CERPEN "Ku panggil Dia MALAIKAT Dan ku hanya memanggilnya AYAH"
CERPEN "Ku panggil Dia MALAIKAT Dan ku hanya memanggilnya AYAH"
KU PANGGIL DIA MALAIKAT DAN KU HANYA MEMANGGILNYA AYAH
Karya Lela Andriyani
Saat aku mulai bisa merangkak dan berjalan yang aku tau disampingku hanya ada seorang wanita paruh baya yang sangat cantik dan penuh kesabaran, penuh kasih dan sayang, tanpa ada kata lelah tanpa ditemani seorang pendamping. Saat aku mulai banyak bicara, mungkin umurku -+3th, aku bertanya siapa itu ayah??? ibuku menjawab dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang, “anakku sayang,ayah adalah malaikat ke 4 kamu setelah ibu”, lalu aku bertanya kembali malaikat ke 4?? lalu malaikat ke 2 siapa ibu?? ibuku menjawab kembali dengan mata berkaca-kaca”anakku sayang, malaikat keduamu adalah ibu”. Lalu dengan rasa penasaran aku bertanya kembali, selanjutnya ibu malaikat ketigaku siapa??ibu menjawab kembali dengan tetesan air mata yang penuh arti “anakku sayang,malaikat ketigamu adalah ibu”, dengan pelukan hangat ibu menjawab semua pertanyaan yang aku lontarkan tanpa tau apa makna dari sebuah kata AYAH !!
Disaat aku mulai memasuki dunia pendidikan Awal Dasar(TK) Sering sekali aku dengar teman-temanku bercerita tentang Ayah, dan seorang laki-laki yang sering mengantarnya sekolah, mengajaknya bermain, bercanda, dan melindunginya, di otakku mulai bertanya-tanya kembali, ”SIAPA SEBENARNYA AYAH ITU??APA PERANNYA??KENAPA AKU TIDAK MEMANGGIL SEORANG LAKI-LAKI DENGAN SEBUTAN AYAH?? ”berlahan aku mulai bertanya kembali kepada Malaikatku yang setia berada disampingku,
“Ibu,kenapa teman-temanku memanggil seorang laki-laki di rumahnya itu dengan sebutan AYAH?? kenapa tidak ada satupun laki-laki dirumah kita ibu?? Aku ingin memanggilnya AYAH !!
Dengan penuh kasih dan tetesan air mata ibu menjawab pertanyaan polosku “Anakku sayang, kamu tidak perlu memanggil ayah,kamu sudah memiliki ibu”
“Tapi ibu??mereka memiliki ibu dan juga Ayah,aku ingin seperti mereka ibu!!”
Malaikatku menjawab dengan isapan tangis yang semakin menderu “anakku sayang, kamu masih terlalu kecil untuk tau Siapa itu AYAH. Maafkan Ibu sayang”(dengan memeluk erat tubuh mungilku)”
“Kenapa ibu menangis??
Malaikatkupun menjawab dengan penuh kasih sayang “karna ibu sayang kamu anakku”
Sampai aku duduk di Sekolah Dasar Rasa penasaranku semakin Besar dan menggebu, Siapa sebenarnya seorang Ayah itu?? pada akhirnya aku bertanya pada seorang guruku,
“Bu guru,boleh saya bertanya??”
“Boleh sayang,mau bertanya apa?
“Siapa itu Ayah bu, kenapa saya tidak pernah memanggil seoarang laki-laki dengan sebutan Ayah seperti teman-teman??”
Guru itu berlahan menjelaskan “ayah itu seorang laki-laki Yang selalu mendampingi ibumu,kamu atau keluarganya saat duka maupun duka, beliau adalah kepala keluarga sayang,beliau yang bertanggung jawab atas hidup ibu kamu dan kamu atau buah hatinya.”
“Lalu, kenapa sosok seorang Ayah tidak pernah aku dapat?? aku ingin seperti mereka”(dengan berlinang air mata)
“Sayang, ibu guru mengerti sangat mengerti,tapi kamu masih punya malaikat yang senantiasa mendampingimu dan melindungimu, dia wanita kuat,dan hebat,yaitu IBU”
Setelah mendapat jawaban itu, kini aku mengerti siapa ayah itu.!! setiba pulang sekolah, aku hampiri malaikatku dan ku peluk erat “terimakasih malaikatku, terimakasih, maafkan nanda selalu bertanya tentang seorang ayah, kini nanda mengerti siapa ayah itu.”
Ibuku menangis haru dan penuh penyesalan ”maafkan ibu anakku,”
“Ibu tidak perlu meminta maaf, nanda sayang ibu”
Seiringnya berjalan dengan waktu, aku mulai terbiasa hidup tanpa seorang Ayah. Dan mensyukuri semua yang ada, karna Malaikatkulah yang membuatku tumbuh menjadi Wanita yang kuat !! meski terkadang rasa minder ,iri selalu menghampiri, malaikatkulah yang membuatku tegar !! terimakasih IBU. .
Sampai detik ini belum ku temukan sosok seorang ayah, Namun aku yakin dan percaya suatu saat nanti kudapat menyentuh ragamu dengan nyata Ayah. Meski saat ini ku hanya memanggilmu dengan sebutan Ayah, Tanpa ku tau bentuk dan wujudmu !!
Terima Kasih MALAIKATKU IBU. .IBU. .IBU. . !!!
Profil Penulis:
Nama : Lela Andriyani
TTL : Bojonegoro, 31 Juli 1994
0 Response to "CERPEN "Ku panggil Dia MALAIKAT Dan ku hanya memanggilnya AYAH""
Post a Comment