CERPEN "Secret Tristan"
CERPEN "Secret Tristan"
SECRET TRISTAN
Karya A. Hardiyanti Kahar
"Lu tau nggak rahasia Tristan?" tanya Eko tertawa.
"Apa?" tanyaku penasaran.
"Tristan doyan ngompol di celana, buktinya ada kok dari sumber terpacaya."
Eko memperlihatkan foto Tristan sedang tertidur sambik ngompol. Entah darimana sumbernya. Cowok ganteng ketua Osis itu ngompol what? akhirnya dengan tak percaya aku meninggalkan Eko sih tukang kompor.
***
Keesokan harinya kulihat sosok Tristan. Ia terlihat kaget saat aku mendekatinya. "Nggak usah malu gitu, gue nggak bakalan ngetawain lo seandainya itu benar." Tristan terdiam menatapku.
"Tapi fotonya udah menyebar, otamatis gue bakalan malu," Tristan menunduk.
Mana sebentar lagi Osis akan mengadakan bakti sosial ke panti asuhan.
"Gue bantuin lo biar bisa sembuh, pertama kita cari serangga disekitar semak-semak sekolah." ucapku setengah berbisik.
Tristan pun mencari serangga. Namun nihil tak tampak serangga yang dimaksud. Akhirnya setelah beberapa jam Tristan menyerah. "Nyerah gue!"
"Payah lu!"
***
Di hari berikutnya Tristan mencari serangga lagi dirumahnya. Siapa tahu ada yang nongol. Dugaanya tepat. Tristan menemukannya.
"Dapet!" Tristan begitu gembira. Kemudian Tristan menelponku.
"Halo Tris, ada apa?" Tanyaku habis mandi.
"Gue dapet serangga trus kita apain?"
"Tunggu gue ditaman cepettan gak pake lama." Tristan bergegas meluncur ketaman dekat rumahnya. Kebetulan kompleksnya berdekattan dengan rumahku.
Aku merapikan diriku. Buru-buru kuhampiri Tristan. Aku mendekati Tristan yang kala itu duduk ditaman sendirian. "Akhirnya lo nongol juga." Tristan menunggu jawabanku soal serangga tadi. Aku pun menjawabnya.
"Jadi lo kasih serangga tadi ke saluran yang biasa lo kencing." Jawabku ragu-ragu.
"APAAA??? gak salah denger gue." Tristan ogah. Pasti rasanya sakit banget. Sama pas ngeliat Dinda jalan bareng Bryan. Namun aku berusaha meyakinkan Tristan.
Tristan akhirnya menurut demi kesembuhannya. Tristan mencobanya dengan harapan gak bikin malu di acara Osis bakti sosial panti.
"Oke deh." Walaupun sakit tapi Tristan berusaha kuat.
***
Beberapa hari kemudian...
Tristan dinyatakan normal. Tak beredar lagi gosip soal Tristan ngompol namun sekarang Tristan kian menjauh. Padahal aku yang menolongnya. Tristan malah asyik sama Pamela anak teater itu.
"Wah berahti lo udah dewasa dong selamat." aku sempat lewat dihadapan mereka. Tetapi Tristan tetap cuek, tak sedikitpun ia menoleh padaku.
"Sama-sama!"
Aku berlari dan menangis ditoilet. "Kacang lupa kulit tuh sih Tristan, lo tolongin malah kayak gini."
Aku kaget melihat sesosok cewek di cermin. Ia berbeda denganku. "Lo siapa?"
"Gue cupid masa depan lo mau minta apa ke gue, gue turuttin?"
"Bikin sih Tristan ngompol lagi."
**Tringg... Byuur... Permintaanmu dikabulkan sekarang...** Akhirnya Tristan kembali ngompol lagi. Mana tiga hari lagi acara bakti sosial. Disana pasti ada mata-mata.
"Aduh Mami!" Tristan mengeluh dikamarnya.
"Lho bukannya anak Mami udah nggak ngompol lagi." ucap Mami Tristan heran.
Di cermin cupid masa depan memperlihatkannya. Aku tertawa terbahak-bahak. Sambil berkata "Rasain lu, syukurrin, mampus deh sekalian."
***
Disekolah Tristan berjalan tergesa-gesa ke gerbang. Kulihat peluh diwajahnya. Tristan menghampiriku. "Sorry kalau gue selama in cuek sama lo, habisnya gue gengsi masak gue dibantuin cewek kan malu."
"Ya udah btw gue mau minta maaf sebenarnya yang ngerencanin ini tuh gue." ucapku setengah berbisik.
"Maksud lo gimana sih?"
Aku mengambil cermin ditasku. Muncullah sosok Cupid masa depan. Dia adalah peri yang diutus ke bumi karna mendapat masa hukuman. "Nah coba lo tegok?"
"Ha... hantuu...!" Tristan ketakuttan setengah mati.
"Dia itu cupid masa depan nggak usah takut." Cupid menatap Tristan lalu bertanya maksud dan tujuanku.
"Apa maksud kalian mencariku?"
"Kembaliin Tristan seperti semula."
"Nggak bisa, kecuali Tristan nemuin cinta sejatinya."
Kemudian Cupid pun menghilang. Tristan bingung. Dimana cinta sejatinya berada dulu Tristan sempat naksir sama Dinda eh... malah jadian sama Bryan sohibnya sendiri. Kurang sedih bagaimana coba? dicarinya Pamela.
Pamela baru aja jadian dengan Alexander.
"Ada apa ya?" tanya Pamela mesra didekat Alex.
"Nggak ada apa-apa." Tristan kian diselimuti galau. Semua cewek yang ditaksirnya pergi begitu aja.
***
Keesokan harinya...
"Maafin gue Tris, gue nggak maksud bikin lo kayak gini."
"Bukan salah lo kok tapi gue..." Aku pergi meninggalkan Tristan.
Aku dihantui rasa bersalah. Seharian aku tak nafsu makan saat dikantin. Sampai jam pulang sekolah. Disaat pelajaran terakhir Pak Beno aku masih saja lesu. Kini bel berdentang. Aku benci diriku sendiri. Mengapa segitu teganya aku pada Tristan yang kucintai sejak dulu ku mendaftar di Sma Budiman Bangsa.
Hingga pada malam hari kutertidur. Ku menangis dikamar. Mama dan Papa lagi di bandung dirumah Tante. Yap sepupuku lagi nikahan disana. Jadi Mama dan Papa pergi. Aku ditinggal sendirian. Pembantu pulang kampung anaknya sakit keras.
***
Kuterbangun dari tidurku. Kubergegas mandi. Tiba-tiba selesai mandi dan pakaian. Kudengar ketukkan dijendela kamarku. "Tristan lo ngapain disitu?"
"Gue ada good-news nih, cepettan lo keluar." aku menghambur kearah pintu. Tristan langsung memelukku.
"Lo kok aneh gini sih?"
"Gue udah nemuin cinta sejati gue yang selalu peduli sama gue ya itu elo."
"Trus emangnya kutukkan lo hilang gitu aja gara-gara gue gitu?"
"Ya iyalah tadi pagi gue nggak ngompol lagi " sambil memberikan helm motornya padaku.
"Gue makan nasgor dulu didalem lo tungguin gue."
Setelah hari itu. Tristan didapuk sebagai panitia bakti sosial. Beberapa siswa turut hadir membawakan dus berisi buku-buku bekas dan juga baju maupun peralatan sekolah tuk anak panti.
0 Response to "CERPEN "Secret Tristan""
Post a Comment