CERPEN "Ku Relakan Perasaanku Demi (KALIAN) Sahabatku" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Ku Relakan Perasaanku Demi (KALIAN) Sahabatku"

CERPEN "Ku Relakan Perasaanku Demi (KALIAN) Sahabatku"
KU RELAKAN PERASAANKU DEMI (KALIAN) SAHABATKU
Karya Lissyaa D. Maryani

Terik matahari rasanya tak mampu mengurangi semangat 3 remaja ini. Terus tertawa riang ditengah antrean panjang suatu wahana yg berada di utara Jakarta. Livia, Erlangga, dan Nadia. Mereka bersahabat semenjak SD, ditambah tinggal disatu komplek dan selalu satu sekolah.

"Liv, Nad! Abis ini kita naik apa lagi? Jangan yang ekstrem napa!" Lelaki hitam manis itu berujar dengan keringat yg membasahi wajahnya yg pucat, ya dia Erlangga.
"Ya, itu sih lo aja yg penakut!" Nadia gadis dengan kacamata yang bertengger dihidung mancungnya itu menjulurkan lidahnya, meledek.
"Lagian seorang Erlangga Pradipta, most wanted di SMA Budi Bangsa. Yg dikejar-kejar cewek sesekolahan eh tapi masih jomlo sampe sekarang. Takut sama ketinggian hahaha" Bukannya membela Livia, gadis berbehel dengan lesung pipit itu malah memojokkan Erlangga.
"Oke, gue ngaku gue takut ketinggian. Tapi daritadi kan gue yang nurutin kemauan lo berdua. Sekarang lo berdua harus ikut ke wahana rumah hantu!" Sepertinya Erlangga berhasil membuat dua gadis di depannya diam seketika.
"NGGAK!!" Livia dan Nadia kompak berteriak.
"Tenang aja, kalo lo pada ketakutan kan ada gue. Lo bisa peluk gue!" Ucapan Erlangga barusan langsung dihadiahi tatapan membunuh.
"Biasa aja dong liatin guenya. Gue tau gue ganteng" Ralat Erlangga sambil tangannya mengusap wajah sahabatnya.
"Pulang aja yuk! Gue udah capek nih!" rengek Livia yang duduk selonjoran di trotoar.
Erlangga berjongkok membelakangi Livia "Naek, gue gendong!"

Deg. Nadia membeku menyaksikan adegan dua sahabatnya itu. Selama perjalanan menuju lapangan parkir, Nadia berjalan sambil menunduk. Mengabaikan celoteh riang antara Livia dan Erlangga.

"Ehh,,salah nggak sih kalo gue suka sama Erlangga?" Ucap Livia frontal pada Nadia yg sedang membaca buku. Mereka berdua sedang berada di kamar Nadia.
"Nggaklah, gue juga suka sama Erlangga" Nadia berucap pelan. Menyadari Livia yg berubah ekspresi, ia langsung meralat ucapannya.
"Canda doang elah.. Baper lo!" Nadia menimpuk bantal ke arah Livia yang duduk diujung kasur.
"Tapi gue takut kalo Erlangga nggak suka sama gue" 
"Gue bakal bantuin lo biar lo jadian sama Erlangga, meskipun.."
"Meskipun apa?"
'Meskipun gue harus rela sakit hati' bathin Nadia.
"Meskipun gue harus melakukan apapun demi sahabat gue tercintaa" Nadia memeluk Livia. Tanpa disadari air mata Nadia terjatuh, yang langsung diusap cepat.
"Nad, gue minta bantuan lo dong!" Erlangga menatap serius Nadia. Mereka sedang berada dikantin sekolah, Livia? Dia sedang ke toilet.
"Bantuan apa?" Nadia merasa ada sesuatu yg tidak enak akan terjadi.
"Bantuin gue buat nembak Livia!"

Deg..

"Kok diem? Gue seriusan, gue takut ditolak nih"
"Elah,, gue kira apaan.. Tanpa gue bantuin, lo pasti diterima kok. Yakin gue" Nadia menunjukkan fake smile nya.
"Eh, lo ngomongin gue ya??" Livia mengagetkan dua orang yg sedang dilanda gelisah itu.
"PD banget lo! Lagian apa yg bisa diomongin dari diri lo?" ejek Nadia.
"Gue kesana bentar yak!" Nadia beranjak dari kursinya sambil menepuk bahu Erlangga. Sambil berbisik 'Good Luck'
"YEAAAYY.... Gue lulus coy!" Erlangga berseru girang.
"Kamu gimana sih yang, kan Kepsek tadi bilang lulus 100% pastilah kamu lulus" yang? Yep..Erlangga dan Livia sudah resmi berpacaran 8 bulan yg lalu.
"Nad lo diem aja sih? Harusnya kita rayain kelulusan ini dengan hangout bareng. Gimana kalo ke Puncak?" Erlangga menatap Nadia meminta jawaban.
"Sorry, gue kayaknya nggak bisa deh. Lusa gue pergi ke Ausie. Gue diterima kuliah disana" Ucapnya sedih.
"Kok mendadak banget sih?" Livia memeluk Nadia seakan takut ditinggalkan.

Dering ponsel Nadia berbunyi..

"Iya Bun, ini udah mau pulang kok. Iya, okedeh"
"Guys, gue duluan ya! Gue mau prepair buat besok nih" Nadia segera berlari, namun berhenti lagi saat sudah cukup jauh.
"Besok pagi, kalo kalian sempet anterin gue ke bandara ya!! Jadwalnya dimajuin soalnya!!"

Suasana Bandara Internasional cukup ramai, mungkin dipengaruhi dengan musim liburan juga. Terlihat 3 remaja sedang saling berbicara diiringi isak tangis.

"Lo baik-baik disana, jangan macem-macem. Jangan lupain gue!" Perintah Livia.
"Berasa emak-emak yg lagi nasehatin anak gadisnya lo ha ha"
"Jangan kangen gue ya! Kita bisa VC-an kok kalo kangen" Erlangga tersenyum hangat, sebuah senyum yang selalu membuat Nadia semakin 'suka' dengan sosok sahabatnya itu.
"Sini peluk gue dulu" Livia membawa Nadia dalam pelukan sambil menangis.
"Udah dong pelukannya, gue juga pengin kali!" Erlangga cemberut.
"Nggak ah, ntar ada yang marah lagi he he" Nadia melirik Livia dengan tawa garingnya.
"Gue nggak marah kok, biarpun Erlangga cowok gue. Tetep aja lo berdua itu sahabat gue!"

Akhirnya Nadia dan Erlangga berpelukan. "Jagain sahabat gue, jangan bikin dia nagis! Langgeng terus ya, gue tunggu undangannya" sambil melepaskan pelukannya dengan Erlangga.

"Udah ya guys, gue mau check-in dulu. Bye" Nadia berjalan menjauhi Livia dan Erlangga yang berpelukan menatap kepergiannya.
'Bye Indonesia! Bye My Best Friends! Bye My First Love'

Profil Penulis:
Lahir pada 20 Maret, si itik buruk rupa yang selalu bermimpi menjadi angsa cantik. Seekor merpati yang ingin menjadi elang. Musik & Buku adalah dunianya.

Facebook.com//LissyaaMaryani
Twitter.com//LissyaaL9

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Ku Relakan Perasaanku Demi (KALIAN) Sahabatku""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel