CERPEN "Yes or No Hayatus Shaleha" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Yes or No Hayatus Shaleha"

CERPEN "Yes or No Hayatus Shaleha"
YES OR NO
Hayatus Shaleha

Yes or no? ku temukan sepucuk surat didepan pintu rumahku tanpa nama pengirimnya. Apa maksudnya ini, apakah orang salah mengirimkan surat ini? gumamku dalam hati.

Entahlah, aku pun langsung masuk kembali kerumah dan membawa surat itu ke kamar. Sesekali aku berusaha berpikir keras untuk memecahkan pertanyaan yang ada didalam surat itu. tapi, tetap saja hasilnya nihil. Tiba-tiba mamahku masuk kekamarku…

Eh anak mamah sayang lagi ngapain, nih mama bawain roti sama segelas susu. Diminum dulu yah sayang! Pinta mamahku dengan nada suaranya yang sangat lemah lembut. 

Ini mah,barusan aku dapet surat didepan pintu. Tapi aku bingung maksud surat ini apa, didalamnya hanya berisi pesan ”Yes or no”. jelasku pada mamahku.

Mungkin ada temanmu yang iseng kali sayang, gak usah terlalu dipikirin, tuh dimakan dulu rotinya dan jangan lupa juga diminum susunya! Mamah tinggal dulu yah sayang, mamah pergi kerumah tante icha dulu. Kata mamahku.

"Okee mah, hati-hati dijalan yah," sahutku dan melambaikan tanganku padanya.
"Iyah sayang." Sahut mamah.

Aku pun ditinggal lagi dirumah bersama bi ijah yaitu pembantuku dan pa yono, tukang kebunku. Mereka sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Dan aku… ya, aku gak ada kerjaan lagi selain memainkan labtopku. Dari hari ini hingga setengah bulan kedepannya aku libur sekolah karena ini adalah liburan kenaikan kelas. Ku mainkan labtopku dan membuka akun facebook, twitter, dan juga memainkan BBM, Instagram, dan juga Line ku untuk menemani hari-hariku yang sepi ini.

Pada saat aku membuka akun facebookku, tertera di inboxku ada 1 pesan masuk yang belum ku baca. Ku buka inboxku, lagi-lagi akun facebooknya “tanpa nama” yang mengirimkan pesan pada ku, Yees or no?

Why, yes or no again? Bentakku dalam hati. Whatshapp this message?  Tanyaku penuh penasaran. Kali ini ku buka lagi akun twitter, bbm, line, dan Instagramku. Lagi-lagi aku mendapatkan pesan yang sama persis dengan surat yang pertama kali ktemukan didepan pintu rumahkun itu.

Beribu pertanyaan muncul dikepalaku. Ada apa dengan semua ini? Apa maksudnya? Kenapa selalu pesan itu yang menghampiriku? Arghhhh. Semakin aku bertanya-tanya semakin pusing aku memikirkannya. Dan akhirnya aku pun menyerah, ku letakkan surat itu diatas meja belajarku, dan kuistirahatkan otak ku dengan tidur siang. 

__
Seorang lelaki dengan mengenakan jaket hitam dan bertopeng menarik tanganku dengan kasar.dan membawaku kesuatu tempat.

“jawab pertanyaanku, yes or no?" bentak lelaki itu kepadaku
“No… no… no” jawabku setengah berteriak di depan wajahnya.
“ini kesempatan terakhirmu, jawab pertanyaan ku dengan benar. yes or no?" bentaknya lagi
“jawabanku tetap sama, No” bentakku lagi

Dia pun mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, ya, aku kenal benda itu. itu sebuah pisau. Dia menodongkan pisaunya ke depan wajahku, dan berkata”kamu akan menyesal dengan pilihanmu itu”. dia mulai melangkah mendekatiku,.. terus mendekat..mendekat… mendekat dan….BRUKK !! akuu terjatuh dari tempat tidurku. “aww”jeritku kesakitan. Ada apa lagi dengan mimpi ini? Lagi-lagi pertanyaan yang sama”yes or no”, dan siapa lelaki bertopeng yang ada dimimpiku itu? tanyaku dalam bathin dengan keheranan.

krreekkkk… suara pintu kamarku terbuka dengan perlahan-lahan. Mendengar suara itu aku pun merasa bulu roma ku berdiri, aku sangat ketakutan dan menutup mataku. Tiba-tiba ada tangan seseorang yang mendarat dipundakku.

“Aaaaaaaaaaaa” aku berteriak sekencang-kencangnya berharap ada seseorang yang menolongku untuk mengeluarkan ku dari kamarku ini, kakiku serasa tidak bisa dijalankan dan tubuhku serasa sangat lemah untuk digerakkan.
“Non, non Vera, ini bi ijah. Apa yang terjadi non?” Tanya bi ijah khawatir

Aku pun membuka mataku dan bersyukur bahwa yang menepuk pundakku ini adalah bi ijah. “aku tidak kenapa-apa bi” kataku gemetaran

“Non Vera yakin gak kenapa napa?”Tanya bi ijah memastikan keadaanku
“iya bi, Vera gak kenapa-napa. Mamah dan papahku udah pulang? Tanyaku pada bi ijah
“belum Non, papah non vera lembur dan besok pagi baru pulang sedangkan mamah non vera nginap dirumah tante icha karena ada pekerjaan yang harus diurus disana”jelas bi ijah padaku
“Huhhh lagi-lagi aku ditinggalin”kataku jengkel.”

Kulihat jam dinding kamarku telah menunjukkan pukul 04:15 p.m. Aku pun bangkit dan melangkahkan kakiku menuju lantai dasar menuju taman disamping rumahku untuk menghirup udara segar. Aku duduk dan membaca novelku disana dengan ditemani juice alvokat kesukaanku. Tak terasa hari sudah semakin sore, matahari mulai kembali keperaduannya. aku pun juga harus masuk kedalam rumahku. Kuletakkan novelku di Sofa ruang tamu. Aku pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badanku. 

Setelah semuanya selesai, bi ijah yang berada diruang makan memanggilku. Dia telah menghidangkan berbagai macam makanan kesukaanku untuk makan malam ku. Bi ijjah dan pak yono kuminta untuk makan bersama menemaniku.  Setelah selesai makan, bi ijah merapikan kembali meja makan tersebut dan pak yono pergi menuju kamarnya dan akuu… lagi-lagi aku bingung harus ngapain. Kuambil saja beberapa cemilan dan kubawa keruang tamu untuk menonton tayangan di TV.

Ketika aku mulai merasa bosan, kulirik jam dindingku, ternyata jam telah menunjukkan pukul 10:30 p.m. aku pun bergegas bangkit menuju kamarku dilantai dua. Sebelum itu, kupanggil terlebih dahulu bi ijah dan pak yono. Namun tak ada jawaban dari mereka. 

“Mungkin mereka telah terlelap” pikirku dalam hati. Malam ini suasananya tampak lebih mencekam dari biasanya, Aku pun segera mematikan tv dan mulai menaiki satu demi satu anak tangga dengan perlahan-lahan. Dipertengahan langkahku, tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang mengikutiku. Ku tengok kebelakang, namun tak seorang pun yang ku dapatkan. Ku percepat langkahku untuk segera sampai ke kamarku. Ketika aku membuka gagang pintuku, tanganku diseret kasar oleh seorang laki-laki berjaket hitam dan bertopeng. Sejenak aku teringat akan mimpi burukku di siang hari, lelaki yang menyeretku ini persis dengan lelaki yang dimimpi ku itu. jantungku mulai berdegup kencang, nafasku mulai tak beraturan, kini aku benar-benar ketakutan.dia terus menyeret ku dengan paksa kemudian dia berhenti dan melepaskan tanganku. Dan berkata”jawab pertanyaanku dengan benar yes or no?”teriaknya dengan lantang. Aku semakin ketakutan, “ini benar-benar nyata, mimpiku benar-benar nyata”gumamku dealam hati. 
“Aa..a..apa maksudmu” tanyaku dengan gagap. 
“kau hanya jawab pertanyaanku saja, Yes or no?” bentaknya lagi. 
“aku tidak mengerti maksudmu” sahutku lagi dan menangis ketakutan dibuatnya. Dan aku kembali bertanya ”ka…kamu siapa?”

Hhaaa..hhahaa..haha

Dia tertawa sekencang-kencangnya seakan meremehkan dan menertawakan pertanyaanku.

“kau bertanya siapa aku, tidakk. Kau tidak perlu tau siapa diriku. Yang perlu kau tau adalah dimalam ini, dijam ini, di menit ini dan bahkan didetik terakhirmu ini aku malaikat maut akan merenggut nyawamu.
“bi ijahhhhh, pak yonooooo tolong veraaaa, tolong selamatkan vera” teriakku menjadi-jadi
“percuma kamu teriak-teriak seperti itu, bi ijah dan pak yono telah kuhabisi lebih dulu sebelum aku menemuimu. Sekarang adalah giliranmu veeeraa. Dia pun kembali tertawa terbahak-bahak.

Aku berusaha sekuat tenaga melangkahkan kakiku untuk kabur, namun dia semakin mendekat… mendekat … mendekat dan… ya benar dugaanku. Dia mengambil sesuatu dari saku celananya. Itu pasti …pasti pisau. Betul sekali dia menodongkan pisaunya kedepan wajahku dan menusukkannya ke perutku kemudian dia berkata”selamat tinggal veraa yang manis”. Kini aku merasakan ada cairan segar mengalir ditubuhku, tubuhku tergeletak tak berdaya dengan berlumuran darah.

Penglihatanku mulai kabur dan kini semakin gelap… gelap dan gelap. Sekarang aku tak tau berada dimana, didunia ataupun sudah berada diakhirat.

__

Ketika ku buka mataku, kini aku telah berada diruang operasi. Dokter dan beberapa perawat telah siap mengoperasiku. Suntik bius pun mendarat ditubuhku, kini aku tak sadarkan diri yang kedua kalinya.

__

Kini aku telah sadarkan diri kembali, namun penlihatanku masih kabur. Disana aku melihat ada soeorang perempuan dan lelaki paruh baya berada disampingku. Ku buka mataku perlahan-lahan hingga penglihatan ku pun jelas, dia mamah dan papahku yang menunggu setia disampingku.

“maa..mah, paa.pah” panggilku lirih
“iyaa sayang, syukurlah kamu sudah sadar" sahut mamahku
“aku kenapa mah, pah?” tanyaku lagi
“malam itu sebenarnya mamahmu mau menginap dirumah tantemu, namun ada berkas yang ketinggalan dirumah, mamahmu pun pulang kerumah untuk mengambil berkasnya tersebut. Namu apa yang ditemuinya. Dia menemukan bi ijah dan pak yono tak bernyawa, dia pun langsung naik ke lantai dua untuk mencek keadaanu. Ternyata disamping tangga kamu tergeletak tak berdaya dengan berlumuran darah. Dan disampingmu ada seorang lelaki bertopeng yang tampak kebengongan seperti orang tak waras, mamahmu pun langsung memanggil papah. Papah pun langsung pulang dan menangkap lelaki itu dan ibumu segera membawamu kerumah sakit. Lelaki itu papah bawa kekantor polisi, dan ketika dicek kejiwaanya, ternyata dia adalah seorang psikopat yang mengalami Antisosial Personality Disorder. Karena dia mengalami penyakit kejiwaan, polisi pun membebaskannya, dan dia dilarikan kerumah sakit jiwa” tutur papah panjang lebar
“Antisosial Personality Disorder, apa itu pah?” tanyaku penasaran.
“Antisosial Personality Disorder adalah Gangguan kepribadian antisosial yang sering disebut sebagai sociopathy dalam budaya populer. Individu dengan antisosial Personality Disorder sering kurang empati dan cenderung tidak berperasaan, sinis, dan menghina perasaan, hak, dan penderitaan orang lain. salah satu ciri penderita  Antisosial Personality Disorder adalah Lekas marah dan agresivitas, seperti perkelahian fisik berulang atau serangan. Seorang psikopat pada umunya merugikan orang lain dan sering menjadi sumber masalah bahkkan dia bisa menjadi seorang pembunuh. Karena dia mengalami kejiwaan yang diluar kendali.”jelas papah sedetail mungkin
“mahhh. Pah. Bolehkah aku melihat lelaki bertopeng itu?” pintaku pada mamah dan papahku.
“tentu saja boleh sayang, namun kamu harus benar-benar pulih dulu” sahut mamaku dengan senyum manis dan pelukannya yang hangat.
“baiklah mah.” jawabku dengan tersenyum

__2 hari kemudian

Aku beserta mamah dan papahku berangkat kerumah sakit jiwa untuk menemui lelaki bertopeng itu. sesampainya disana, betapa terkejutnya aku ketika papah menunjukkan jari telunjuknya kearah seorang lelaki pasien psikopat.

“lelaki itulah lelaki bertopeng yang hampir saja membunuhmu sayang” kata papahku
“apa? Benarkah?”aku tersentak kaget melihatnya
“kenapa sayang, apakah kamu mengenalnya?” Tanya mamahku penasaran
“iya mah, aku mengenalnya bahkan aku sangat mengenalnya. Lelaki itu namanya Dion, dia temen Vera mah. Dion sudah beberapa kali menyatakan cintanya ke vera, namun vera selalu menolaknya, karena perilaku yang bebas dalam pergaulan itulah yang membuat vera tak suka padanya mah. Apakah mungkin karena vera menolak cintanya, dia menjadi depresi hingga mengalami Antisosial Personality Disorder itu mah, pah?”tanyaku dengan mata yang berkaca-kaca.
“mungkin bisa jadi seperti itu, namun semuanya itu bukanlah salahnya vera sepenuhnya, ini sudah menjadi takdirnya Dion, kita doakan saja semoga dia cepat sembuh dan bisa memperbaiki dirinya”kata papah menenangkanku
“aku sedih pah, jika aku menjadi penyebab dion seperti ini, namun aku juga bersyukur dia bisa dirawat ditempat ini dan aku sangat bersyukur juga masih diizinkan untuk bernafas didunia ini”kataku
“maafkan mamah dan papah yah sayang, karena sering ninggalin kamu dirumah karena kesibukan kami” kata mamah sambil memelukku erat seakan tak mau pisah lagi denganku.
“iya mah, pah. Janji yah jangan ninggalin aku dan selalu temenin aku. Aku takut hal ini terulang lagi” jawabku sambil memeluk mamah dan papahku.
“iyaa sayang” sahut mereka serentak dan mencium keningku.

The end

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Yes or No Hayatus Shaleha""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel