CERPEN "Run, Run, and Run" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Run, Run, and Run"

CERPEN "Run, Run, and Run"
RUN, RUN, AND RUN
Karya Koko

Tatapannya kosong, matanya hanya tertuju ke suatu benda yang amat ingin ia buka : pintu. Pikirannya entah melayang ke mana. Suara nafasnya berat, badannya menggigil, suhu badannya panas - jika masih ada orang yang peduli padanya dan memegang dahinya dengan telapak tangan, namun tidak ada.

Sudah 3 hari ia terkurung ke ruangan yang sumpek, bau, pengap, dan jengah. Sepanjang mata memandang ia hanya melihat tumpukan barang bekas, obat-obat yang entah apa itu, dan lain lagi.

"Ayolah Liu, kau harus memikirkan satu cara," gumamnya. Sudah sejak ia ditangkap dan dikurung di sana, sudah beberapa kali ia memaksakan otaknya untuk berpikir, ujung-ujungnya ia tertidur lelap karena capek - dan frustasi.

Dan lihatlah fisiknya yang amat mengenaskan.

"Ah, itu dia!" serunya. Ia melihat sebuah balok kayu yang tergeletak di sudut ruangan.

Dengan tertatih ia menghampiri balok itu dan mengambilnya. Dengan sisa tenaga yang ada ia mengangkat balok itu dengan lengan tangan yang amat kurus.

"PYARRRR!!" suara pecahan jendela memekakkan telinga. Yah, suara hasil dari usaha Liu memecahkan jendela dengan balok kayu.

Liu menaiki bingkai jendela.

"Auuu!!" pekik Liu, sisa pecahan jendela menusuk telapak kaki Liu.

Liu kemudia turun, ia menahan rasa sakit dari telapak kakinya - yang mengeluarkan darah segar.

Ia lari menuju hutan meninggalkan "neraka" yang amat menyiksanya. Ia memaksakan diri berlari dengan kakinya yang terluka dan meninggalkan jejak darah segar.

"Hah.." ia kemudian duduk bersandar di pohon. Ia amat capek.

Liu merogoh sakunya dan mengeluarkan sapu tangan bercorak bunga, menggenggamnya amat erat.

"Aku akan kembali Sally, dan kemudian kita akan mengucapkan janji untuk bersama selamanya," Liu bermonolog.

Merasa lelah, Liu menutup matanya. Baru sebentar ia ingin ke mimpinya, suara auman yang ia kenal terdengar sampai ke telinganya.

"Jangan lagi," Liu berusaha bangkit, menahan sakit yang masih di telapak kakinya.

Saat ia lari, ada hantama benda tumpul mengenai belakang kepala. Hantaman yang cukup keras membuat Liu terkapar.

***

"Uhh," Liu membuka matanya. Cahaya di atasnya membuat mata Liu tidak nyaman. Liu sekali lagi mengerjapkan mata dan membuka mata.

Pemandangan pertama yang ia lihat adalah dirinya diikat. Dan disekelilingnya adalah alat-alat yang Liu tidak ketahui.

"Kau sudah sadar?" tanya pria gondrong dengan wajah tirus dan pucat. Matanya menatap tajam ke arah Liu, namun senyuman "abadi"nya selalu terukir di wajahnya.
"Je.. Je.. Jeff," 
"Hohoho, kau ingin menjumpai kekasihmu ya? Namun amat sayang sekali kau kembali di tempatku." Jeff menyeringai.
"Apa yang kau ingin lakukan?" Liu berusaha melepaskan diri dari tali yang melilit di tubuhnya, yang sebenarnya sia-sia saja.
"Tenanglah bung, tidak usah terburu-buru," Jeff kemudian mengarahan pisaunya ke dada kiri Liu.
"Jangan!" Liu kaget.
"Terlambat," Jeff menyeringai.

Suara jeritan yang menyayat hati dan ketawa yang membuat bulu kuduk merinding mengisi suasana gelap malam di wilayah itu. Yah, Jeff Blackmarket.

Profil Penulis:
Nama Lengkap : Koko Mahardika. S

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Run, Run, and Run""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel