.
Ku bermimpi tentang ayah dan ibu yang berada jauh sekali di kota itu,kota yang belum pernah dikunjungi seorang pun kecuali penduduk aslinya sendiri. Berada jauh dengan orang tua tanpa pengawasan dan kasih sayang memang menjadi hal yang menyakitkan. Aku terpisah dari orang tuaku ketika aku masih kecil,ketika rombongan kota tersebut pindah ke belahan bumi yang lain karena terdapat perang antar semua wilayah kecuali kotaku. Tetapi mereka melupakanku. Jauh dan sendirian. Semuanya terasa nyata.

Karena terkejut dengan mimpi tersebut aku terbangun. Aku merasa bingung karena tiba tiba berada di sebuah kamar tua. Terdengar samar samar suara langkah kaki menghampiriku,makin dekat makin jelas. Spontan aku segera besembunyi di balik lemari tua yang sudah dimakan usia. Orang itu sudah masuk ke kamar. Badannya tegap,tinggi,tetapi agak kurus,kelihatannya sih masih muda,ditangannya ada secangkir minuman dan selimut tebal. Orang itu tampaknya sedang mencari ku. Mulai dari bawah ranjang,sudut ruangan di tengoknya sampai langit langit sekalipun!

Orang itu tampak pasrah,sambil memandang ke arah lemari tempatku bersembunyi. Orang itu mengrenyitkan dahi sambil berjalan pelan ke belakang lemari. Aku panik tapi aku berusaha tenang dan jangan berprasangka buruk dulu. Orang itu menarikku keluar dan menyeretku ke sebuah kursi lalu ia bertanya.
“mau apa kau kesini? diluar sana sangat berbahaya. Serigala bisa saja memakanmu hidup hidup. Kalau saja aku tidak lewat bagaimana nasibmu nanti”

Kemudian aku menjelaskan nama,maksudku dan tujuan perjalananku ke kota tersebut. Orang itu hanya manggut manggut dan setelah itu dia menceritakan perjalanannya berpetualang ke kota Oceania kota yang hilang ribuan tahun yang lalu.
“namaku Tomas,senang berjumpa denganmu Felix”katanya lembut.
Tiba tiba datanglah 3 orang berbadan tinggi,lalu mereka menyapaku. Ternyata mereka adalah teman tomas bernama Richard,Jack ,dan yang paling tua Edison.
Karena rute perjalanan kami hampir sama,Tomas memutuskan untuk melanjutkan perjalanan bersama sama.Dan untuk memulihkan keadaanku yang lemah,kami memutuskan untuk menginap di rumah tua ini selama seminggu. Aku sangat terhibur dengan teman baruku,ternyata dia sangat pandai memainkan suling,suaranya merdu sekali seperti suara burung berkicau.

sudah seminggu,waktunya untuk meneruskan perjalanan. Hari ini sangat panas,namun aku merasa sangat gembira karena canda dan keunikan mereka masing masing. Karena jarak perjalanan cukup jauh Richard memutuskan untuk menyewa kuda,akhirnya Richard dan Edison bersedia mencari tempat penyewaan kuda yang katanya ada di kota kecil di balik bukit. Setelah seharian menunggu akhirnya Richard dan Edison datang membawa dua ekor kuda. Aku sangat senang karena kami tak perlu lagi capek capek berjalan dan mungkin bisa menghemat tenaga.
Di tengah perjalanan kami bertemu Alan,pelarian dari kota Cruelson. Dia meminta Edison menolongnya dari kejaran tentara Cruelson. Edison menurutinya dan memutuskan untuk melakukan perjalanan secara sembunyi sembunyi. Tetapi kami tak mau berpisah kapanpun karena kami sahabat,akhirnya kami memutuskan untuk menolong Alan meski hukuman untuk para pembantu pelarian sangatlah besar. Untuk tidak menaruh kecurigaan pada tentara cruelson,kami menyarankan Alan untuk menggunakan nama palsu,yaitu David Robinson. Alan pun menyutujuinya.

Tibalah kami di sell city,kota yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pedagang. Dengan sisa uang yang sedikit,kami membeli berapa potong keju dan roti. Setelah itu kami pergi mencari padang rumput untuk mendirikan tenda. Sementara itu Jack menjaga kawasan sekitar tenda dari kejaran tentara cruelson sedangkan Edison dan Alan menggali lubang untuk tempat persembunyian Alan. lubang sudah jadi,tenda jadi dan kondisi aman,tiba tiba Jack mengangkat satu tangannya yang berarti tentara cruelson sudah datang. Tomas segera menyembunyikan alan pada lubang di bawah tenda. Aku dan Edison pura pura merapikan tenda yang rusak karena dimasuki Alan. Jack mencoba meyakinkan bahwa Alan tidak bersama kami.

Setelah tentara tersebut pergi,aku menarik Alan keluar dan bertanya apa kesalahannya sampai dikejar oleh tentara cruelson. Alan menjawab dengan marah kalau dia dituduh menembak kepala polisi cruelson. Aku bingung,kenapa Alan dituduh dengan kejadian sedemikian rupa,aku tahu bahwa Alan sebenarnya tidak melakukan hal sekejam itu. Richard keluar dari tenda dan menyela pembicaraanku dengan Alan. Richard mengejek Alan,karena menurut Richard,Alan menjadi tanggungan berat dan menjadi penghalang perjalanan jauh kami. Tetapi aku menantang Richard dan bersumpah bahwa ucapan Richard tidak benar,Alan marah ia mendorongku dan langsung mengacungkan pedangnya ke Richard. Richard malah menatang Alan dan mengacungkan pedang panjangnya ke Alan sambil mengejek tentang tuduhan Alan tersebut. Alan membalas dengan serangan pedangnya tetapi berhasil ditangkis,aku tidak bisa melerai mereka berdua karena aku sangat takut kepada pedang. Tiba tiba Tomas dating dengan cepat merelai mereka berdua.

Setelah tentara tersebut pergi,aku menarik Alan keluar dan bertanya apa kesalahannya sampai dikejar oleh tentara cruelson. Alan menjawab dengan marah kalau dia dituduh menembak kepala polisi cruelson. Aku bingung,kenapa Alan dituduh dengan kejadian sedemikian rupa,aku tahu bahwa Alan sebenarnya tidak melakukan hal sekejam itu. Richard keluar dari tenda dan menyela pembicaraanku dengan Alan. Richard mengejek Alan karena menurut Richard,Alan menjadi tanggungan berat dan menjadi penghalang perjalanan jauh kami. Tetapi aku menantang Richard dan bersumpah bahwa ucapan Richard tidak benar,Alan marah ia mendorongku dan langsung mengacungkan pedangnya ke Richard. Richard malah menatang Alan dan mengacungkan pedang panjangnya ke Alan sambil mengejek tentang tuduhan Alan tersebut. Alan membalas dengan serangan pedangnya tetapi berhasil ditangkis,aku tidak bisa melerai mereka berdua karena aku sangat takut kepada pedang. Tiba tiba Tomas datang dengan cepat merelai mereka berdua.

Nafas mereka terengah engah,Tomas membanting pedang Richard dan Alan. aku panik karena pedang yang terlempar tersebut hampir mengenai kakiku. Tomas mendorong mereka berdua,lalu pergi. Tidak beberapa lama,Richard menyenggol bahu Alan sehingga terjatuh,dengan merasa tidak bersalah Richard pergi meninggalkan aku dan Alan.

Pagi telah tiba,aku segera mempersiapkan barang barangku untuk perjalanan. Aku tahu kalau Richard masih marah dan berangkan terlebih dahulu dari pada kami. Alangkah terkejutnya aku ketika perbekalan uang dan makanan kami hilang,mungkin sudah diambil Richard,tapi kami memang sangat membutuhkannya. Ternyata peta perjalanan kami hilang! kami tak bisa melakukan apa apa,yang hanya bisa kami lakukan adalah terus berjalan lurus ke depan.

Tidak beberapa lama kami sampai di pesisir pantai,pantai tersebut mempunyai ombak yang sangat ganas dan tinggi. Hal itu membuat kami mengurungkan diri untuk pergi berlayar. Edison mengusulkan kami untuk kembali dan menemui paman dan bibi Edison,yaitu Nicolas Edison dan Mary Ribonson. Kami pun menyetujui usulan Edison,tapi tidak dengan Alan,Alan menolaknya. Aku tidak tahu sama sekali apa maksud Alan,tetapi apapun itu pasti ada maksudnya,semua masih dalam misteri. Edison memaksa Alan,tetapi apa boleh buat Alan tetap pada pendiriannya. Tiba tiba Tomas memainkan sulingnya,suara merdu suling Tomas membuat hati kami terasa tenang sehingga kami berhenti berdebat,dengan berat hati akhirnya Alan menyutujuinya.

Ketika sampai dirumah paman Nicolas,Alan tiba tiba bersembunyi,aku bingung apa maksud Alan sebenarnya,tetapi mungkin ada rahasia yang tidak boleh diketahui orang lain. Paman Nicolas keluar dia tampak senang ketika keponakannya berkunjung,kami pun dipersilahkan masuk kecuali Alan,dia tampak masih bersembunyi untuk menghindari paman Nicolas. Setelah beberapa lama paman menunjukkan letak pelabuhan yang ada disudut kota,dan dengan baik hati dia memberikan mobil pick up nya. Kami sangat berterimakasih dengan kebaikan hati paman. Aku khawatir apakah Alan mengetahui bahwa kami akan pergi ? ketika mobil keluar dari pekarangan Paman Nicolas,Alan melompat ke belakang mobil,aku terkejut tapi Alan hanya tersenyum.

Setelah sampai ke pelabuhan,kami memutuskan untuk menjual beberapa barang. Apa boleh buat,uang kita sudah habis ya.. lumayan juga sih. Kapal sudah berangkat aku,Tomas,Jack,Alan dan Edison segera menuju ke bagian angkut penumpang. Dalam hati aku berpikir bagaimana nasib Richard nantinya,apakah Richard bisa menyebrang laut yang luas ini dengan kuda curiannya? Kurasa tidak mungkin.

Setelah berjamjam melalui perjalanan laut,kami sangat lapar dan lelah,pelabuhan menjadi tempat kami untuk berbisnis,bisnis ngemis. Bisnis kami tidak berjalan mulus,suling Tomas tersenggol tanganku hingga masuk ke laut,Tomas marah dia langsung mengacungkan pedangnya padaku. Orang orang disekitar berkerumun ingin tahu apa yang sedang terjadi. Alan berusaha menenangkan kami. Tomas benar benar tidak mau mengalah,dia memaksaku untuk mengambilnya kembali padahal ada sebuah kapal besar yang akan berlabuh. Tomas mendorongku,aku terjatuh ke dalam laut dan kepalaku membentur tiang jembatan. Kepalaku terasa sangat pusing,cairan merah mengucur dari dahiku dan aku tak bisa mengontrol diriku lagi, namun suling tersebut sudah di depan mata dengat sekuat tenaga aku meraihnya,lalu setelah itu aku tidak tahu apa apa lagi.

Suara gemuruh terdengar di sekitar telingaku,ku lihat suling Tomas sudah di atas meja. Aku terkejut kepalaku di balut perban,kulihat Alan menutup wajahnya di kursi. Aku berusaha memanggilnya. Dia lalu menceritakan semua yang terjadi pada hari itu,Tomas di penjara aku pun turut berduka ,sementara itu Edison lalu memberitahukan dokter karena aku sudah terbangun.Tomas telah dipenjara,ini semua salahku. Sekarang Tomas pasti sedih karena keinginannya ke kota oceania tidak cepat terwujud.
Seminggu dirumah sakit membuatku bosan,hingga aku memutuskan untuk kabur dari rumah sakit. Meskipun Alan,Edison,dan Jack telah melarangku,tapi aku terus memaksa mereka bertiga untuk melanjutkan perjalanan. Tapi usaha ku tersebut tak berjalan semulus dugaanku,dokter telah menyadarinya. Setelah Jack memberitahu semua yang terjadi dokter tersebut memberi kami peta,makanan,uang dan memperbolehkan kami pergi.

Sebelum aku pergi,aku mengalungi suling Tomas dan mengucapkan selamat tinggal pada dokter yang baik hati tersebut. Kami segera menaiki mobil,sebelum senja tiba kami harus membeli perbekalan lagi. Dari kejauhan kami lihat ada seseorang yang melambaikan tangannya,sepertinya orang itu akan menumpang,disebelahnya terdapat kuda yang terlihat keletihan dan lapar. Alangkah terkejutnya kami ketika melihat siapa orang itu. Ya dia Richard,orang yang telah menghianati kami. Richard tampak terkejut,tanpa basi basi Alan pun memperbolehkan Richard naik.

Tidak beberapa lama setelah itu Richard mendorong Jack yang sedang mengemudikan mobil,aku,Alan,dan Edison berusaha merebut kemudi mobil kami dan perbekalan yang baru saja diberi dokter beberapa kilometer yang lalu. Akan tetapi Richard malah menodongkan pistolnya pada kami,dengan hati hati kami pun mundur dan turun dari mobil. Dengat cepat Ricard pergi tanpa memperdulikan kami.

Senja telah tiba,kami kehabisan bekal apalagi uang. Jadi,kami memutuskan untuk menjual tas,topi dan sepatu apa boleh buat ;-( . Untung aku bertemu dengan Maichel ,yang bersedia membeli semua dagangan kami,kami sangat senang apalagi ia bersedia memberikan tumpangan ke oceania,kebetulan dia mau mengantar kucing kucing terlantar ke perternak kucing di Oceania.

Selama pejalanan aku sibuk bermain dan merawat kucing kucing lucu tersebut sedangkan Alan,Edison,dan Jack bertugas memberi makan dan menghitung kucing kucing yang ada. Kucing kucing tersebut sangat cute dan lucu,kami tak bosan bermain dengan kucing Maichel. Mungkin karena terlalu asyik bermain,tak terasa kami sudah berada di kota Mc justice. Kurang lebih 7 Km dari tempat kami bertemu Michel. Oceania sudah dekat,mungkin 1 atau 2 Km lagi sudah sampai,jujur aku kasihan pada Tomas.

Tibalah kami di persimpangan menuju kota Oceania dan kota yang hilang,yaitu kota Mc garden,kota kelahiranku. Karena arah kami tidak sama,aku terpaksa turun. Walau aku masih ingin bersama para sahabatku. Mereka meninggalkan ku sendirian,tapi tak apa,yang penting mereka selamat,begitu pula Alan. Sekarang aku sudah sampai di tempat tinggalku.. aku sangat kangen pada para sahabatku,aku masih ingat, tentang gadis yang kutemui di bukit. Ini masih menjadi misteri…..

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "The Lost""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel