CERPEN "Terima Kasih" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Terima Kasih"

CERPEN "Terima Kasih"
TERIMA KASIH IBU
Karya Seplindi

"Doni! Bangun nak!" seru Bu Marni membangunkan anak tunggalnya.
"Ah! Ibu, masih ngantuk nih" kata Doni bermanja pada ibunya. Doni adalah anak semata wayang bu Marni, dari kecil Doni selalu dimanja, semua keinginanya harus terpenuhi, hingga ia besar kebiasaan bermanja-manja selalu ia lakukan, tetapi bu Marni tidak pernah memarahinya, karena bu Marni sangat sayang pada Doni.

Pada suatu hari, Doni melihat temannya yg memiliki sepeda motor, Doni ingin memiliki sepeda motor juga, Donipun meminta pada ibunya. Akan tetapi, bu Marni belum punya uang untuk membelikan Doni sepeda motor. Doni memaksa ibunya untuk membelikan sepeda motor dan ia mengancam ibunya jika tidak ada sepeda motor ia akan pergi. bu Marni berusaha keras untuk mendapatkan uang untuk membelikan Doni sepeda motor, namun sayang uang yg bu Marni miliki belumlah cukup . Karena putus asa bu Marni nekad untuk mencuri, walaupun ia tau mencuri adalah perbuatan yg tidak pantas. Ketika bu Marni tengah mencuri rupanya ia tertangkap basah oleh pemilik rumah yg hendak bu Marni curi. Pemilik rumah itu langsung memanggil beberapa warga untuk memboyong bu Marni ke kantor polisi. Sesampai dikantor polisi bu Marni menjelaskan apa yg terjadi, namun rupanya alasan bu Marni tidak diterima oleh petugas kepolisian.  Akhirnya bu Marni dimasukan kedalam penjara. Doni sangat menyesal terhadap ibunya karena perbuatannya kini ibunya yg harus menanggung beban, Donipun pergi kepada pemilik rumah yg menangkap basah ibunya, ia memohon agar ibunya dilepaskan. Pemilik rumahpun menuruti permintaan Doni, ia mencabut tuntutannya terhadap bu Marni. Ketika bu Marni keluar dari penjara Doni langsung menjemput ibunya yg nampak sudah sangat tua, Doni berlutut dibawah kaki ibunya sambil menangis meminta maaf. Bu Marni memaafkan Doni dan mereka langsung berpelukan sambil menangis. Setelah Doni melepaskan pelukannya bu Marni langsung terjatuh dengan tubuh lunglai. Doni sangat kaget dan langsung dilarikan kerumah sakit namun sayang nyawa bu Marni tidak tertolong. Bu Marni mengidap kanker tumor stadium 4. Doni sangat menyesal karena ia belum sempat membahagiakan ibunya. Doni hanya bisa berkata, TERIMAH KASIH IBU

Profil Penulis:
Nama: Seplindi yunggoli
Ttl: Sabang, 25 September 2002
Facebook: Lindi yunggoli
agama: kristen protestan
cita cita: menjadi penulis terkenal

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Terima Kasih""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel