CERPEN "Impian Sang Pemuda" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Impian Sang Pemuda"

CERPEN "Impian Sang Pemuda"
Karya Jhimy

Tidak satupun manusia didunia ini yang menginginkan kehilangan sesuatu yang mereka sayangi, tak satupun rela melepaskan sesuatu yang telah lama bersama mereka untuk masa yang begitu lama. Tetapi dibalik semua peristiwa itu ada yang lebih berhak mengatur dan merencanakan sesuatu yang lebih indah untuk kita.

Ada banyak yang merasa sedih,susah,dan gundah ketika kehilangan sesuatu yang mereka sayangi, mungkin itu yang sekarang aku rsasakan. Ku tak menyangka begitu cepat kehilangan sosok-nya yang begitu baik dan bertanggung jawab pada keluarganya. Ayah.....,,, beribu pertanyaan terlintas dibenaku saat ini, aku merasa engkau masih berada di rumah yah... masih melakukan aktivias seperti biasanya. Aku sekarang mungkin jauh dari rumah karena harus menyelesaikan sekolah tapi aku masih merasa engkau masih bisa menasihatiku disaat aku melakukan kesalahan dan kekhilafan.

Begitu cepat ayah meninggalkan kami, begitu banyak kenangan indah,suka,duka, yang kita lewati bersama Ayah. Kenangan itu tak bisa kulepaskan dari ingatanku saat ini. Sudah hampir sebulan aku kehilangan sosokmu, sudah lama juga aku tidak mendengar suaramu,mendengarkan nasihatmu,mendengar kau memarahiku,

Dan memberiku semangat untuk tetap terus berusaha menjadi orang yang berhasil nantinya. Ku memang sendiri sekarang ayah dan kesendirian ini tidak akan membuatku menyerah pada keadaan untuk meraih gelar yang kita impikan bersama.

Impian untuk melihatku berdiri dipodium dan memakai togah sarjana, mulutku mungkin bisa berbohong dan menyembunyikan kesedihan hatiku didepan teman-teman dan keluarga, tapi hatiku tidak bisa ayah.... hati ini sakit Ayah...., kesedihan yang tak terbendung sampaiku menetaskan air mata untukmu ayahku. Yang kusedihkan bukan tidak rela kehilanganmu, tapi aku belum sempat membahagiakanmu, belum sempat ku memebelikan barang-barang yang kau impikan, belum sempat ku membelikan baju koko dan Peci dari hasil keringatku sendiri.

Ayah.... ku kan selalu mengingat nasihatmu yang sering kau katakan sejak ku kecil sampai sekarang,,, ini yang selalu membangunkanku di saat ku terlelap tidur “Nak jangan lupa sholat” kata-kata ini yang kurindukan untuk diulang kembali.

Tapi itu tidak akan pernah terjadi, ku hanya bisa membuktikan dan menjalani hari-hariku dengan mengingat nasihatmu Ayahku tercinta. Do’a disetiap Sujud terakhirku ku panjatkan Padamu, Semoga Allah SWT menempatkan engkau dikalangan orang” yang beriman dan beramal Sholeh.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Impian Sang Pemuda""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel