CERPEN "A Thousand Word" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "A Thousand Word"

CERPEN "A Thousand Word"
A THOUSAND WORD
Karya William E.K. Putra

Suatu hari disebuah kota kecil di amerika hidup seorang bocah kecil penjual koran yang hidup serba kekurangan dan menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari dia berkeliling kota untuk menjual korannya,Bocah ini bernama Alex Edward

Tak seperti kebanyakan orang yang menjual koran baru, bocah ini menjual koran bekas yang tentu saja sedikit peminatnya..

"Koran..koran bekas.." terdengar suara Alex menjual korannya "bu anda ingin membeli koran?" Alex menawarkan kepada seorang wanita, wanita tersebut menoleh kearah Alex dan merasa iba lalu dibelilah salah satu koran milik Alex "ya saya beli satu nak", Alex pun merasa senang setidaknya ada yang bisa dia bawa pulang meskipun hanya sedikit.. setelah membeli dan berjalan jauh sang wanita pembeli koran tersebut membuang koran yg dibelinya karena dia membeli hanya karna Iba lalu, Alex melihat wanita tersebut membuang koran yg dibelinya tadi seketika senyum kecil bocah itu sirna... "kecewa" itulah yang dirasakannya...

Malam pun tiba seperti hari-hari biasanya sebelum pulang Alex menuju tempat pembuangan sampah dan berharap mendapatkan barang yang bisa dia jual kembali. Alex adalah tipe pekerja keras..

Hari demi hari berlalu Alex masih seperti biasa.. menjual korannya keliling kota hingga tiba-tiba Alex kecil merasa kelelahan, lelah sekali keringat menetes bak rintik hujan..
Lalu dia tiba disebuah rumah kecil dan duduk didepan teras rumah tersebut untuk beristirahat dan berharap keajaiban datang. Tanpa ia sadari ternyata ada seorang Anak perempuan mengawasinya, ya tepat sekali anak otu adalah pemilik rumah tempat Alex beristirahat, anak itu pun keluar dan bertanya "apa sedang kamu lakukan di teras rumahku??", "apakah kamu mau membeli koranku??, aku sudah begitu lelah dan aku memutuskan untuk istirahat sejenak di teras rumahmu, jika ini membuatmu tidak nyaman aku akan pergi" jawab alex terbata-bata, "hmm, tunggu dulu" kata perempuan itu lalu perempuan itu masuk kedalam rumahnya dan tak lama kemudian dia keluar dengan membawa segelas susu dan berkata "aku tidak mempunyai uang untuk membeli koranmu tapi aku mempunyai segelas susu untukmu setidaknya bisa menahan dahagamu, ini" gadis itu memberikan segelas susu yang dia buatkan untuk Alex... "hmmm, ini enak sekali terima kasih. Sepertinya kita bisa menjadi teman" ucap Alex menawarkan pertemanan, "aku tidak begitu tau cara berteman karna selama ini aku tidak pernah punya teman" gadis polos itu menjawab dengan lugu..

Mereka berduapun berjabat tangan lalu menjadi teman dan menghabiskan hari itu dengan bertukar cerita......
Malam haripun tiba Alex pun segera pulang, "aku pulang dulu ya. Hmm kita belum berkenalan??" Ujar Alex, "namaku Ana, dan kamu?" "Aku Alex" sahutnya..

Alex pun pulang dengan perut yang kenyang, setiap hari Alex pun menyempatkan waktu untuk berkunjung kerumah Ana.. hingga pada suatu ketika Alex mengunjungi rumah Ana dan melihat plang didepan rumah Ana yang bertuliskan "dijual" Alex kaget sontak bocah itupun khawatir........ Tahun demi tahunpun ia lewati dengan selalu merindukan sosok Ana yang tiba2 menghilang dari hidupnya, memasuki masa remaja hingga Alex menjadi pria Dewasa yang sukses dan mendapat gelar dokter.

Alex bekerja disebuah rumah sakit terkenal di Amerika sebagai dokter..

Suatu hari ada sebuah pasien seorang wanita yang terkena kanker payudara pasien tersebut adalah sosok gadis kecil bernama Ana.. ya tentu saja kehidupan Ana tidaklah bahagia ia hidup di keluarga yang rusak anak brokenhome tepatnya dan bekerja sebagai "wanita panggilan" lalu Ana dirawat selama kirang lebih 3 bulan di rumah sakit itu.. dan ia dinyatakan sembuh total

Ana menuju ruang administrasi dengan hati-hati karna takut tidak mampu membayar seluruh biaya pengobatannya.. hingga sampai diruang administrasi Ana bertanya "Berapa yang harus saya bayar??" Tanya Ana dengan perlahan.. lalu sang pengurus administrasi bertanya "maaf, nama anda??", "Ana......" belum selesai ia menjawabnya lalu sang suster memberikan surat kecil kepada Ana, "silahkan Ibu baca" kata sang suster, Ana pun membuka surat itu ternyata surat itu berisi "sudah dibayar dengan segelas susu" Ana kaget sekaligus tidak percaya ternyata yang menjadi dokter dirumah sakit terkenal itu adalah Alex Edward penjual koran yang menjadi temannya semasa kecil..

"Hai gadis pembawa susu" terdengar suara Alex memanggil Ana dengan rasa bahagia.. Ana menoleh kebelakang lalu lari dan memeluk Alex dan berkata "aku merindukanmu", Alex menjawab "aku merindukanmu lebih dari ribuan kata yang bisa kukatakan"..

~The End

Profil Penulis:
Nama: William E.K. Putra
FB: McWilliams
Instagram: William_Exc
Twitter: @Do_KnockJr

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "A Thousand Word""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel