CERPEN "Surat Bertinta Biru"
CERPEN "Surat Bertinta Biru"
SURAT BERTINTA BIRU
Karya Hidayah
Apa kalian tahu bagiku keluarga adalah segalanya,begitupun halnya dengan seorang teman lebih spesifiknya adalah seorang sahabat,namun pernahkah kau membayangkan akan hari dimana seorang sahabat menertawakan nasib sial yang sedang menimpa dan memberi goresan luka dalam,lebih dalam dari luka tusuk yang menembus ragamu?.Hal itu tidak pernah ku bayangkan dalam benak!.Sedih memang,kecawa terasa amat,teruka parah.Begitupun dengan Isa,dia begitu menyayangi ima,tapi apa???, ima membalas kebaikannya dengan sejuta hinaan,isa bertahun-tahun menjejaki hidup dengan rasa taknyaman dengan sifatnya ima.pernah terjadi hari dimana isa menulis dalam surat beramplop warna merah muda dan tertulis dengan tinta biru"ima apa kau tahu diluar sana?,diluar sana sangatlah indah,nyaman,tentram,dan terlebih menyenangkannya diluar sana aku dihargai.lalu bagaimana dengan disini?,apa kau pernah ingin menjadi aku?,ku rasa kau tak pernah membayangkan rasanya menjadi aku!.kau menyaksikan diriku dihina,diejek,ditertawakan bahkan di jadikan sebagai topik yang hangat untuk dipermalukan,itupun karena kekurangan fisik yg kualami dan.rasanya memang ingin,bahkan sangat ingin mendengarmu berkata jangan lakukan itu padanya,tapi sepenggal katapun tak pernah terdengar dari mulutmu untuk membela ku,yang ku dengar hanya tawamu yang begitu nyaring,sudah cukup untuk semua ini,mungkin aku terlalu bodoh membiarkan semua ini terjadi pada hidup ku,tubuh ku di ciptakan untuk kurawat,bukan untuk selalu di sakiti oleh tawamu dan tawa teman-temanmu,tapi pada akhirnya aku tetap bersamamu,dengan alasan kau pasti akan menyadari kesalahanmu, tap tidak!,semuanya sama saja.Salahkah aku jika hidupku seperti ini,lalu dimana letak kesalahan ku?,jika bisa ku memilih,aku tidak ingin hidup seperti ini,tidak ingin sama sekali.namun takdir berkata lain,tapi satu hal yang harus kamu tahu,bahwa aku menerima takdir hidupku.aku akan pergi ketempat dimana aku seharusnya tinggal,tempat dimana tidak ada deskriminasi,tempat dimana aku akan berjumpa dengan penciptaku.terimakasih untuk waktu yang panjang yang pernah kita lalui,walau waktu itu penuh dengan air mata yang dimana kuteteskan dalam diam,namun aku sangat menghargainya.hanya satu yang aku ingin kamu lakukan,terimalah temanmu apa adanya,semangat ma ;)"
saat itulah ima menyesali perbuatannya pada temannya itu,sekarang ataupun esok yang ada hanyalah kenangan dan kenangan dari temannya yg tersakiti olehnya sendiri.
*kekurangan tak menumbuhkan perbedaan dalam kata persahabatan*
Profil Penulis:
Nama saya Miqrojul hidayah
Alamat kecamatan pringgasela,kabupaten Lotim,provinsi NTB
kuliah di universitas hamzanwadi
Nama facebook Hida Maurer
0 Response to "CERPEN "Surat Bertinta Biru""
Post a Comment