Izinkan Aku Mengenal-Mu - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

Izinkan Aku Mengenal-Mu

Izinkan Aku Mengenal-Mu
Karya Dewi Pratiwi

Kemilau cahaya tak akan bisa terlihat jelas, jika kita tak meluangkan waktu untuk menatapnya. Bulan yang begitu indah pun takkan terlihat indah, jika kita tak merelakan untuk memandangnya. Maka perjalanan hidup ini tak akan pernah terasa damai, jika kita mencoba lari dari aturan-Nya. Tapi bagi ku sama saja, Aku meyakini Tuhan, tapi Aku tidak pernah menjalankan kewajiban ku. Aku menghabiskan sebagian hidupku hanya untuk mereka, membiarkan waktuku berlalu dengan  segudang problem yang tak pernah terselesaikan. 
“Aku capek bu kalau terus-terusan disuruh sholat” , itulah yang ku katakan setiap kali Ibu menyuruhku sholat.
“Aku bosan dengan celotehan ibu, Aku mau bebas, Aku gak suka diatur-atur ”. Siang itu lagi-lagi Aku membuat ibu menangis. Tapi Aku tak peduli.

Aku, ibu dan adik ku tinggal di lingkungan yang sangat kental agamanya. Ibu ku adalah orang yang sangat dikenal santun di kampung itu, ia tak pernah absen dari pengajian yang selalu di adakan di kampungku. Adik ku Zahra adalah siswi yang berprestasi di sekolahnya. Ia selalu meraih juara 1 di sekolahnya. Adik ku sekolah di pesantren, dan ia sangat jarang sekali berada di rumah, kecuali saat libur-libur tertentu saja. Sedangkan Aku, Aku mahasiswa di salah satu Universitas di kota Bandung. Aku tinggal berdua dengan Ibu. Ayah ku sudah meninggal 2 tahun silam akibat serangan jantung yang dideritanya. Kepergian ayah ku sungguh mematahkan seluruh semangat ku, hidup ku jadi tak menentu. Bukan karena ibu tak memenuhi kewajibannya menggantikan posisi Ayah, tetapi Akulah yang gegabah menghabiskan waktuku dalam lingkaran maksiat yang sulit untuk Aku tinggalkan. Aku jarang berada di rumah, Aku lebih suka menghabiskan waktu ku di luar bersama teman-temanku. Hampir setiap hari Aku tak pernah menjalankan kewajiban ku sebagai seorang muslim. Bukan Aku tak ingat, tapi aku sibuk dengan duniaku sendiri dan Aku melupakan-Nya.

Pagi itu, tak seperti biasanya. Mereka menjauhi ku, teman-teman yang selalu membersamai ku dalam kemaksiatan itu menjadi orang yang paling membenci ku. sejak kejadian kemarin, Akulah yang menjadi puncak kebencian mereka. Teman-teman hampir tak mempercayaiku lagi, kecelakaan yang menewaskan Dedi, temanku, Akulah penyebabnya. Aku tak sengaja menyerempet motornya hingga ia terjatuh dan akhirnya meninggal di tempat. Baiklah Aku tak akan membahas lebih lanjut kisah tragis ini. Sebeb berjuta-juta kata tak akan mampu mengembalikan dedi di sisi kami lagi. Pagi itu juga aku bertemu seseorang yang menyapaku, seolah-olah ia mengenal ku. Ya... namanya Randa, Aku memang tak mengenalnya, tapi Aku senang berteman dengannya. Dia sederhana, dan bicaranya sopan. Aku mulai dekat dengannya, kami berbeda jurusan, tapi satu fakultas. Dia jurusan Fisika dan Aku Matematika. Hari demi hari aku semkin mengenalnya. Ia begitu aktif di salah satu organisasi islam di universitas. Suatu hari Ia mengajak ku untuk mengikuti pengajian di mesjid kampus. Aku sempat menolak, tapi ia tak memaksa ku. Berkali-kali ia mengajak dan aku selalu menolak ajakannya, dengan alasan tugas ku banyak, dan ia tetap tak marah kepada ku seperti teman-teman ku yang marah saat aku menolak ajakkan mereka.

Pagi ini kelas kosong, tidak ada jadwal ku, tugaspun sudah ku selesaikan. Dan dia, Randa mengajak ku bertemu dengan teman-temanya. Awalnya Aku menolak, tapi lama-kelamaan akhirnya Aku menerima ajakannya. Setibanya Kami di tempat itu, Aku terkejut, Randa mengajak ku bertemu teman-temanya di mesjid. Bukankah jarang sekali anak muda sekarang jika melakukan pertemuan di mesjid.

“Kita mau ngapain Nda?”, tanya ku yang semakin heran.
“Bertemu teman-teman ku Jar, tenang aja Aku gak akan bawamu ke tempat yang aneh-aneh”.

Sesampainya di dalam mesjid, mereka sudah berkumpul, ternyata Randa memiliki teman yang lebih banyak dari teman-teman ku dahulu, padahal kalau di lihat, ia seperti tak memiliki teman selain Aku. Akhirnya aku berkenalan dengan mereka.

“Hei perkenalkan Aku Fajar”, Aku sedikit canggung. Saat itu semuanya berubah drastis, Aku mulai menjalankan kewajiban ku, setelah sekian bulan Aku tingalkan, Aku mulai sering mengikuti pengajian-pengajian bersama Randa. Aku meninggal kan semua kebiasaan buruk ku nongkrong di tempat-tempat gak  jelas. Aku mengenal islam lebih dalam, Aku meminta maaf pada ibu atas segala perbuatan ku selama ini, dan ibu begitu sangat bahagia mendengarnya, lagi-lagi Aku membuat ibu menangis, tapi kali ini tangisan itu adalah tangisan kebahagiaan melihat anaknya telah sadar.
“Ibu bangga pada mu nak, semoga kau tetap dalam lindungan-Nya”, ibu memeluk ku erat sekali, pelukan kasih sayang yang sudah lama tak Aku sadari.

Ya Allah ketika Aku kembali pada-Mu, jangan biarkan diri ini, hati ini tersesat lagi, izinkan Aku mengenal-Mu, izinkan Aku mendekati-Mu. Dan izinkanlah Aku untuk tetap bisa merasakan manisnya iman ketika Aku berada di sisi-Mu. Ya Allah jadikan lah Aku seseorang yang senantiasa berada dalam agama-Mu, berkumpul bersama orang-orang sholeh dalam jannah-Mu kelak. 

15 Desember 2010 adalah saksi ketika hatiku benar-benar menemui jalan-Nya. Hari-hariku tak lagi kuhabiskan meminum minuman haram itu. Aku kembali, menjadi seorang pemuda yang ingin belajar lagi lebih dalam tentang agama-Nya. Aku memutuskan mengikuti semua pengajian yang disarankan oleh Ustadz Rahman, dan Rendy pun selalu setia menemani dan membimbingku ke jalan-Nya. Aku mulai fokus dengan segala kegiatan islami di kampusku, sulit, berat, itulah yang kurasakan ketika hampir semua teman-teman di kampus menghina penampilan ku, menghina semua perubahan ku yang bisa dibilang teramat drastis. Tetapi inilah hijrah cinta ku, ketika aku bisa merasakan begitu indah cinta-Nya pada ku dan ketika Aku bisa memaknai cinta yang sesungguhnya bahwa cinta itu adalah segala sesuatu dimana kita mampu meletakkan Allah di atas segalanya.
                        
Aku memilih-Mu ya Illahi Rabbi
Ada segores rindu
Di setiap doa ku
Dalam sujud-sujud panjang ku
Tak mungkin ku berpaling
Dari indahnya jalan-Mu
Ku yakin Engkau membimbingku
Selaksa rindu ini
Akan ku curahkan
Hanya pada-Mu Illahi Rabbi
Izinkan Aku tuk selalu
Memperbaiki diriku
Hingga ajal memanggil ku dalam ridho-Mu

Profil Penulis:
Nama : Dewi Pratiwi
Alamat : Pangkalan Berandan, Jl. Besitang, Tangkahan Durian 
Kode Pos : 20857
TTL : Tangkahan Durian, 5 Desember 1996
Hobi : Menulis, fotografer, haiking
Cita-cita : Penulis dan Ilmuan Biologi
Alamat Facebook :https://www.facebook.com/dewi.pratiwi.35574406 / Dewi Pratiwi
Motto Hidup : Jangan pernah berhenti berjuang, teruslah bergerak!

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Izinkan Aku Mengenal-Mu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel