CERPEN "Penantian Cinta Di Pesantren"
CERPEN "Penantian Cinta Di Pesantren"
PENANTIAN CINTA DI PESANTREN
Karya Muthia Albarra
Senja di sore itu, tak ada rasa takut lagi untuk kita saling bertemu, dibawah lukisan mentari yang tenggelam di balik bukit bukit nan indah, sungai yang mengalir dan hamparan sawah hijau yang membentang laksana surgawi, perahu perahu penambang pasir satu persatu menepi setelah seharian berkerja, yah tepatnya tempat ini di gubuk kecil ini kenangan terakhirku bersama kakak kelasku yang berstatus kekasihku pula. "Bukit belakang pondok" begitulah para santri menyebut tempat ini tapi perasaan ku saat itu... entahlah sedih karna akan berpisah, namun bahagia atas kelulusan orang yang kusayangi. 1 tahun sudah kita menjalin hubungan kasih, dimana saat itu aku masih kelas satu MA dan ia sudah kelas 3 MA, di salah satu pondok pesantren disuatu desa terpencil di kotaku. Tak ada senyum sapa lagi, tak ada surat kecil yang terselip di laci tempat dudukku bahkan tak akan ku lihat lagi dia di masjid saat sholat berjamaah seluruh santriwan/wati.
"Ukhty kenapa melamun?" Tanyanya membuyarkan kesedihan ku.
"Enggak ko ka, aku lagi pengen diem ajah, alhamdulillah yah ka acara haflahnya berjalan lancar" jawabku sekenanya.
"Iyah... alhamdulillah..." jawabnya kembali sambil memberikan sebuah bingkisan hijau yahh walau pun agak acak-acakkan menghiasnya.
"Ini buat kamu" kuterima dengan penuh tanda tanya.
"Ini apa ka?" Tanyaku.
"Udah nanti bukanya di asrama ajah, kaka harap kamu suka, oh yah belajar yang rajin yah hafalan qur'an jangan lupa, trus sholat jamaah di masjid kasih contoh yang baik-baik buat adek-adek kelasmu dan berjuang untuk mendapatkan gelar alumni pesantren ini syukur-syukur bisa mumtaz... hehehehe" nasehatnya diiringi tawa kecil di antara senyumnya.
"Insyaallah kak... makasih buat slama ini udah jadi penyemangat aku, jadi kaka yang baik buat aku" jelasku dengan terdunduk malu menahan tangis. Ingin aku menangis di peluknya namun kujaga jarak antara kita karena belum terikat hubungan yang sah lewat akad.
"Iyahh makasih juga kamu udah semangatin kakak selma satu tahun terakhir kaka di pondok," jelasnya. "Abis ini mau lanjut kuliah dimana? " tanyaku basa basi mengalihkan pembicaraan yang memancing air mata ini menetes.
"Insyaallah di jawa timur" singkat nya.
"Ohh... maan najjah (sukses) akhy"
"Pulang yuk kembali ke asrama udah mau magrib ... "
"He eh.." jawabku singkat.
Kita kembali ke asrama berlawan arah menghindari kecurigaan warga pondok,,, mungkin itu terakhir kalinya kita bertemu.
***
Oh yah perkenalkan namaku nissa lengkapnya Anissa rahmatia aku masih duduk di kelas 1MA pon_pes di desa kecil di kotaku salam kenal.
Akhirnya liburan pun tiba saat masa-masa perpulangan para santri kembali kepangkuan orang tua sejenak setelah 2 minggu menjalani ujian test pondok.
*Dirumah
"Assalamualaikumm ummi ... aku pulang," kulihat adek perempuan kecil ku menyapaku.
"Yee kaka pulang "jawabnya dengan riang menggambarkan kebahagiaan atas kepulanganku kupeluk dan ku ciumi pipi imutnya. Tak lama ummi muncul daru arah dapur aku berjabat tangan dan kupeluk ummi mungkin karena kangenn sudah lama tak berjumpa aku sampai meneteskan air mata haru.
Aku kembali kekamarku ku lihat sekitar berantakan mungkin adek-adeku yang melakukanya karena maklumlah masih kecil kecil. Ku raih handphone butut ku ku ambil secari kertas dari sakuku dan tidak berlama-lama aku mengetik pesan singkat ku.
"Akhy ini aku nissa, apah kabar?" Sembari dag dig dug menunggu jawaban pesanku. Yah dia kekasih ku di pondok pesantren namanya muhammad dinar aryadi panggilanya Arya. Tak lama handphoneku berdering.
"Iyah nissa, baik, gimana kabar kamu juga?" jawabnya. Yahh berlanjut setiap harinya berkirim pesan menelfon dan sampai inbok di sosmed. Sampai akhiry suatu pesan yang dikirimnya di malam itu
"Assalamualaikum... ukhty makasih buat perhatian sayang kamu selama ini, makasih buat kenangan kita selama di pesantren mungkin ini pesan kaka yang terakhir sekarang kita ga usah berhubungan lagi kamu fokus belajar begitu juga kaka, kaka ga mau ganggu konsentrasi kamu di pesantren, pesan kaka jangan lupa sholat puasa senen kamis sholat tahajud dhuha di jalanin terus yah. Kakak masih sayang dan pastinya masih cinta kamu jadi berjuang masing masing untuk masa depan kita yah. Kakak janji setelah lulus kuliah nanti dan sukses kaka bakal cari kamu dan balik lagi kaya gini dan tentunya kaka berharap kamu jodoh kaka dan akan di persatukan kembali oleh Allah suatu saat nanti. Aamienn. Kakak akan berusaha untuk tidak mengecewakan kamu. Jaga diri baik baik. I LOVE U BECAUSE ALLAH. Arya n Nissa"
Entah apa yang kurasakan saat ini, dari pesan inilah penntian panjangku di mulai berharap ia akan datang kembali cinta masa pesantrenku. Akhy arya aku merindukanmu dalam diam.
****
6 tahun sudah berlalu
Aku sudah lulus dari pesantren kenanganku itu aku bekerja di sebuah perusaan swasta sebagai nutrition consultant di sebuah mall daerah ibu kota jakarta 2 tahun sudah aku bergelut dengan waktu bekerja dan bekerja, aku tidak bisa melanjutkan kuliahku karena keterbatasan biaya aku lebih memilih bekerja untuk sekolah adik-adiku.
Malam ini setelah pulang kerja aku rebahkan tubuhku sambil fikiranku menerawang jauh hati ku bertanya-tanya kemana perginya dia. Banyak lelaki yang mendekatiku tapi semuanya tidak bisa menggantikan posisi cinta pertamaku Muhammad dinar aryandi. Aku melihat kotak kecilku aku buka isinya msih tersimpan rapi surat-surat darinya saat kita masih dipensantren tawa kecil dari bibirku mengingatkannya, baju merah muda yang ia berikan saat pertemuan terakhir kita dibukit itu aku pakai dengan berbagai macam kerinduan menghiasi hatiku. "Ya Allah bila ia jodohku pertemukan aku kembali denganya, dengan janji suci pernikahan cinta yang kau ridhoi." Sebait doa yang kupanjatkan atas penantianku. Teringat kembali saat masih dipesantren betapa malunya kita saat selembar surat kecilku jatuh di tangan para asatid dan asatidzah saat razia kamar dan lemari milim santri. Itulah kecerobohan kekasihku menyimpan surat dariku sehingga kita berdua di iqob bagian riayahh. Hmmmm masa-masa sulit itu telah ku lewati hanya saja penantian ini yang ku tunggu.
****
"Nissa, ummi mau kamu nikah sama mas hadi yah... biar nanti kamu ta'aruf dulu keluarganya minggu depan datang kerumah untuk mengkhitbahmu. Kamu pulang yah nduk???" Suara ummi terdengar jauh di seberang sana berharap akan jawabanku.
"Ummi,, nissa ga mau... nanti ajah ... nissa ga mau di jodoh-jodohin gitu....apa lagi aku dengan lelaki yang ga aku kenal ummi..." tangisku pecahh, antara sedih tapi tak mau mengecewakan ummi.
"Kenapa nissa umurmu sudah cukup dewasa untuk menikahh... ummi mau yang terbaik buat kamu" jawab ummi ku penuh harap. Rasanya tak kuat lagi aku matikan telfon ummi dan aku menangis sejadi-jadinya ....
***
Aku terbangun dari tidurku rupanya kekesalanku belum hilang mataku sembab menangis semalaman. Teringatt telfon ummi ku raih handphone ku dan banyak pesan dari ummi yang tak aku hiraukan. Aku langsung membbuka akun sosmed aku cari nama Arya, ia menghilang tanpa kabar dan entahlah ia masih teringat janjinya atau tidak aku tuliskan pesan ku untuknya.
"Assalamualaikum akhy... apa kabar??? Minggu depan aku pulang kekampung, ummi memintaku menikah dengan lelaki pilihanya. 6 tahun sudah aku menunggu, menunggu kepastian darimu tapi kaka malah menghilang tak kabarkan aku tentangmu sedikitpunn. Apa kakak masih ingat janji itu?? Kita akan bersama ka." Pesan ku kirimm penuh harapp memastikan tanda tanya yang selama ini ku simpan.
***
5 hari kutunggu jawaban darinya, pagi ini saat aku hendak berkemas pasrah untuk pulang kampung ku buka handphone ku membuka akun sosmedku ternyata dia baru membalasnya ku baca pesan itu.
"Waalaikumsalam... maaf membuatmu menunggu selama ini maaf tak pernah kabarkanmu, aku msih ingat janjiku itu. Tapi pulanglah jangan kecewakan orang tuamu, mereka yang membahagiakan mu merawatmu dari kecil. Mungkin Allah berkata lain dengan takdir kita. Selamatt semoga kamu mendapatkan yang lebih baik dariku. Nissa rahmatia jadilah istri sholeha untuk suamimu kelak."
Aku menangiss sejadi-jadinya jadi selama ini aku menunggu hal yang tidak pasti ini adalah hal bodohh yang pernah ku lakukann. Sedihh sakitt yang mendalamm atas jawaban 6 tahun penantianku.
***
Sepanjang perjalanan pulang aku menangiss hati ini sakitt hancurr entahhlahh saat itu aku merasa Allah tidak adill mengumpatt dalam hati ini . Sesampainya dirumahh aku hanya diam diam dan diam aku saat ini hanya ingin menjadi gadis kecil ummi yang tak akan pernah pengecewakan dirinya sedikit demi sedikit ku obati rasa sakitku ini dengan bermain tertawa dengan adik-adiku... sampai hari yang ditunggu tunggu ummi akhirnya tiba ku lihatt betapa bahagianya ummi ia sibuk menyiapkan segala hal untuk menyambut kedatangan calon mertuaku dan menantunya ... aku masih terlihat bersedih dan diam ummi menghampiriku
"Nissa ummi harap kamu bahagia nak... apa kamu tak ikhlas nissa dengan perjodohan ini?" Tanya ummi penuh harap, aku senyumkan bibirku agar tidak kelihatan bersedih " tidak ummi aku bahagia apapun yang menjadi pilihanmu itu terbaik untukku" jawabku sambil memeluknya menangiss rasa sakit itu masih ada fikiranku masihh tentang kamu ka Arya....
Keluarga Mas hadi yah itu lah nama yang ummi sebut sebutkan ia yang akan menjadi calon suamiku... dengan balutan gamis merah muda dan khimar putih ku aku menyapa calon mertuaku dan mempersilahkan duduk mereka " subahanallahh cantik sekali nissa ini ummi... , sama seperti umminya" puji calon mertuaku aku hanya malu tersenyum tipiss " iyahh mbak juga cantikk hari ini" balas ummi memuji calon mertuaku, hatiku bertanya-tanya dimanah mas hadi itu... " nissa kenapa ga sabar liat anak kami... " tanya calon mertuaku diiringi gelk tawa ummi dan mereka bebarengan aku hanya tersipu malu namun difikiranku tetaplah pada cinta masa pesantrenku muhammad dinar aryadi.... " dia mungkin berdandan rapi dulu diluar mau ketemu kamu masih malu-malu kali" jelas mertuaku... tak berapa lama sosok lelaki itu muncul dengan baju kemeja biru dan celana panjang yang memperlihatkan tingginya kira kira 170 cm... tak jauh beda denganku yang 160cm aku tak berani menatapnya dan melihat wajah nya ia mulai membuka pembicaraan "maaf ummi membuat menunggu "ucapnya sembari bersalaman dengan ummi... aku yang duduk disamping ummi kagett dan subahanallah suara itu tak asing lagi ... aku menatapnya Ka Arya.... ada tangis di mataku tangis haru bahagia tapi masih bertanya-tanya ini kah mimpi... penantianku terbayar sudah dengan hadirnya sosok dirinya yang ternyata menepati janjinya entah sekenario apah yang ia jalankan sehingga membuat aku kagett... " iyahh nissa akhy kembali menepati janjiku dulu... maaf telah membuat mu bersedih" jawabnya tangis bahagiaku tumpah di pelukan ummi.... acara khitbah ku berjalan dengan lancar ... alhamdulillah
***
Setelah akad pernikahann ...
Dua insan saling menyatu dalam pernikahan hukuman di pesantren dahulu menjadi kenangan indah nostalgia bersama aku hanyutt dalam pelukan suamiku iyahh muhammad dinar aryadi telah sah menyuntingku... sungguh indah sekenario illahi untuk ku ... jadikan kami keluarga sakinah mawadah wa rohmah dalam naunganMu ya Robb... tumbuhkan lah dari kami generasi robbani yang senantiasa bersyukur padaMu...
"Ummi makasih untuk penantian mu selama ini, semoga Abi jadi suami yang baik buat ummi..." dikecupnya keningku dengan kasih sayangnya...
Nissa rahmatia dan Muhammad dinar aryadi
Profil Penulis:
Hayy perkenalkan Nmaku Muthia Albarra biasa disapa Thia aku lahir di jakarta 04 juli 1995 , kampung halamanku di bumiayu brebes jawa tengah yahh... hubungi aku di FB ( muthia Albarra )
0 Response to "CERPEN "Penantian Cinta Di Pesantren""
Post a Comment