CERPEN "Cinta Seorang Ibu" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Cinta Seorang Ibu"

CERPEN "Cinta Seorang Ibu"
CINTA SEORANG IBU
Karya Maria Irna Arisanti Nindi

Aku duduk termenung memikirkan bagaimana caranya membujuk mama agar dia mengijinkan aku bermain badminton lagi setelah apa yang terjadi padaku dulu. Karena bermain badminton tangan kananku terkilir, karena peristiwa itu aku istirahat di rumah selama tiga bulan, tetapi sekarang tanganku sudah sehat tidak ada yang cacat lagi, mama tetap tidak mengijinkanku bermain badminton lagi. Malam ini aku bertekad untuk membujuk mama agar dia mengijinkanku bermain badminton lagi. 

’’Mama boleh tidak besok setelah pulang sekolah aku bermain badminton bersama teman-teman?’’
Lalu ia menjawab, ’’tidak boleh. Kamu tuh bandel ya. Dibilangin masih aja ngotot.’’ Kata mama dengan wajah merah.

Melihat ekspresi mama seperti itu aku langsung menunduk dan masuk ke dalam kamar. Sesampainya di kamar aku langsung rebahkan tubuhku di kasurku yang empuk, air mataku tak dapat di bendung lagi. Aku benar-benar sangat marah dengan mama, mama begitu jahat sehingga tidak mengijinkanku bermain badminton. Tanpa makan malam aku langsung memejamkan mataku di atas tempat tidurku, sesaat kemudian mama mengetuk pintu kamarku,memanggilku untuk makan malam, tetapi aku pura-pura tidak mendengarnya karena aku sangat marah dengan mama malam itu, jadi aku memutuskan untuk tidak bertemu dengan mama dulu sampai hatiku benar-benar tenang, aku melanjutkan tidurku sampai pagi.

Aku terbangun ketika matahari menusuk tepat di bola mataku, aku kaget dan terbangun ternyata aku bangun terlambat. Tanpa mandi aku langsung membersihkan mukaku lalu aku menggantikan pakaianku. Tanpa sarapan aku langsung bergegas lari keluar rumah, mama memanggilku untuk sarapan tetapi terlambat aku sudah di depan jalan. Aku menunggu angkot tetapi tak kunjung datang membuatku semakin jengkel dan marah. Sesaat kemudian melintaslah ojek di depan ku tanpa pikir panjang aku langsung menghentikan ojek itu untuk ku tumpangi. Ternyata benar kali ini aku terlambat lagi. Aku terhenti didepan gerbang sekolahku yang hampir tertutup semuanya, aku berteriak kepada pak satpam supaya bisa membiarkanku masuk kedalam sekolah. Tetapi takdir berkata lain, tiba-tiba datanglah guru fisika super kiler di sekolahku, seorang lelaki tua berkumis tebal dan wajah beringas berdiri tepat didepanku. Aku tersentak kaget, ada serigala didepanku. Aku hanya pasrah dimarahi oleh si guru kiler. Dalam hati saya hanya jengkel kepada mama yang membuat saya menjadi terlambat, gara-gara semalam ada masalah dengan mama akibatnya aku bangun terlambat. Setelah habis-habisan memarahiku, si guru kiler menghukumku membersihkan seluruh toilet yang ada di sekolahku. Seandainya aku punya kekuatan magic mungkin aku sudah bunuh itu guru. Setelah melakukan tugasku, aku mengikuti pelajaran dengan kurang bersemangat saking marahnya aku dengan mama. 

Sepulang sekolah aku nekat bermain badminton bersama teman-temanku tanpa sepengetahuan mama. Karena asyiknya bermain aku tidak sadar, kalau mama melihatku dari kejauhan. Mama berlari kearahku, aku sangat kaget karena ditampar mama. Air mata ku mengalir membasahi wajahku yang pucat pasi, aku benci mama gerutuku dalam hati. Tiba-tiba kepalaku terasa pusing, lalu mama membawahku kerumah sakit karena kondisiku semakin parah. Setibanya di rumah sakit aku langsung diperiksa oleh Dokter. Dokter mengatakan kalau aku menderita penyakit yang cukup parah, bila terlambat ke rumah sakit mungkin aku sudah tidak ada di dunia ini. Aku hanya menangis menatap mama.Mama aku minta maaf, karena buat mama sedih.Terima kasih untuk semuanya. Sekarang aku sadar cinta seorang ibu tidak dapat mengalahkan apapun.

Profil Penulis:
Nama:Maria Irna Arisanti Nindi
Sekolah:SMAK Frateran Ndao,Ende
Alamat:Ende,Flores,NTT
FB:Irna Laurensia

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Cinta Seorang Ibu""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel