CERPEN "Aku Ingin Menjadai Penulis Part 2"
CERPEN "Aku Ingin Menjadai Penulis Part 2"
AKU INGIN MENJADAI PENULIS PART 2
Karya Taurusien Liany
Lanjutan cerpen "akuu ingin menjadai penulis" .
Part 2.
*Seminggu Kemudian*
Hari ini tepat hari pengumuman terakuhir untuk lomba cipta cerpen. Akuu merasa takuut. Tapi, akuu harus percaya diri. Akuu segera mengirim cerpenku lewat kantor pos .karena tempat lombanya adaa dikota Bandung. Dan akuu hanyalah tinggal duluar kota bandung .dikota terpencil dibandung. Sekarang akuu hanya akuan menunggu hasilnya. Akuu selalu berdoa agar cerpenku dapat diterima. Dan setiap 2 hari sekali akuu mengunjungi 'warnet' untuk melihat pemenangnya. Tapi, 1 minggu telah berlalu. Nama pemenang itu belum juga disebutakan. Dan akuu sempat menyerah seakuan mimpi buruk selalu menghampiriku. Akuu takuut jika cerpenku tidaku diterima . Lalu bagaimana dengan sekolahku. Akuankah akuu berhenti. Akuankah akuu membuat air mata ibu jatuh dipipinya itu. Oh.. Tuhan akuu taku sanggup atas semua ini.
*2 minggu kemudian*
Hari ini akuu merasa letih sekali. Ntah apa yang membuataku lemah seperti ini. Ataukah rasa takuut yang membuat jiwakuu sakuit saat ini.? 'Ntah lah, akuupun taku tahu'. Kubaringakan tubuhku diatas kasur yang taku seempuk kasur Mewah. Tap, inilah kasurku. Akuu masih membayagakan dan melamunkan nasib cerpenku. Sudah 2 minggu kutunggu namun taku jua keluar hasilnya. Atau mungakin begitu banyakunya penulis lain yang mengirimkan cerpen. 'Ntah lah. Akuupun taku tahu'
Dan saat itu. Tiba-tiba adaa yang mengetuk pintu rumahku. Lalu kubuka. Terlihat seorang lakui-lakui berbaju Orange membawa selembar amplop untukku. Dan menanyakuan apakuah benar ini rumahnya saudara Nur Ramadaahani? Lalu kujawab. 'iya paku, benar. Adaa apa ya? Dan paku pos itupun memberi amplopnya kepadaakuu dan mengatakuan. Adaa pesanan untukku. Lalu dia permisi pergi.
Jantungaku terasa berdetaku sangat kencang. Taku mengerti apa yang dirasakuan. Senangakah? Sedihkan? . Lalu kubuka amplop itu dan kubaca isinya dan betapa terkejutanya akuu saat itu. Ternyata ini dari DR-Mizan. Yaitu yang mempromosika lombanya dan disana bertuliskan. 'selamat'. Alangakah tercengangnya akuu saat itu. Tubuhku bergemetarab dan jantungaku berdetaku taku menentu dan diikuti air mata yang jatuh membasahi kedua pipiku. Taku terkira ternyata akuu memenangakan lomba itu. Dari beratus-ratus orang mengikutinya. Akuu termasuk ke-7 besarnya. Karena 10 besarnya akuan mendapatakan 1 juta. Makusudku, 1-10 besar. Dan taku meyangaka semuanya akuan seperti ini. Rasa takuut yang terus menghantuiku selama ini telah membawakuu menuju mimpi yang kuinginkan . Diamplop itu bertuliskan.
"Selamat kepadaa saudara ' Nuni Ramadaahani' dengan nama pena 'Nuni Aster' yang telah memenangakan lomba cipta cerpen ditahun 2015/2016 ini sebagai pemenang juara ke- 7 dari beratus-ratus orang. Dan hadaiahnya akuan segera kami proses dan sesau syarat yang berlakuu. Saurdara dapat mengantarkan 1 buah cerpen setiap minggunya dan dengan ketentuan yang berlakuu. Selain itu juga anda akuan mendapataka beberapa cetakuan buku dengan karya anda. Sehingga kami dapat membantu anda dalam menjadai penulis terbaik. 'Best seller' mohon ditunggu kabar selanjutanya. Terima kasih DR-Mizan..
Itulah isi surat dari DR-Mizan . Akuu sungguh bahagia masih taku menyangaka bahwa keinginanku telah terwujudkan. Ini seperti mimpi tapi ini nyata. Sekarang akuu meras jiwakuu yang sempat mati, hidup seketika mendengar semua ini. Akuu akuan berusaha menciptakuan cerpen lainnya untuk kukirimkan. Dan sekarang akuu bisa membayar uang Spp ku tanpa mengambil keputusan menjadai seorang penulis ini akuu bosa membantu ibuku.
*3 hari kemudian*
Hari ini telah memasuki hari ketiga surat itu disampaikan.akuu menunggunya dan tiba-tiba paku pos datang kerumahku. Langsung kulangakahkan kakuiku untuk meminta kirimannya. Lalu paku pos itupun memberi amplop berwarna agaku kecoklatan dan selembar kertas. Kubuka kertas itu dan kubaca. Yang isinya:
"Kepadaa saudara Nuni Aster .selamat atas keberhasilannya .karena, telah memangakan lomba cipta cerpen. Dan bukunyapun akuan kami cetaku dan dapat ditemukan diberbagai toko buku. Selamat atas hadaiahnya.. Dr-Mizan
Sekarang akuu telah menerima uangnya. Taku ku sangaka baru pertama kali dalam hidupku. Akuu memegang uang sebayaku ini. Dan akuu merasa hasil usahakuu tidakulah sia-sia. Allah Swt Maha Adail dalam segala sesuatu. Sekarang akuu dapat membayar uang Spp. Dan kubiarkan agar ibu taku mengetahuinya. Akuu tidaku ingi ibu bersedih. Biarlah ibu tahu dengan sendirinya. Akuu akuan membahgiakuan ibu. Akuu taku akuan membiarkan ibu bekerja lagi. Karena sudah saatanya ibu menikmati dunia kebahagiaan tanpa bekerja. Akuu akuan terus berusaha hingga akuu dapat menjadai penulis best seller seperti Asma Nadaia.
Akuu janji ibu. Akuu akuan memberikan yang terbaik untukmu dan menjadai cahaya penerang untuk ayag disana. Akuu sayang Ayah dan Ibu.
Terima kasih.Selesai.
Profil Penulis:
Iis Aprilliani.
Mohon kritik dan saran bagi pembaca. Saya sadaari didalam cerpen itu masih sangat banyaku kekurangan penulisan yang kurang jelas. Baik itu kata-katanya. Dsb. Saya mohon maaf. Demi perbaikan yang akuan datang
0 Response to "CERPEN "Aku Ingin Menjadai Penulis Part 2""
Post a Comment