CERPEN "Antara Ibu dan Cita-citaku" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Antara Ibu dan Cita-citaku"

CERPEN "Antara Ibu dan Cita-citaku"
ANTARA IBU DAN CITA-CITAKU
Karya Arllin Angellin

Nama ku Arllin lahir dan besar di kota kecil bernama Cianjur. Aku terlahir di keluarga yang sederhana. Dulu aku tinggal bersama kake dan neneku, mereka yang mengurus dan mendidik ku. Sampai akhirnya kisah ini harus di mulai saat kepergian nene. Ayah dan ibuku sdah lama berpisah. Ayah tida pernah mau peduli dengan kami, anak2nya. Sementara ibu sibuk mncari uang mnjadi tkw di luar negri demi mnghidupi anak-anak nya.

Kurang nya kasih sayang dari kedua orang tua tida membuatku mnjadi anak broken home pada umum nya yang sering terlihat mabuk-mabukan di jalanan dan bahkan sering kita lihat bnyk perempuan muda menjual diri demi melampiaskn rasa sepi mereka karna tida dapat perhatian dari orang tua. Aku lebih cenderung pendiam karna takut dengan ibuku.

Beberapa tahun kmudian di saat aku menginjak usia 18 tahun ibu sdah 2 tahun brada di rumah. Sepanjang hidup ku, baru dua tahun itu ibu lama di rumah. Biasanya 2 tahun sekali ibu pulang hanya 1 sampe 2 bulan di rumah. Selama 2 tahun juga kehidupan keluarga ku mnjdi menurun. Banyak hutang yang harus kami bayar dan jalan satu-satunya ibu terpaksa harus kmbali bekerja jdi tkw.

Dari kecil aku memang mempunyai cita-cita mnjadi seorang model namun entah mengapa ibu tida pernah suka dengan cita2ku. Di facebook aku banyak berteman dengan fhotograper,,banyak yang menawari dan mau membntuku jadi model. Tapi ibu masih tida mau memberiku izin untuk mnjdi model fhoto.

Tida hanya menjadi model fhoto saja yang ibu tida suak. Setiap harinya aku harus mnghbiskn waktu ku berdiam diri di rumah. Aku tida mengerti knpa. Sampai akhirnya di usia ku yang ke 19 tahun aku mengabari ibu bahwa aku akan pergi ke jakarta untuk mengikuti sebuah even fhoto tapi ibu malah marah marah dan tida mengizinkan ku.

"Buat apa ke sana? Kamu tidak takut kalau mereka akan membohongi dan menjahatimu??" aku tau ibu sangat khawatir dan tida mau aku knapa-kenapa. Namun ini sudah sangat berlebihan. Padahal niatku baik jika aku bisa mnjdi model aku bisa mncari uang sendiri dan bahkan mewujudkn cita2ku selain itu aku bsa membntu kebutuhan ekonomi di keluargaku.
"Bu, Sampai kapan ibu akan mengkhawatirkn Arllin? Arllin udah besar.. Apa umur 19 tahun blum ckup buat menyadarkan ibu kalau Arllin udah dewasa?.. Arllin bosan.. Jenuh setiap hari berdiam diri di rumah terus.. Jadi model itu adalah cita-cita Arllin dari dulu..Arllin mohon izinkan arllin prgi ke jkt dan ikut acara even itu"

Aku terus memohon pada ibu tapi ibu malah marah-marah ga jelas dan membuatku menangis.

Selama ini aku tda pernah meminta apapun dari ibuku. Aku cuma ingin dia mengerti. Kekhawatiran ny yang berlebihan membuat ku setres. Setiap malam insomniaku kambuh. Aku tida bsa menikmati waktu tidurku dengan tenang. Ke inginanku untuk mewujudkn mimpi ku sangat kuat, namun untuk bertengkar terus sama ibu adalah hal yang sangat harus aku hindari.

"Arllin, ini adalah hidupmu,, seharusnya kmu mnjdi pemipin dlm hidup kmu bukan orang lain dan bahkan bukan orang tua mu.. Yang berhak menentukan masadepan kmu adalah kmu sendiri" seseorang fhotograper yang sdah aku anggap ayah ku sendiri itu terus mencoba menenangkn dan meyakinku.
"Tapi ayah,, ibu tida memberiku ijin sama sekali,, padahal niatku baik, aku hnya ingin membntunya,, setidanya au bsa mnghidupi diriku sendri dari hasil jeripayahku.. Tapi dia tetap tida pernah mau mencoba mngrti dan memahamiku" aku terus menangis mncurahkn semua perasaan ku pda fhotograper yang aku pnggil ayah itu lewat telpon.
"Gini deh aku bukan nya mau ksih saran yang buruk tapi kita bisa mncobanya klo kmu mau"
"Apa saran nya?"
"Kamu jgn komunikasi dulu sama ibu kmu,, trus kmu datang ke jkt.. Akan aku buat sesion fhoto kmu dan aku akn orbitkn kmu.. Soal tempat tinggal.. Untuk sebulan ini aku bisa bayarin kosan kmu.. Tapii untuk kedepan nya kmu harus bisa cari sendiri, gimna?"

Beberapa hari kmudian aku memutuskn untuk menerima saran dari Ayah angkatku itu. Aku berangkat dan menemuinya. Setelah beberapa tahun aku berhasil mnjdi seorang model berkat ayahku itu.. Bnyak tawaran yang aku terima.. Bhkn sdah bnyk majalah yang mnampakn wajahku. Namun saat itu aku blum berani memberi tau ibuku,, tapi yang jlas semua keluarga di rumah sdah tau pekerjaanku yang sesungguh nya. Dan aku tida pernah lupa mengirim setengahnya uang hasil dri kerja ku aku kirimkan ke rumah untuk di bayarkn mmbntu melunasi hutang-hutang nya ibu. Sampai sekarang aku masih berharap ibu bisa menerima ku dan cita-citaku ini.

"Ibu.. Maafkn anakmu ini.. Bkn maksud ku untuk membntah keinginan mu untuk terus mnjdi apa yang kau mau.. Tapi ini lah mimpiku.. Membntumu dengan caraku.. Semoga kmu tida membnciku krna ketidapatuhanku.. Tapi sungguh aku lakukan ini hnya ingin membuatmu bangga.. Jangan marahi aku krna kesalahnku ini..yang menerut ku ini yang terbaik untuk ku dan untuk kita semua.. I love you ibu.. Aku akn segera mnjmput mu untuk tinggal bersama di rumah pertama ku yang aku bngun dengan uang hasil dri kerja kerasku dan yang pasti bkn uang haram" 

hidup itu salah atau benar, tanggung jawab kita
Kita adalah pemimpin dalam kehidupan kita sendiri

Profil Penulis:
Nama : Arllin Anggelin
TTL : Cianjur, 10-02-1997
Alamat : Cianjur
cita cita : model & Fhotograper
hobi : menulis

Kata motivasi : "Tida ada keahlian yang bisa di bangun dalam khayalan dan lamunan, apapun yang kmu impikan,mungkin dalam tindakan mu- Mario Teguh"

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Antara Ibu dan Cita-citaku""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel