CERPEN "Senyum dan Maut" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Senyum dan Maut"

CERPEN "Senyum dan Maut"
SENYUM DAN MAUT
Karya Tima Fatimah

"Lihat, bukankah bintang2 itu terlihat begitu indah bukan?" tanyaku kepada seorang lelaki tampan yg ikut duduk bersamaku di depan pelataran rumah. bagiku Ia bukanlah sekedar teman bagiku, melainkan pujaanku. meskipun nyatanya kami hanyalah berteman sejak kecil.

Dia tak pernah tau aku sesalu memperhatikan nya, saat dia belajar di kelas, saat berolahraga pagi, bahkan saat dia tertidur di teras rumahnya.. haha, sungguh menyenangkan melihat muka polosnya.

~~~~

"Panji,," panggilku saat kami berada di taman kota, kami baru saja selesai berlari pagi
"Yup.." jawab ia tanpa menoleh, sejenak kulihat dia sepertinya sangat kelelahan. tapi mungkin ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan ku. harus dan aku bertekad
"Akuu..emm" ahh aku malah ragu
"Iya apa" 
"Aku,,...capek,hehe" gagal lagi.

Bukannya menjawab dia malah menghentikan minum nya dan menoleh aneh

"Hahahaha " dia rangkul tanganku dan mengajakku untuk berdiri "kamu capek ? yaudah yok pulang"

Betapa bahagianya aku, meskipun hanya sebatas d rangkul tangan untuk pulang, siapa tau suatu saat nanti rangkulan ini mengajakku untuk ke pelaminan. dan kami pun pulang

Dia sendiri, pikirku. saat aku melihat dia sedang berdiri di depan gerbang sekolah, sepertinya dia menunggu seseorang. tapi sebelum itu aku berinisiatif untuk menghampirnya, untuk apa aku tidak memikirkan nya

"Hay" sahutuku sedikit menyenggol dia
"Eh ifa" senyumnya begitu manis saat dia memanggilku.
"Eh ji aku mau ngomong sesuatu" 
"Iya ngomong apa"
"Aku sebenarnya"
"Jii gue duluan" seseorang memotong pembicaraanku sambil pergi, gagal lagi.
"Iya iya " panji melambaikan tangan
"Panjii" aku memanggilnya sedikit keras "kamu gk dengerin aku, aku itu cuma mau bilang aku suka kamu" kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku, sepertinya bukan aku saja yg kaget, tapi dia juga. terlihat dari ekspresinya yg hanya memandangiku
"Maaf" tiba-tiba ia berujar begitu sambil menundukan kepalanya
"Kenapa?" tanyaku

Ia mengangkat kepalanya sambil melirik kesamping, aku ikuti arah pandangannya. seorang wanita cantik, ayu dan berambut hitam panjang, sebayaku, murid kelas sebelah, menghampiri kami yang berdiri mematung. ia tersenyum pada kami dan seraya merangkul tangan panji dengan manjanya

"Hay" sapanya pada kami, aku tak menjawab bahkan senyumpun tidak
"Maaf fa, aku pergi duluan" dan aku mengerti perkataan panji yang terakhir itu, aku tak tau apa yang harus diperbuat selain melihat mereka melangkah pergi hingga sudut jalan, kemudian lenyap.

~~~~

"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu masih marah padaku atas kejadian waktu itu?" tanyaku.

Panji hanya diam, tak ada sedikitpun tanda ingin menjawab pertanyaanku.

Yah mungkin karna waktu itu, kamu masih marah padaku.

------

Saat itu aku sedang berjalan menikmati udara pagi hari di taman kota, sambil mendengar musik lewat eirphon aku membayangkan betapa bahagia bila saat ini bersamamu.

Tapi, seketika langkahku terhenti. Ya aku melihatmu disana sedang duduk bermesraan bersama wanita itu, wanita yang merangkul tanganmu dengan mesra di depan gerbang sekolah, yang tersenyum mengejek pada perasaanku padamu.. Ahh aku sangat cemburu, seharusnya aku yg bersamamu bukan wanita itu ! tapi jahatnya kamu lebih memilih dia yang hanya beberapa bulan kenal denganmu, sedangkan aku ? kebiasaan terburukmu pun aku tau.

Mungkin malam nanti, pasti..akan aku lakukan dan katakan sehingga kamu akan jadi milikku sepenuhnya. Lebih baik, sekarang aku pulang....

-----

"Oh..sungguh malam yg mendebarkan, seharusnya kamu mengerti kenapa aku begitu. maafkan aku sayang..sekarang tak akan ada yg dapat memisahkan kita, bahkan wanita itu.. " ucapku

Ku peluk ia, dan ku kecup pipinya meski ia tak membalas apa2. tak apa.

"I'm sorry.. I love you" bisikku di telinganya
"Aku juga" dengan seringai tajamnya tiba-tiba menoleh padaku, dengan kepala hampir putus dari leher. aku melangkah mudur dengan kapak berdarah tergenggam di tanganku
"Oh tidakk !" pekiku. 

Profil Penulis:
Bagi yang mau tau lebih lanjut biografi saya, silahkan add akun fb pribadi saya "Tyfa Az-Zahiah II"
Terimakasih :)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Senyum dan Maut""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel