CERPEN "Kakakku Autis" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Kakakku Autis"

CERPEN "Kakakku Autis"
KAKAKKU AUTIS
Karya A.Hardiyanti-Kahar

Aku memiliki Kakak bernama Ari dia mengidap dorm syndrom Aku tidak pernah memberi tahu siapapun termaksud Sahabatku di sekolah. Disekolah aku dikenal memiliki geng cewek ada Fei gadis keturunan tionghoa dan Erica lalu ada  Gladys juga. Aku seneng sekali bermain bersama mereka nongkrong bareng kemanapun. Tapi suatu ketika Ibuku menelpon kakakku menghilang. Pasti mengejar tukang-es krim lagi.

“What?? pulang sekarang, ujarnya kesal.
“Kenapa sayang??”
“Aku lagi kerjain pr dirumah temen sibuk banget jadi ga bisa pulang bu” ujar Angel kesal.
“Aku yakin kamu pasti nggak mau ngurus Ari ya sudah main sama temanmu sana” 

Ibu memang seperti itu jika berhubungan tentang Ari. Dan imbasnya Angel pun kena marah Ibunya. Akhirnya tak lama seorang Bapak Tua datang kerumah Ari.

“Maaf, tadi saya menemukan anak ini di tengah jalan keliahatannya ia sedang mengejar sesuatu tapi sesuatu itu telah pergi” Bapak Tua itu tersenyum kemudian ia memutuskan pamit.         
“Oh ... makasih Pak sekali lagi saya berterimakasih” ucap Ibu Angel Bu Metha sambil menyunggingkan senyuman kecilnya. 

Sudah tiga hari ini Angel selalu pulang sekolah bersama kakaknya yang emang sekolah di sekolah luar biasa. Suatu ketika cowok yang ditaksir Angel muncul. Ia segera bersembunyi dibalik pohon. Angel memekik kesal. 

“Kamu disini, jangan kemana-mana?” ternyata Benji cowok yang disukai Angel sedang mampir ke toko cupcakes. Wajah Angel kian memerah.
“Ah ... ah... adik pulang lapar???” Angel tidak peduli ia mendorong tubuh kakaknya. Hingga kakaknya terjatuh tersungkur.
“Oke kita pulang kak!!”

Angel bersemangat ia sampai membayangkan pertemuannya lagi dengan Benji. Benji adalah incaran Angel waktu pertama kali mos. Karna saat itu Angel pertama kali melihat senyuman Benji Laurent.                                                                            

***
Hingga suatu ketika, seseorang tengah bernyanyi suaranya kedengaran diruang aula seni. Benji, tengah memainkan gitar sebuah lagu afgan mengalun indah. Tiba-tiba permainannya berhenti ketika Claudia Syafera hadir memberinnya selamat.

“Selamat ya lo menang di lomba pensi!!” Claudia memberikan cipika-cipiki. 

Angel kesal ia meninggalkan aula. Sahabatnya juga mengikuti langkah Angel. Ia tak tahu harus berbuat apa rasa kecewa, marah, menghampirinya. Ia duduk di kantin merenung. Apa kurangnya saat ini?

“Kau tidak usah khawatir ngel, pasti kamu bakalan jadian kok sama Benji tenang aja kita bantuin kok” ujar Fei seraya berkata.
“Aku juga kok,” jawab Erica serempak dengan Gladys.

Semenjak hari itu Angel mulai percaya diri. Saking percaya dirinya ia pun sampai lupa sesuatu. Yaitu amanah menjaga kakaknya. Ibunya yang tengah membuat brownies langsung menghampiri Angel.

“Ada apa Ma, kuenya udah jadi Angel mau dong he ... he... he...”
“Baru di oven trus kuenya juga bukan buat kamu tapi buat kakak diakan mau ngumpul sama teman-temannya” Angel bersungut kesal.

Selalu kakak dan kakak yang diperhatikan Ibu. Angel meninggalkan ruang tv. Ia menuju kekamar tiba-tiba sms masuk ke ponselnya.

“Lo Angel, kan ini aku Benji besok jalan yuk!”. darimana dia tahu nomor Angel, Angel berpikir sejenak.
“Kamu tau nomorku darimana??”.
“Siapa sih yang gak kenal Angel, primadona sekolah yang dikenal cantik dan imut kayak Gho hye sun”.
“Jadi aku pacarnya Lee Min Hoo dong” Angel membalasnya sambil tertawa.

Semenjak hari itu Angel sering pergi bersama Benji dan muncul kecemburuan diwajah Claudia. Claudia tersenyum sinis didepan Angel. Tapi Angel sama sekali tidak memperdulikannya.  Sore itu sepulang sekolah Angel dan Benji pergi ke kafe. Tak lama ponselnya berdering. Suaranya Ibunya keliahatan menakutkan. Ada apa dan kenapa? Ari hilang lagi. Angel menutup telponnya ia segera pamit meninggalkan Benji.

“Ada apa Angel?”Angel diam ia tersenyum.
“Nggak kok dari nyokap disuruh balik,” Benji seperti merasakan sesuatu dari nada bicara Angel.

Tapi keliahatanya Benji, mulai curiga saat Angel tengah naik taksi. Ia memilih pulang dengan taxi tanpa diantar Benji. Padahal Benji punya mobil mewah. Akhirnya sesampainya disekolah Ari ... Kata gurunya Ari hilang sejak tadi. Padahal Ari tadi tengah duduk diayunan itu sendirian. Ia  seperti menunggu seseorang. Astaga! karna cinta Angel jadi lupa segalanya.

“Angel, ini semua salahmu karna kamu Kakakmu hilang” Angel merasa bersalah.
“Maafkan aku bu” tak lama sebuah tamparan keras bersarang di pipi Angel. 
“PLAKKK ...” Angel berlari dan menangis. Ayahnya sudah meninggal sejak usianya lima tahun dan ia kini hidup bersama Ibu dan Kakaknya.
Angel berkeliling mencari adiknya. Tak lama pandangannya tertuju pada sesuatu. Ia menemukan adiknya tengah memaksa pedagang ice-cream untuk memberinya ice-cream. Tapi pedagang itu menolak dengan alasan Ari tidak memiliki uang ditangannya. Angel membela Kakaknya.              
“Ini uangnya dan cepat kasih Kakak saya ice cream stawberry favoritnya” Claudia yang kebetulan lewat jalan situ heran. Ia segera mengabadikan foto itu. Sambil tertawa.
“Rasain kamu besok pasti bakalan heboh satu sekolah bakalan tau kalo kakak lo autis ha ... ha ... ha ...!!” Claudia menutup kaca mobilnya.

***

Dan berita itu terdengar diseantero penjuru kelas sebuah tulisan bertuliskan “Kakak Angel Autis” terpasang di mading dengan sebuah foto. Angel kesal ia merobek kertas tersebut.

“Angel, kenapa kamu gak pernah cerita malu ya” jawab Dina tertawa.
“Aku nggak malu kok aku cuma belum siap cerita aja soalnya aku tau respon kalian kayak begini!!” 

Angel akhirnya berlari ke arah toilet. Sahabat-sahabatnya juga sudah mengetahuinya. Ia merasa kesal dan dibohongi Angel. Angel juga bingung kenapa sahabat-sahabatnya kian menjauh.                                                                      
“Ih dasar muna, katanya Kakaknya diluar negeri ganteng apaan?” ucap Erica kesal bukan kepalang. 

Angel marah ia menghampiri meja Sahabatnya dengan kesal.

“Silakan hina aku terus tapi aku bangga soalnya kakakku malaikat tak berdosa”.
“Malaikat tak berdosa maksudnya apaan?” Fei tertawa.
Gladys tersenyum sinis sambil membisiki Erica sesuatu.
“Munafik!!”

Tak lama suara Pak Adam mencairkan suasana yang panas itu. Angel dipanggil diruang BK karna membuat keributan. Tiba-tiba Benji datang.                 

“Angel, nggak salah Pak!!” Akhirnya Benji pun berbicara didepan Pak Adam.
“Maksud kamu apa?”
“Tidak seharusnya mereka menghina kekurangan seseorang” Benji membela Angel. Tak lama Sahabat-sahabat Angel pun dihukum.

Benji, keluar dari ruang BK. Ia menatap Angel. Lalu terdengarlah cerita soal adik Benji bernama Ocha yang meninggal karna kelenjar geta bening. Ia juga seorang berkebutuhan khusus cuma bedanya ia tunarungu. Kesedihan membayang diwajah Angel ketika tahu bahwa adik Benji meninggal disaat Benji tengah merayakan ulang tahun adiknya dirumah-sakit.         

“Jadi adik kamu meninggal dirumah-sakit,” Mata Angel kian sembab mendengarnya.                           “Yup!!”                                                                  

Tak lama terdengar ponsel Angel berdering.      

“Kakakmu nak,” suara Ibu berdering.                       
“Dia kecelakaan” Angel berlari dari koridor sekolah airmatanya tumpah. Benji juga ikut menemani 

Angel kerumah sakit. Sesampainya dirumah-sakit Angel menatap Ibunya.                   

“Kok bisa!!”
“Jadi dia berencana membelikanmu hadiah terus ia menyebrang sendirian ke toko didekat sekolahnya karna Ia tahu kau suka sekali Pancake” ujar Ibunya berurai airmata 
“Tapi tidak usah seperti ini kan bu!!”

Ibu menceritakan soal Ari yang beberapa akhir ini menabung. Katanya didekat sekolahya ada toko kue yang baru saja di buka. Ia berencana menanbung. Kebetulan toko kue itu menjual “Pancake” Angel menangis sejadi-jadinya. Ia memperlihatkan tasnya Ari yang berisi uang. Ia belum sempat membelinya. Dan sebuah Puisi kecil yang ditulisnya walaupun tulisannya sedikit berantakan.

Adik seperti matahari ...  
Kadang suka panas sendiri
Kalau Kakak liat Adik
Cemberut, marah, kesal
Tapi Adik lucu     

Ia tidak suka ice cream dan permen ...
Adik sukanya galak,
Tapi Adik sebenarnya baik
Ia membuat Kakak senang
Karna Adik selalu disayang
Walaupun Adik kayaknya malu liat Kakak!!

Monitor terus bergerak. Angel menatap jendela kamarnya dokternya sedang memeriksa Ari. Ari suka Ice-cream, Angel berlari ke toko ice cream tanpa memperdulikan Benji. Ari suka lagu “Satu-Bintang” Antique dan juga iam the best 2ne1 dan Wonder girls Nobody Wali. Setelah memberi ice-cream Angel kembali dan ia menemukan kembali menemukan wajah Ibunya murang.

“Kakakakmu Ngel,” Angel memeluk Ibunya.
“Mungkin hanya satu bintang yang dapat menghiasi hatimu dan jangan pernah engkau siakan seseorang yang ada dihatimu”

-Antique~ Satu Bintang~

Pemakaman berakhir dengan airmata. Angel bisa merasakan Ibunya yang menangis ketika tau anak kesayangannya meninggal. Pemakan itu begitu bersih dan tak ada satupun kendala apapun. Selama berlangsung penyiram jenazah. Benji juga hadir disana.                                                 

“Sabar ya Angel nasip kita sama kok”                       
“Nggak papa kok Ari udah tenang kok disurga sama Ayah,” Angel tersenyum.

***

Angel melangkah kedalam ruang gerbang sekolah. Benji dan Angel resmi jadian. Tak lama Sahabat-sahabat Angel datang dan meminta maaf. Angel tersenyum.

“Kita minta maaf ngel,”
“Nggak maksud bikin sakit hati Angel kok waktu itu” Gladys memandang Erica sambil sikut-sikuttan.
“Yang mana ya udah lupa tuh?”
“Jadi kita dimaafin,” Angel mengangguk dan berpelukan dengan Sahabat-sahabatnya kembali.

Tersenyumlah Kak seperti Kata Teenebelle dan Semangatlah seperti kata Smash. Angel menatap kearah langit dan melangkah menuju kearah kelasnya.

-The End-


Profil Penulis:
Nama: A.Hardioyanti-kahar
Umur:20 Tahun
Agama:Islam 
Hobby: Nyanyi korea, nulis, baca, nonton drama korea, ngerapp, desain
Ini Twitter aku follow ya guys aku juga pecinta Stand Up Comedy di @arzkyrmdhnk

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Kakakku Autis""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel