CERPEN "Serial Niken (Preman Insyaf)" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Serial Niken (Preman Insyaf)"

CERPEN "Serial Niken (Preman Insyaf)"
SERIAL NIKEN (Preman Insyaf)
Karya Cak Ali

Di kisahkan sebelum masuk panti asuhan dan di adopsi pak ali, angeline adalah anak orang kaya. Orang tua angeline meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dan sebelum meninggal, orang tua angeline mewariskan uang sebesar 9 milyar kepadanya. Jadi dalam hal ini, angeline adalah anak yang kaya raya.namun begitu, Pak ali dan bu sinta tak pernah mau mengusik uang angeline. Tp kadang kadang tuh niken iin dan sarah suka porotin angeline. Mereka suka minta traktir makan gt. Angeline sih iya iya aja. Dia kan orangnya gak pelit pelit bgt. Kecuali kalo lg kumat kikirnya hahaha gak kok. 

Hari ini hari minggu. Seperti biasa niken berlatih bersama teman temannya. Terlihat di belakang rumah, niken dan angeline tengah bertarung. Si papa sbg pelatih tersenyum puas melihat gerakan gerakan niken dan angeline yg hampir mendekati sempurna. Mungkin hanya kurang bertenaga. Makhlum mrk kan masih anak anak. Setengah jam udah berlalu. Mrk msh bertarung. Tampak wajah mereka mulai terlihat lelah.

"Kalian istirahat dulu. Kalo capek jangan di paksakan" kata papa ali.

Tanpa di komando, Niken dan angeline hentikan pertarungan. Mrk lalu duduk selonjoran di bwah phon jambu air. 

Sekarang giliran iin dan sarah yang bertanding. Kedua anak it juga tampak mahir memainkan gerakan gerakan beladirinya. Hingga 20 menit kemudian, mrk sepakat akhiri pertarungan. Lalu papa ali ksh masukan masukan pada ke empat anak it. Latihan pun selesai tepat pukul 09.00.
           
Bank bali di pagi hari... Suasana hiruk pikuk mewarnai pagi ini. Semua sibuk pada aktifitasnya masing masing. Ada yang menabung, bayar pajak, transfer uang dll. Hal itulah membuat beberapa pegawai bank itu agak kerepotan. Namun dmikian, hal itu sudah di anggap biasa oleh pegawai pegawai itu. Di dpn pintu tampak seorang satpam tengah berjaga. Sesekali dia membukakan pintu pada nasabah. Terutama pada orang yang udah lanjut usia. 

Dari tempat parkir muncul seorang cewek yang membuat mata si satpam jd melotot. Gmn tidak..? Wanita cantik dgn rok pendek  it berjalan mendekatinya. Mau tak mau si satpam terus memandangi si cewek itu. Pas sampai dpn pintu, si satpam tersenyum sambil membuka pintu.

"Silahkan masuk nona.." kata satpam di ramah ramahin.
"Terima kasih yaa?" kata si cewek td dgn suara yang besar mirip laki laki.

Si satpam terkejut setengah mati. Tak sengaja matanya melihat kedua betis cewek td. Daan... Betis itu bnyak bulunya. Si satpam langsung muntah muntah. Dapat di pastikan orang yg barusan masuk bank itu adalah bencong wkwkwkwk....

Si satpam buru buru minta ijin pulang sebentar. Hari ini dia harus segera mandi pake kembang 7 rupa.

Di tempat lain, tepatnya jarak 200 meter dari bank. Tampak seorang laki laki bertampang preman tengah asik duduk di bangku halte. Di tangannya memegang beberapa lembar uang 100 ribuan. 

"Beruntung bgt ak hari ini" gumam dia sambil kipas2 kan lembar lembar uang itu. Beberapa saat kemudian, orang it pun pergi entah kemana... Tetapi siapakah orang itu....?

Namanya KOMAR. Denger2 sih dia adalah Preman yang berkuasa di tempat ini. tiap hari kerjanya palakin nasabah bank.

Hal itulah yang membuat para nasabah jd merasa gak nyaman. Beberapa orang, terutama para wanita dan orang orang yang udah tua pernah menjadi korban. Sebenernya sih si satpam udah lapor polisi. Tp si komar it licin bgt. Polisi agak kesulitan menangkapnya. Malah kemaren sempat terjadi kejar kejaran antara polisi dan si komar. Tp dgn mudahnya komar berhasil lolos , si komar it larinya kenceng bgt. Ato mungkin juga karena polisi 2 it terlalu lambat larinya. Eeitts... Tp jangan negatif tingking dulu. Ada lho polisi yg baik. Dan percayalah, gak semua polisi it buruk. Mau bukti....? Suatu saat, kalian (pembaca) pasti akan menemui polisi yang baik hati. Tapi sayangnya citra kepolisian di mata masyarakat it buruk bgt. Dan tentunya kalian pernah mengalami yg namanya ketilang wkwkwkwk... Sukurin luuu... Makanya kalo naek mtor th pake helm....

(Kembali ke cerita) siang ini sepulang sekolah, niken dan angeline udah nangkring di atas phon jambu air. Terlihat mereka asik bergelantungan sambil makan jambu. Kalo udah begini, mereka mirip bgt kayak monyet hi hi hi....

"NIKEEEN....ANGELIIINEE...." dari dapur terdengar mama sinta teriak teriak kenceng bgt. Sedetik kemudian mama muncul. Beliau langsung berkacak pinggang sambil melotot.
"Kalian turun gaaakk...!" teriak mama lagi.

Niken dan angeline baru sadar. Mereka msh pake bju seragam. Kedua bocah it buru buru turun dan secepatnya melarikan diri sebelum di hajar mama.

Mama cuma geleng geleng kepala sambil mengelus dada. 

Dasar....! Susah bgt dh di ajarin baik" mama menggerutu kesal. Namun seketika kekesalan mama ilang tatkala melihat phon jambu yang berbuah lebat. Tanpa ba bi bu , mama langsung manjat phon it. Mama lupa kalo saat ini dia hanya pake rok mini....

"Ken.. Ken.. Bnguun dong..." pagi ini angeline teriak teriak sambil guncang guncang tbuh niken yang masih asik ngorok. Karuan aja niken jd keganggu.
"Apa,an sih Lin... Ganggu aja deh..!" kata niken.
"Ambil uang yuk ke bank"

Mendengar kata UANG niken buru buru bangun. Memang sih hari ini lg libur. Rencananya niken mau ngebo seharian. Tp berhubung td angeline bicara soal uang Jadi yaaa gt dh....

"Tp buat ap sih Lin kamu ambil uang?"
"Beli sepeda ken.. Capek tau kalo tiap hari kita boncengan." kata angeline. Niken cuma nyengir.
"Yaudah tp nanti ak pinjem 200rb ya Lin..."
"Iya iya... Udah buruan mandi sana.. Tp kok km bau pesing sih ken? Km ngompol ya ken hi hi hi...."
"Ikh enggak tau,,," kata niken mencoba mengelak sambil cengar cengir.. Angeline cuma ngakak ngakak liat celana niken basah. Merasa ketahuan, niken langsung berlari ke kamar mandi.

Pagi ini orang orang ribut. Semua pada liat gerhana matahari. Niken dan angeline hanya cuek. Mereka udah kayuh sepedanya menuju bank. Jarak bank dari rumah cukup jauh. Tapi dengan semangatnya mrk gowes sepeda.

30 menit kemudian mereka pun sampai. Niken dan angeline langsung masuk ke tempat mesin ATM. angeline ambil uang 3 juta rupiah.

"Kok bnyk bgt sih Lin...?" tanya niken.
"Kan buat beli sepeda ken?"
"Eeh dodol... 500rb juga udah dpt sepeda tau?"
"Udah dh gausah bawel.. Yuk pulang..." 
Lalu kedua anak it pun tinggalkan bank..

Di tempat lain. Tepatnya di halte dpn bank bali. Terlihat seseorang yang tak lain adalah si komar. Hari ini mukanya lg di tekuk. Kan bank lg tutup. Jd untk hari ini dia ga ada penghasilan. Namun tanpa sengaja matanya melihat ada 2 anak kecil yang keluar dari ruang ATM. seketika matanya berbinar.

"Ada makanan nih..." ucap dia. Lalu si komar tinggalkan tempat it. Dia hendak menghadang 2 anak kecil itu.

Niken dan angeline udah boncengan di jalanan dpn bank. Namun bru juga 3 meter. Mereka di hadang seseorang yang bertampang sangar.

"STOOOPPP... BERHENTI KALIAN!" teriak orang itu yang ternyata adalah si komar. Niken dan angeline berhenti.
"Ada apa ya pak?" tanya angeline.
"Serahkan uang kalian ceepaaattt.." bentak si komar.

Niken dan angeline kaget . Bukan apa apa sih, si preman it teriak pake muncrat muncrat ludahnya. Mana bau lagi hi hi hi....

"Eh pak, kalo mau uang tuh kerja... Seenaknya aja maen minta..." teriak niken balik.
"Eh anak kecil... Jangan berani melawan orang tua ya?" kata si komar lagi.
"Eeh anak besar.. Beraninya jangan sama anak kecil yaa??" kata angeline setengah mengejek.

Merasa di ejek anak kecil. Si komar naik pitam. Dia berusaha merebut uang dari dalam tas angeline. Tp betapa kagetnya dia ketika sebuah pukulan menepis tangannya.

"BREENGSEEEKK..." teriak komar kesakitan. Rupanya td ulah niken. 

Komar terpancing emosi. Dia mulai menyerang niken. Tp angeline udah menghadangnya. Ujung ujungnya mereka berkelahi. Si komar cukup kerepotan. Rupanya 2 anak kecil it pandai berkelahi. Terbukti beberapa pukulan dan tendangan mendarat di tbuhnya. 

"Kalian benar benar kurang ajaaaar..." bentak si komar sambil menyerang membabi buta. Tp justru tindakan it berakibat fatal. Karena dgn mudahnya niken dan angeline membaca gerakannya. Saat si preman it agak lengah, niken tendangkan kakinya ke perut lawan.
"DUUUKH... UUUUGGH" komar menjerit tertahan sambil pegangin perutnya yang sakit. Belum juga reda rasa sakitnya. Sebuah pukulan mendarat telak di dagunya. si komar langsung terjatuh. Merasa bakal kalah, si komar pun segera bangkit dan melarikan diri.
"Gmn ini ken?" tanya angeline.
"Gmn apanya.. Ayo kita kejar orang it.." kata niken. Mereka pun mengejar si preman it. Tak sadar mereka malah meninggalkan sepedanya di tepi jalan.

Aksi kejar kejaran it berlangsung cukup lama. pas sampai di sebuah perkampungan kumuh. Niken dan angeline melihat si preman tadi masuk ke dalam sebuah rumah. mrk dkati rmh it. Mrk mengendap endap melewati samping rumah. Di saat it mereka mendengar sebuah percakapan. Mereka menajamkan pendengaran dan mengintip dari celah celah dinding papan.

"Gmn pak.. Dapat duitnya? Uhuuk.. Uhuuk.." terdngar suara wanita.
"Gak dapat buk... Kerja,an lg sepi.." kata suara laki laki 
"Tp ak udah gak kuat pak..."
"Sabar ya buk.. Besok pasti dapat uangnya kok"

Dari celah dinding papan, niken dan angeline melihat seorang ibu yg terbaring lemah. Di dkat ibu it ada si preman tadi dgn wajah yang sangat cemas.

Dan entah kenapa rasa marah itu tiba tiba lenyap. Niken dan angeline saling menoleh. Tanpa di komando, mereka berjalan ke arah pintu dan langsung maen nyelonong masuk.

Si komar kaget setengah mati tatkala melihat 2 bocah itu. Seketika it dia langsung down. Gak kebnyang kalo anak anak it cerita ke istrinya. Namun sesuatu yang tak terduga terjadi. Salah satu anak itu mengeluarkan sejumlah uang.

"Pak.. Ini ada titipan dari papa.." kata angeline.

Si komar cuma bengong.

"Gunakan aja pak, kita ikhlas kok" kata angeline setengah berbisik sambil taruh uang itu di tangan pak komar. 

Setelah itu niken dan angeline langsung pergi

Baru juga beberapa langkah dari pintu. Si komar muncul. Dia langsung berlutut di hadapan niken dan angeline.

"Kalian boleh pukul aku. Tp tlg jangan cerita ke siapapun tentang siapa diriku..." kata komar.
"Kenapa bpk berbuat jahat..? Bkankah perbuatan bpk it merugikan orang lain?" kata niken.

Si komar cuma diam. Ntah apa yang ada di dlm benaknya saat ini. 

"Kali ini kita gak akan apa apain bpk. Tp sekali lg bpk palakin orang. Kita gak akan segan untk menghajar bpk" kata angeline. 

Komar masih diam. Dia masih membisu. Bahkan saat kedua anak it pergi, dia masih tak menyadari. Yang ada dalam benaknya saat ini adalah dia baru saja bertemu dengan 2 malaikat kecil. Tp satu hal yang pasti, dia berjanji akan berubah.. 

Komar tersadar. Dia buru buru berdiri dan sdkit berlari masuk rumah. Dia harus segera membawa istrinya ke rumah sakit

Niken dan angeline pergi dgn penuh kepuasan. Yaap.. Hari ini mereka telah menolong seseorang.

"Kira kira org it berubah gak ya Lin?"
"Ya gatau ken... Moga aja dia berubah." jwb angeline. 
"LIN....."
"Apa,an sih ken... Lan Lin Lan Lin mulu..."
"Sepeda kita masih di jalanan Lin.."
"Ya ammpuun... Iya ken.. Gmn nih? Entar kalo ilang bsa di bunuh mama nih" kata angeline panik panik lebay.
"Yaudah tunggu apalagi...?"

Mereka saling menoleh... Daaan.....

"LAAAARRIII......." 

Kedua gadis kecil itu spontan lari kenceeng kenceeng...

SELESAI

Profil Penulis:
Nama gue ali usman. Tapi biasa di panggil cak ali. Dari smp gue suka nulis. Kalo teman2 pengen kenal
Nama fb gue adalah cak ali faynatic fals

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Serial Niken (Preman Insyaf)""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel