CERPEN "Kesunyian dari Timur" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Kesunyian dari Timur"

CERPEN "Kesunyian dari Timur"
KESUNYIAN DARI TIMUR
Karya Yatni 

Telah lama menanti terbitnya sang raja siang, tapi belu kutemukan cahayanya. Belenggu yang tak kunjung habis dari timur manise.

*10 hari sebelumnya* 

Moni si gadis pemimpi, bermimpi tentang surga yang indah di kotanya. Ketenangan,keindahan,kebersamaan,dan banyak hal lainnya. Mungkinkah telah suram? Mungkinkah telah lenyap?

Dari dalam rumah gubuk beralaskan tanah, Moni bergulat dengan bukunya yang sudah tak beraturan diterangi lampu minyak yang asapnya tak enak dihirup "moni.. Moni.. Kemari sedikit, mama mau bicara" suara yang tak asing lagi di telinga Moni "ia mama, tunggu sedikit. Moni masih belajar ini." "moni, mama mau bicara tentang sekolah mu." bergegas Moni melangkah keluar kamar dan segera menemui mamanya "ada apa mama?" "Moni, mama bingung mau bilang apa. Uang sekolah mahal, mama tidak punya uang sudah. Bapa kamu hanya tau bikin habis uang saja, pergi main judi,pulang malam,dan mabuk terus." dengan tangisan yang membuat hati moni semakin teriris. "mama,moni berhenti sekolah saja. Moni mau pergi jadi TKI saja e. Moni tidak mau lihat mama menangis,kasihan bapa dengan mama kalau begini terus. Sabar mama kita harus kuat." menahan air matanya yang di pendam di lubuk hatinya. Moni bergegas masuk ke kamar dan menangis kecil di balik selimutnya yang kumal "Tuhan.. Kenapa engkau kasih penderitaan ini? Kenapa harus Moni? Moni masih mau sekolah, Moni mau jadi dokter." seorang remaja yang berusia 16 tahun hanya mampu menangis mendambakan hadirnya seorang malaikat yang mampu membuat ia tenang.

*10 hari kemudian* 

"Moni ee.. Moni kenapa kau begini anak ee... Kau sudah pergi kasih tingga mama.. Moni bangun sudah.. Kenapa kau begini anak ee.. Jawab mama anak ee..." tangisan mengiringi kepergian gadis 16 tahun itu. Apa yang terjadi oh Moni? Semua bingung, semua lenyap,dan hilang. 

"Mama, moni berangkat dulu. Itu om sopir sudah tunggu." "ia anak, hati-hati di jalan e. Ingat mama bilang, kasih kabar buat bapa dan mama di kampung. Nanti kalau dapat uang banyak kirim untuk biaya kau punya adik-adik ini." "ia mama Moni jalan dulu" dengan tangisan haru dan memeluk anaknya erat untuk melepaskan kepergian untuk entahlah... Beberapa minggu,bulan,atau tahun lagi. Sebuah lintasan hebat yang harus Moni lalui "MALAYSIA" kota yang indah menurut Moni penalarannya tentang kota tersebut sangatlah banyak, dari balik kaca mobil om sopir melirik Moni yang sedang melamun. "nona,jangan melamun. Awas setan masuk itu." "aduh om,bikin kaget saja" sambil tertawa kecil. "nona mau kemana ee" "mau ke Malaysia om,dekat kah Malaysia itu om?"  "oh Malaysia, dekat nona, naik perahu juga bisa" sambil tertawa "aduh om ee, mereka bilang jalan pake kapal besar itu." "ia nona,kapal besar." om sopir yang saat itu sedang panas-panasnya melaju mobil dengan kecepatan tinggi yang penumpang saat itu hanya 2 orang saja yaitu kenek dan si gadis Moni. Tak lama sampainya di tengah hutan pagi-pagi itu om sopir menghentikan mobilnya. Entah mengapa moni merasa takut, apalagi ia seorang diri saja.

Ditempat lain berjarak  10 km dari tempat berhentinya mobil tersebut hati seorang ibu sedang mencemaskan kepergian gadisnya si Moni "anak ee.. Mama rindu ini. Tuhan kenapa ini perasaan lain sekali? Tuhan jaga Moni,bimbing diaTuhan." tangisan mengiringi.

"Bapa..... Mamaa...... Tolong Moni..... Aehhh lepas Moni om sopir..." teriakan Moni hanya memantulkan suaranya kembali,sepi,sunyi,hanya suara burung hantu,kegelapan dan tawa nafsu si om sopir dan kenek. "jangan om.. Tolong jangan.." habis,kandas semuanya,hilang,dan hancur saat itu juga. Kegadisan,harapan,keinginan untuk bahagia lenyap saat itu juga. Tawa om sopir di balik deretan kursi mobil mengayunkan kenikmatan keji membuat Moni sang gadis tak dapat berbuat apa-apa. Tangisan itu,tawa om sopir itu membuatnya hancur. "biadap..." mendorong om sopir dan memukulnya menggunakan besi yang ada di samping kursi "apa engkau bilang,biadap?" menamparnya berkali-kali "saya punya giliran sudah." om kenek yang jelek itu,berkumis tebal,dan berambut kriting. Mereka berdua keji, nafsu itu yang diiringi sedikit teriakan kecil menambah gairah si penjahat itu.

Melawan tak dapat, lemas tubuhnya yang mungil tanpa seuntai penutup. Sadis memang, kenikmatan sesaat, merenggut nyawa pula. "matilah kau." menusuk perutnya dengan pisau tajam yang selalu di bawah kenek berkumis itu. Satu tusukan membuatnya tak bernyawa, sedih tak ada yang merasakan penyiksaan itu. Hanya Moni si gadis berkulit hitam manis yang merasakan itu. Tragis dan sangat menjijikan. Di balik kegelapan yang sunyi "cepat kau buang mayatnya di kali, ini pakaian kau taro di pinggi kali itu." perintah si om sopir buruk hati itu.

Di rumah yang letaknya jauh, hati seorang ibu semakin tak karuan. "oh anak e.. Mama cemas sekali."

"Oee.. Mayat..mayat eee..." teriakan seorang anak yang melewati kali itu.. Mayat Moni tergeletak di pinggir kali. 

Di tempat lain om sopir dan keneknya mati secara tragis setelah menabrak pohon besar dan mobilnya terguling hingga masuk jurang. 

Profil Penulis:
Hai, namaku yatni. Saya bersekolah di SMAK St. Fransiskus xaverius, ruteng di NTT. Saya sekarang berada di kelas XII. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Kesunyian dari Timur""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel