CERPEN "Bencong"
CERPEN "Bencong"
BENCONG
Oleh Mario Laoh
Gue Alan, gue mau ceritain pengalaman gue di masa muda gue,..
Selama gue hidup di dunia ini, ada satu hal yang paling nggak lazim dan paling gue benci. Yaitu BANCI!!,... banci atau yang lebih dikenal dengan bencong, adalah pelanggaran hukum alam terbesar di dunia ini, kenapa? Karena mereka jelek, buluan di kaki, buluan di ketiak, buluan didada tapi selalu menganggap diri mereka cewe, padahal cewe itu kan mahluk ciptaan Tuhan yang paling indah. Sedangkan mereka jauh dari kata indah.
Telinga gue suka sakit kalo dengar kata bencong, apalagi kalo melihat langsung, kepala gue suka pusing dan mual-mual,. Bulu kuduk gue berdiri kalo nonton film yang ada bencongnya.
Sejak saat itu gue jadi parno, gue kuatir kalo orang-orang di sekitar gue ternyata bencong, gue jadi suka curiga. Dan ada satu orang yang paling mencurigakan diantara teman-teman gue, dari gerak-geriknya gue perhatikan dia ini memiliki salah satu ciri khas bencong. Bulu di kakinya itu lebat banget, ditambah lagi gaya berjalannya yang mirip gaya jalan cewe, gue curiga dia ini bencong.
Namanya Ferdy, dia teman sekelas gue di kampus, seperti yang gue bilang tadi, gue curiga dia itu bencong. Gue putuskan untuk menyelidiki kebenarannya, selesai kuliah gue ikutin kemana dia pergi, karena gue punya motor, bukan hal sulit buat gue ngikutin dia.
Gue liat dia naik taksi, padahal biasanya dia naik angkot, ini semakin mencurigakan buat gue, sebisa mungkin gue berusaha ikutin dia tanpa ketahuan sama dia. Beberapa saat gue ngikutin dia, akhirnya taksi itu berhenti, pas di depan mall, Ferdy turun dari taxi itu dan masuk kedalam mall.
Gue parkirin motor gue, terus gue ikutin dia ke dalam mall, sesekali gue berbalik ketika dia nengok ke belakang, untung gue peke topi, identitas gue sedikit tersamar, dia masih nggak sadar kalo gue sedang ngikutin dia.
Tiba-tiba dia berhenti, kemudian meliat jam tangannya, seperti sedang menunggu seseorang. Ini dia yang gue tunggu, semua akan terbukti, kalo yang datang itu cowo berarti benar kalo dia itu bencong, tapi kalo yang datang itu cewe berarti dia cowo tulen.
Beberepa lama kemudian, nggak ada yang datang, gue liat dia mengangkat heandphone, setelah ngobrol di heandphone tiba-tiba dia pergi, langsung gue ikutin dia lagi, sepertinya dia sudah mau keluar mall, mendekati pintu keluar tiba-tiba ada seorang cewe menegur dia, kemudian mereka pergi jalan sama-sama. Ternyata kecurigaan gue salah, itu pacarnya, berarti dia bukan bencong.
Tapi gue nggak berhenti sampai di situ, kecurigaan gue beralih pada orang lain, kali ini gue yakin, pasti bencong.
Namanya Beny, gue curiga dia bencong. Dia itu mahasiswa baru pindahan dari surabaya, gue curiga dia bencong, karna nggak ada satupun cowo-cowo di kelas gue yang dekat dengannya, kebanyakan yang dekat sama dia itu cewe.
Tapi dia pintar banget menyembunyikan identitasnya, di kelas dia selalu sok keren, sok laki. Gue akan buktikan kalo dia itu bencong, liat aja.
Kali ini, gue bakalan periksa tasnya, kalo ada kaca, sisir atau semacamnya, berarti benar dia itu bencong, klo nggak, berarti gue salah. Sekarang, gue akan duduk di sebelahnya, kalo sedang kuliah terus dia minta izin keluar ingin ke wc, saat itu gue akan menggeleda tasnya.
Beberapa saat kemudian, dosen pun masuk kelas. Semua dalam kondisi kuliah, setelah atu jam dosen menjelaskan, akhirnya, seperti dugaan gue, Beny minta izin ke wc, pas dia keluar pintu kelas, langsung gue beraksi,
Satu persatu rets ransel kecilnya gue buka, dan terbukti dugaan gue, di kantong ransel kedua yang gue buka, ada satu benda terlarang, yang hanya dimiliki oleh seekor bencong. “bedak kaca” mereknya juga sama dengan becak kaca yang sering di pake nyokap gue.
Terbukti Beny adalah seorang bancong, bulu kuduk gue bardiri mengetahui kebenaran itu. Tiba-tiba beny masuk kedalam kelas, sepertinya bencong ini sudah selesai boker, dasar bencong, gue teriak dalam hati, pas dia duduk, gue jadi pusing, gue langsung pindah tempat. Teman-teman lain jadi merhatiin gue, mereka masih belum tau kebenarannya.
Setelah selesai kuliah, gue berencana akan membongkar semuanya pada teman-teman sekelas gue. Setelah dosen keluar, gue lihat Riska teman cewe gue mendekati Beny, dia benar-benar telah tertipu oleh tampang sok keren beny. Mereka berdua berbicara seperti sedang kasmaran, kemudian beny mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
Ternyata yang dia keluarkan adalah bedak kaca tadi, itu membuat gue terkejut, beny memberikannya pada Riska, terlihat riska sangat senang dengan bedak kaca itu, ternyata bedak kaca itu adalah hadiah untuk riska, beny dan riska sedang berpacaran.
Lagi lagi dugaan gue salah. Nggak ada yang cukup membuktikan bahwa beny itu bencong, gue jadi sadar, nggak seharusnya gue menuduh orang sembarangan, ini semua gara-gara kebencian gue pada bencong. Sore itu gue pulang dengan rasa bersalah, sementara bawa motor di pikiran gue Cuma ada bencong bencong dan bencong. Bencong benar-benar sudah meracuni pikiran gue.
Gue berhenti karna takut tabrak orang gara-gara bencong di kepala gue, gue jadi haus gara-gara bencong, gue masuk mini market untuk membeli air mineral menenangkan kebencongan gue, tapi gue jadi lebih stres pas liat, kasirnya semuanya bencong, ternoda banget gue hari ini harus ketemu bencong di mini market.
Dengan wajah trauma berat gue keluar dari mini market, tiba-tiba telinga gue jadi sakit mendengar orang-orang teriak-teriak jambret,.. jambret,.. jamret,..
Ternyata ada bencong yang menjambret tas seorang ibu-ibu, terlihat puluhan masa dengan wajah bringas dan seorang jamret bencong sedang lari maraton kearah gue. Langsung gue tutup mata gue, kemudian terdengar seorang malaikat berbisik di telinga gue, katanya “tangkap bencong itu”.
Suara itu membuat energi dari dalam diri gue keluar, dengan kebencian yang mendalam, botol air mineral di tangan gue remuk, dan seketika itu juga dengan dasyatnya tinju kanan gue melayang dipipi kiri bencong itu. Bencong itu terpental sekitar tiga meter dari tempat gue berdiri.
Semua orang mengeroyok bencong itu, dan gue juga ikut terlibat,
Hari itu kebencian gue terhadap bencong benar-benar terpuaskan...
Tamat.
Profil Penulis: -
0 Response to "CERPEN "Bencong""
Post a Comment