CERPEN "Kesetiaan Cinta"
CERPEN "Kesetiaan Cinta"
KESETIAAN CINTA
Karya Yuliani
Mentari telah muncul dari persembunyiannya selama beberapa jam yang lalu. Udara hari ini terasa lebih dingin dari biasanya. Namun, seakan tiada alasan yang mampu memadamkan api semangat di jiwa wanita itu untuk terus melakukan pekerjaan yang sebagian wanita tidak akan melakukannya hanya demi kata cinta. Ya, hanya karena cintalah wanita yang telah dikaruniai empat orang anak itu bertahan untuk hari demi hari sebagai pencari nafkah layaknya seorang suami. Sebab, tiga tahun terakhir ini ia harus bekerja keras demi kelangsungan hidup keluarganya, karena tiga tahun terakhir ini pula suaminya sekaligus ayah dari anak-anak yang sebagian remaja itu mengidap penyakit yang harus membuatnya bolak-balik dari RSUP dengan tempat yang membuat mereka terlindung dari panasnya neraka dunia di waktu terik dan dinginnya di waktu penghujan itu demi sebuah harapan, yaitu kesembuhan.
Cintanya terhadap keluarganya bagaikan matahari yang senantiasa menyinari alam ini, hari demi hari untuk sebuah kehidupan. Dia adalah sosok Kartini yang hebat, tangguh, dan mulia. Meskipun ia tidak pernah menikmati indahnya masa sekolah,namun ia mampu mengatasi problema kehidupan dengan penuh kesabaran. Begitu suasana pagi telah menyapa dunia, maka saat itulah awal dari perjuangan hidupnya selama seharian dengan menjajakan makanan berupa kue yang ia buat sendiri di sekeliling kampunnya bahkan di kampung lain, tanpa peduli panas maupun dinginnya cuaca, meski hasil jualan itu kadang tidak cukup memenuhi kebutuhannya sekeluarga.
Namun, ia tidak ingin kesibukannya mengejar rupiah demi rupiah itu membuat ia meninggalkan perannya sebagai ibu dan memberi kesan kurang perhatiaan terhadap anak-anaknya yang juga darah dagingnya. Maka, ia selalu berusaha memenuhi setiap permintaan anak-anak itu, meski terkadang, ketika si bungsu merengek meminta, entah itu mainan, atau mungkin pakaian yang ia lihat dari teman sepermainannya, yang tidak mampu ia belikan, wanita itu hanya memberi sedikit usapan kepala dan senyum penuh kelelahan yang ia lukis di sudut bibirnya dengan harapan anak itu bisa bersabar dan lebih kuat dengan kondisinya kini. Ia tidak pernah menyalahkan siapapun pada keadaan yang berbanding terbalik dengan peran seorang istri pada umumnya, termasuk suaminya. Ia bahkan senantiasa menerima dan menemani keadaan suami yang telah menikahinya 16 tahun yang lalu itu. Kadang, ketika ia mendapati suaminya telah terpuruk pada keputus asaan, pasrah, bahkan merasa Tuhan itu tidak adil atas nasib yang mereka alami, wanita itu selalu beruasaha meyakinkan pada suaminya dengan penuh perhatiaan dan cinta dengan berucap“Apa yang kita alami sekarang ini adalah bagian dari rencana Tuhan yang akan berbuah manis kelak, dan ingat Pak, selama roda kehidupan masih berputar, maka peluang untuk menjadi lebih baik akan terus terbuka pada mereka yang senantiasa berusaha dan berdoa pada-Nya” ungkap sang istri panjang. “Iya Bu,Bapak paham, tapi harus seberapa lama kita seperti ini?” tanya suami pada istrinya dengan penuh keputus asaan”. Wanita itu mencoba menenangkan suaminya dengan mendekati dan mengusap punggung lelaki itu, lalu berkata”Pak!, di luar sana, masih banyak orang yang bernasib jauh lebih buruk dibanding kita, ada yang tiap malam harus berpindah tempat dari yang satu ke tempat lain demi mendapat tempat peristirahatan kala malam telah tiba, ada juga yang hanya bisa mengemis dan meminta pada mereka yang berhati besar. Apapun nasib kita, kita harus tetap bersyukur dan yakin bahwa Tuhan tidak pernah jauh pada mereka yang bersabar dan berusaha” kata sang istri dengan penuh ketulusan. Kali ini, sang suami memilih diam dan perlahan mengangguk tanda setuju. Dalam hati lelaki itu, ia sangat berysukur dan berterima kasih pada Sang Pencipta karena telah memberinya pendamping yang begitu tulus mencintainya dan setia menemaninya bahkan ketika ia tidak bisa lagi menafkahi wanita itu akibat penyakit yang memaksanya harus terbaring lemah selama ini. Dan, betapa beruntungnya bagi mereka yang menjadi anak-anak dari wanita yang begitu kuat, sabar dan mampu menjalani masalah kehidupan dengan hatinya yang tegar.
Profil penulis:
Nama : yuliani
Umur : 16 thn
Sekolah : Sma Negeri 1 Pangsid(Jl. Wolter Mongonsidi No.4 Pangkajene-Sidrap)
Alamat : Desa Buae, kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan
No hp : 082247639926
Email : yuliani_yuli61@yahoo.co.id atau yulianie66@gmail.com
Fb : Yu Li Dl
0 Response to "CERPEN "Kesetiaan Cinta""
Post a Comment