CERPEN "Puisi Terakhir Untuk Ayah Karya Rosdiana H" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Puisi Terakhir Untuk Ayah Karya Rosdiana H"

CERPEN "Puisi Terakhir Untuk Ayah Karya Rosdiana H"
PUISI TERAKHIR UNTUK AYAH
Karya Rosdiana H

Cerpen ini berisi tentang seorang gadis lugu yang yang tinggal di tengah kota besar namanya Anaya biasa di sapa Naya dia tinggal bersama ayah dan juga ibunya Naya baru berumur 9 tahun atau serata dengan kelas 3 SD cerita dimualai:

Naya menghampiri ayahnya 
"Ayah ayah naya buat puisi baru ayah"sahu naya
"Oh ya judulnya apa sayang"balas ayah Naya
"Judulnya Dokter"
"Kenapa Dokter"tanya ayah naya
"Karna selain allah yang bisa bantu buat nyembuhin ayah itu Dokter suatu hari nanti Naya akan menjadi seorang dokter ayah dan Naya janji akan menyembuhkan ayah"sambung Naya

Ayah Naya memanng sakit dia lumpuh semenjak Naya masih kecil itulah sebabnya mengapa naya begitu dekat dan menyayangi ayahnya karna dari kecil Nay Dirawat oleh ayahnya karna ibunya sangat sibuk untuk bekerja. Mendengar ucapan Naya ayahnya memeluk Naya dengan berlinang air mata.

"Ayah?"ucap naya. “Ayah kenapa menangis”, sambung Naya
"Nggak sayang ayah cuma menangis bahagia karna allah memberikan anak yang cantik,baik,pintar dan solehah seperti naya"ubangun ah naya
"Naya juga bangga ayah punya ayah yang sangat pengertian nggak seperti mama yang marah marah terus sama Naya"ucap naya
"Sayang kamu nggak boleh ngomong gitu mama itu mungkin lagi capek sayang mama kan kerja buat kamu juga" lanjut ayah naya. Suara mobil dari luar.
"Itu pasti mama . Ayah mama harus baca puisi Naya " ucap Naya yang begitu bahagia. Naya pun berlari menghampiri ibunya
"Mama ini puisi ke 99 yang udah naya buat mama mau baca yah"
"Aduh Naya lagian kamu ngapain sih bikin puisi  gk jelas kayak gini sampai 99 lagi" tutur mamanya dengan sedikit membentak 
"Tapi naya suka ma"
"Denger ya Naya sekali lagi mama liat kamu buat puisi mama akan hukum kamu ingat itu"
"Ta..tapi ma"
"Gak ada tpi tapian naya ingat"
"I..i.iya ma" Naya menangis berlari kekamarnya 
"Ma harusnya kamu tuh gk membentak naya. Naya masih kecil sudahlah biarkan saja" tutur ayah naya
"Mass aku gak mau anak aku menjdi penulis apalagi membuat puisi aku gk suka"
"Ma"
"Udahlah mas. Mas gak usah ngatur-ngatur aku mas. Mas sadar gak sih mas itu lumpuh cacat penyakitan lagi mas gak berhak ngatur aku aku yang cari uang ngerti  mas" tutur ibunya Naya dengan sangat kasar dan beranjak pergi. Ayah naya pun menyusul naya kekamarnya dan mellihat naya menangis
"Naya"
"Ayah"Bangkit memeluk ayahnya
"Kanapa mama tega ngomong gitu sama naya .naya kan suka nulis apalagi  buat puisi. Naya pengen buat. Buku 100 puisi ciptaan Naya sedangkan puisi Naya baru 99 ayah dan mama udah ngeralang"
"Sayang maafin mama kamu yakamu lanjutin aja puisi kamu"
"Nggak ayah naya akan tetap nurutin apa kata mama kan dosa kalau kitanggak nurutin apa kata orang tua" lanjut naya dengan nada yang sangat sedih.
"Kamu memang anak berbakti sayang. Yaudah kamu tidur gih inikan udah malam "lanjut ayahnaya
"Bentar yah tapi ayah janjikan gak bakalan tinggalin naya."
"Ayah janji yaudah bobo ya" tutur ayah naya"
"Ayah temenin naya tidur ya" pinta naya
"Iya sayang"

Ditengah malam naya melihat ayahnya solat dan mendengarkan Ayahnya berdoa:
"Ya allah yg maha pengasih lagi maha penyayang angkatlah penyakit hamba ya allah hamba tidak ingin melihat anak hamba menagis ya allah bukakanlah hati ibunya naya agat bisa mencurahkan kasih sayangnya kepada naya lindungilah anak hamba ya allah amin ya rabbal alamin"Doa ayahnya naya.
"Ayah memangnya ayah sakit apa?
"Eh naya  nggak ko nak kan ayah gak bisa jalan""
"Boong ayah kan sehat-sehat aja kata dokter  dibagian kaki"
"Ayah gak apa apa ko nak"

Ayah naya tiba2 batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya dan tiba-tiba pingsan.

"Ayah ayah ayah kenapa? Mama.. mama..” teriak  naya
"Aduh naya kenapa sih. Ayah kamu kenapa naya?"
"Gak tau ma tiba-tiba ayah pingsan"
"Yaudah kita bawa ayah kamu ke rumah sakit"

Tiba di rumah sakit

"Ma, sebenarnya ayah sakit apa sih"
"Leukimia"
"Apa mama boong kan. Ayo ma bilang klau mama boong ayah sehat-sehat aja kan.”
"Diam naya" dengan nada yang sangat membentak. Dokter kluar dari ruangan ayah naya
"Gimana dok suami saya"
"Berdoa saja bu saat ini bapak aris dalam keadaa koma"ucap dokter
"Nggak ayah pastisehat2 aja"

Naya berlari masuk dan melihat  ayahnya 

"Ayah. Ayah. Ayah kenapa gak ngomong naya manggil ayah bangun ayah"

Di sekolah

"Naya kmu kenapa "?ucap temannya
"Ayah aaku masuk rumah sakit"
"Sabar ya Naya oh iya aku kesini mau ngasih kamu browsur ini kamu kan jago buat puisi "
"Tapi mama aku ngelarang aku untuk buat puisi lagi"
"Justru disini kamu bisa buktiin kalau kamu itu jago buat puisi ok"
"Yaudah liat nanti aja ya"

Dirumah sakit terlihat mamanya naya menangis

"Mama kenapa?"
"Naya ayah kamu udah pergi nak"
"Gak mungkin ayah...” Menjatuhkan browsur kontes puisi itu. 
"Ayah. Ayah kenapa tiinggalin naya kan ayah uda janji bakalan temenin naya terus ayah bangun aku mohon"
"Maafin mama naya. Mama udah mengabaikan ayah kamu daan kamu" tutur ibu naya 
"Kenapa mama baru sadar sekarang setelah papa udah gak ada"
"Maafin mama nak mama janji akan berubah dan enggak bakal ngelarang kamu untuk membuat puisi lagi mama janji."

5 hari sepeninggal ayah kontes puisi itu di mulai 

"Semangat ya nak" ucap ibu naya
"Iya ma"

Oke tiba peserta selanjutnya Anaya.

"Doain aku ya ma"
"Iya sayang"

Naya naik keatas panggung. Puisi ini khusus untuk ayah yang udah ada di surga "tutur naya

AYAH

Ayah..
Dimanakah sekarang dirimu 
Aku rindu.
Hanya denganmu ayah aku mampu melukis senyumku melukis tawaku dan melukis masa depanku
Ayah..
Air mataku tak hentinya menetes sejak kepergianmu yang menyisakan tangis mendalam bagiku rinduku Tak kunjung selesai
Wajahmu selalu terlukis indah dihatiku
Meskipun aku tau ayah tak akan pernah kembali
Ayah..
Aku rindu aku ingin selalu bersamamu bermain denganmu dan melihat senyumanmu
Ayah
Hatiku terasa sesak mengingat betapa singkatnya waktuku bersama ayah 
Ayah
Aku rindu..

Tepuk tangan mengiringi puisi naya dengan berlinang air mata. Ibunya pun berlari ke panggung dan memeluk naya. Seluruh penonton yang hadir pun ikut menangis apalagi setelah pengumuman pemenangnya bahwa naya menjadi juaranya..

SELESAI.

Profil Penulis:
Nama saya Rosdiana .H saya tinggal di sulawesi selatan kab pangkep kecamatan tondong tallasa tepatnya kampung birao saya bersekolah di SMPN 4 SATAP TONDONG TALLASA
kelas 9 sya sangat menyukai membuat cerita dan menciptakan puisi bagi saya itu setengah dari hidup saya .saya tinggal di kampung yang terpencil tapi saya ingin sekali membuat satu novel yang terinspirasi dari hidup saya sendiri .

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Puisi Terakhir Untuk Ayah Karya Rosdiana H""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel