CERPEN "Marine And Bess" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Marine And Bess"

CERPEN "Marine And Bess"
MARINE AND BESS
Karya Anas Syafaat

Pagi itu seperti biasa Marinten membuka pintu kamarnya, kemudian berjalan keluar menikmati pagi di atas teras. Kebetulan kamar marinten berada di lantai dua dari tiga lantai rumahnya, ia berdiri di sisi pagar pembatas, melihat keramaian sekitar rumahnya. Hari ini adalah hari terkhirnya berstatus sebagai gadis, karena beberapa jam lagi Kangmas sum atau Sumantri akan datang bersama seluruh keluarganya, untuk memperistri Marinten. Marinten sudah pasrah bahwa jodoh memang di tangan tuhan, tapi sekalipun begitu, marinten merasa kecewa kepada bapaknya, karena memilihkan calon suami yang ia sendiri belum tau bagaimana persis orangnya. 

Marinten adalah gadis yang bisa di bilang tersohor di desanya, marinten mempunyai wajah yang kata pemuda desanya mirip artis ibu kota, sebelas duabelas dengan Dian sanstro . tapi Marinten di kenal suka pilih-pilih, banyak pemuda sedesanya yang sudah berusaha merebut hatinya. Dan akhirnya cinta mereka hanya bertepuk sebelah tangan, Marinten tetap enggan menerima salah satu dari mereka. Hingga akhirnya tiga tahun lalu ia memutuskan untuk hijrah ke Taiwan untuk menjadi TKW di sana. Meskipun Marinten berada jauh di luar negri tapi masih banyak pemuda yang berusaha melamarnya. Tiga tahun bekerja di luar negri, marinten sudah bisa membangun rumahnya yang semula biasa-biasa saja, menjadi rumah paling mewah sedesanya. Terdengar kabar angin di desanya, bahwa marinten bekerja sebagai pegawai salon di Taiwan, kemudian entah bagaimana ceritanya Marinten sampai bisa membuka salon sendiri di sana. Kabar ini terdengar sampai ke telinga Basuki. Basuki dulu adalah teman sekelas Marinten di SD. Lama tidak berjumpa, Basuki merasa ingin mencari kontak Marinten. 

“Kalo dulu sih ini nama pesbuknya ini mas,  tapi saya kurang tau, wong sudah jarang bukk pesbuk mas, mending nguli dapet duit” ujar Tarmin salah seorang yang pernah di tolak juga oleh Marinten.” Jadi nama pesbuknya Marine cheng  ini kan mas?”. “iya, tapi coba di cek dulu mas”.” Makasih mas Tarmin, semoga cepet dapet jodo ya mas”, Basuki meninggalkan Tarmin dengan tawa sok akrab. Basuki pergi menuju warnet, memang meski zaman sudah semaju ini. Tapi tidak ada cerita maju untuk desa mereka. Karena nama desanya adalah desa Suka mundur. Masuk warnet Basuki tidak butuh waktu lama untuk menemukan akun Marine cheng, yaitu akun Marinten tadi. Basuki mulai melihat-lihat foto Marinten, Basuki terpesona melihat foto Marinten yang menurutnya lebih cantik dari Dian sastro. Kemudian Basuki mengirim permintaan pertemanan dengan nama akunnya yang bernama Basuki Bukan Ahok, mungkin maksudnya biar tidak di sangka sebagai gubernur Jakarta sekarang ini. 

Sebulan kemudian Mereka sudah sangat akrab di pesbuk. Basuki bukan Ahok bertanya tentang kapan dan dengan siapa Marine cheng  akan menikah. Marinten mulai memberikan sinya kepada basuki;

Marine cheng
Aku bakalan nikah,kalo mas Bess Bukan Ahok yang nglamar ke bapak, makanya cepetan lamar???? (pamer emoticon ngejulurin lidah)

Bess Bukan Ahok 
Memangnya Marine cheng  belum ada yang punya??? (sambil pamer emoticon yang lagi nafsu)

Marine cheng
Sudaaah, buruan lamar ke bapak, nanti di bawa orang baru nyesel !!!

Bess Bukan Ahok
I love u Marine cheng

Marinten senang sekali karena Basuki akan segera melamarnya. Memang marinten sudah ada rasa dengan basuki sejak dulu hanya saja pada waktu itu Basuki masih merantau di Sumatra. Itulah alasan kenapa Marinten selalu menolak jika ada yang datang untuk melamarnya. kini Marinten merasa kehidupannya tinggal selangkah lagi akan menjadi sempurna, kekayaan telah ia dapat, dan basuki akan telah mau menemui bapaknya di kampong untuk melamar.

Dua bulan berlalu, Marinten menunggu kabar Basuki yang tak kunjung menghubunginya. Marinten sudah berusaha menghubungi lewat telepon tapi tidak ada hasilnya. Menurut Karto(bapaknya marinten) Basuki tidak pernah datang untuk melamar marinten. Marinten hanya berharap lamaran Basuki di terima bapaknya. Beberapa hari kemudian Karto memberi kabar Bahwa lamaran Basuki telah di terima, dan karto ingin anak semata wayangnya tersebut segera pulang, karena pernikahan akan di laksanakan minggu depan. Mendengar berita tersebut Marinten sangat bahagia dan memutuskan pulang malam ini juga.

Sampai di rumah Marinten merasa aneh, kenapa dari kemaren Basuki tidak menghubunginya. Martini bertanya pada karto tentang basuki;

“Pak. . . pak . . memangya mas Basuki kapan datang ke rumah?”, Tanya Marinten sambil menyisir rambutnya yang baru saja di bonding.
“Begini lo nduk. . . .  sebenere Basuki memang pernah melamar kamu, tapi mbokmu ndak setuju. Bapak ya gimana to nduk, wong kamu tau sendiri ngokroknya mbokmu itu, malah mbokmu menyuruh bapak menerima lamaran Sumantri( kangmas sum).

Mendengar ungkapan bapaknya Marinten menangis nggak karuan.

“Pokoknya kamu harus nikah sama kangmas sum, kamu ndak ingat dulu, dia yang biayain kamu sampai bisa pergi ke Taiwan, ini saatnya kamu balas budi”, Ucap Suripah sambil nyingkur dari muka Marinten. “tapi kan duita sudah Marinten balikin to mbok”, sambil tersedu-sedu Marinten terus membantah simboknya. “pokoknya nikah titik”.

Seminggu kemudian tibalah hari pernikahan Kangmas sum dengan Marinten, merinten berdiri di teras pagi itu, tiba-tiba Basuki datang dri jauh melambaikan tangan. Marinten gembira bukan kepalang, meski lamaran basuki di tolak oleh simboknya, tapi basuki tetap mau menemuinya untuk terkhir kali. Basuki memberikan tanda Marinten untuk segera turun. Marinten berlari menemui Basuki;

“Marine, kamu harus kabur dengan saya, setidaknya untuk menghindari pernikahan ini”.”ndak Bess, aku ndak tega sama simbok, bagaimana nanti jika simbok kenapa-napa gara-gara aku kabur”.”kita memang tidak jodoh Bess. Kemudian Marinten berlari meninggalkan Basuki di sertai rintik gerimis pagi itu. “marine. . . . . “ teriak Basuki yang tak di gubris Marinten.

Kemudian datang rombongan mobil mewah dari arah belakang Basuki, rombongan itu berhenti tepat di depan rumah Marinten. Di tengah rombongan tersebut ada satu bajai yang nyasar. Bajai itu di hias layaknya mau ikut acra karnafal. Beberapa saat kemudian Kangmas sum keluar dari bajai tersebut, di susul para pengiring yang keluar dari mobil mewah. 

Tanpa menghiraukan basuki yang terlihat anyep setelah di guyur grimis, rombongan Kangmas sum masuk kerumah Marinten.

Menjelang aqad nikah Kangmas sum terlihat sudah sangat penasaran dengan Marinten yang sekarang. Hampir sejam mereka menunggu Marinten  bersolek, beberapa kemudian Marinten turun bersama ibu perias, semua yang hadir di tempat itu memuji kecantikan Marinten. Kangmas sum tak menyangka bahwa calon isterinya sangat cantik, bahkan lebih cantik daripada yang ia bayangkan. Marinten di dudukkan di samping kiri Kangmas sum, di sampingnya Kangmas sum Ndlongop, jantungnya berdebar sangat keras melihat kecantikan Marinten. Marinten memandang calon suaminya tersebut, detak jantung Kangmas sum berdetak makin keras dan akhirnya ia tersungkur ke pangkuan Marinten. Seisi rumah itu riuh melihet kangmas sum tersungkur. Terpaksa mereka harus menunda pernikahan dan memangil dokter.setelah di baringkan dan di periksa, ternyata Kangmas sum sudah meninggal dunia karena terkena serangan jantung. Akhirnya gagallah pernikahan Marinten dengan Kangmas sum.

Beberapa hari kemudian Marinten pergi kerumah Basuki dan bercerita tentang kegagalan pernikahannya. Marinten juga meminta maaf atas penolakan dari simboknya. Kemudian mereka memutuskan untuk menikah. setelah menikah mereka berdua  meneruskan usaha salon Marinten di Taiwan. Setiap tiga bulan mereka pulang kampung untuk menjenguk ke empat orang tua mereka. 

Profil Penulis:
Anas syafaat
mahasiswa
bojonegoro
Anazev@yahoo.com/Anaztasioun

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Marine And Bess""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel