CERPEN "Bintang yang Akan Redup"
CERPEN "Bintang yang Akan Redup"
BINTANG YANG AKAN REDUP
Karya Nadya
Malam yang indah dimana langit diterangi oleh pancaran sinar bulan dan bintang. gadis yang bernama cahaya itu menatapi bulan dan bintang dengan takjubnya. Entah apa yang dirasakannya, ia sempat berkata alangkah sedihnya aku, jika langit nan indah ini, tiba – tiba diguyur oleh tetesan hujan.
Udara malam yang sangat dingin tapi rasa kantuk pun belum tiba. Gadis itu masih menatapi langit yang ditaburi dengan jutaan bintang dan bulan. Tiba – tiba terdengar suara langkah kaki menuju kamar gadis itu, lalu ia pun langsung bergegas menutup jendela kamarnya, “ Cahaya, kenapa kamu belum tidur nak, ini sudah teramat larut bagimu, ayolah sayang tidurlah, dipangkuan ibu, ,nak “. Kata – kata dari sang ibunda tadi, membuat seorang gadis yang bernama cahaya itu menangis ditengah tidurnya.
Alaram berbunyi, pertanda bahwa gadis itu bersiap – siap akan membuka jendela dan menyambut pacaran dari sinar mentari pagi, “ Oh betapa indah cahaya pagi ini “ kata gadis itu sambil tersenyum menatap sang mentari. Tiba – tiba pandangan gadis itu berpaling dan terarah kepada sekumpulan anak-anak yang tengah bermain, tertawa riang gembira, melangkah kesana dan menlocat kian kemari. Ya … hal tersebut membuat gadis itu teramat sedih, andaikan ia bisa seperti anak – anak tadi selalu hidup riang, bebas melakukan apapun tanpa adanya penghalang. Seorang gadis yang seharusnya mendapat penanganan dan pengobatan yang lebih eksklusif, tap apalah daya, hanya secarik uang kertas yang membuat gadis itu tidak mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan. benar gadis malang tersebut menderita osteosarkoma yang dikenal dengan kanker tulang, dimana gadis tersebut telah menderita penyakit tersebut selama 4 tahun lamanya.
Mentari pun mulai tenggelam, gadis itu kembali menatapi langit seperti biasanya ,tetapi suasana langit yang tak seperti biasanya, , langit gelap tanpa bintang dan bulan yang benderang, sepertinya akan ada sebuah peristiwa. Ia pun menutup mataa dan berdoa kepada yang maha kuasa “ ya tuhan, berikanlah sedikit waktumu untukku, tapi jika engkau tak menghendakinya aku mohon tolong selamatkan keluargaku dan lingungilah mereka “. Lalu ia pun menutup kembali jendela kamarnya dan menuju keatas sebuah ranjang kecil dan kumal, ya benar sebuah ranjang yang tak layak lagi untuk ditempati, tapi apalah daya, hanya itu yang ia punya. Terpintas dipikirannya jika ia bisa bertahan untuk malam ini saja ia berjanji akan membahagiakan keluarganya, tapi takdir berkata lain terhadap gadis itu, hingga ia pun mulai kuncup dan tak berdaya.
Profil Penulis:
Nama saya Nadya tiara dewi. saya seorang pelajar.
Facebook : Nadya tiara dewi
0 Response to "CERPEN "Bintang yang Akan Redup""
Post a Comment