CERPEN "Nikmat NYA" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Nikmat NYA"

CERPEN "Nikmat NYA"
NIKMAT NYA
Karya Lutfia

Pagi yang indah dan sambutan hangat dari mentari yang menyapa, nikmat apalagi yang kau dustakan?

Saat itu fikiran ku yang sedang kacau di penuhi oleh keinginan-keinginan dunia yang tidak ada habisnya tidaklah sadar akan nikmat yang ALLAH SWT beri. Tidak pernah ada kata cukup dan puas dari diri ku yang selalu mengejar dunia, ya dunia yang fana ini.
Rasanya aku sudah tidak bisa membendung penat dan jengkel dalam diriku jika mengingat list list yang harus aku capai buatan diri ku sendri. Sungguh ingin marah dan komplen pada situasiku.

Sampai suatu saat aku bertanya kepada teman sepermainanku usai sholat magrib berjamaah.

“Aku lelah dengan pendapatanku yang tidak besar dan aku kesal tidak bisa berkeliling indonesia seperti yang ada di list ku”.
Dan aku mengajukan diri untuk melamar kerja dimana tempat teman ku bekerja. Dengan tersenyum ia menjawad “pendapatan kamu berapa memang disana?” kali ini pun aku menceritakan semua yang ku dapat menjadi karyawan tetap di sebuat perusahaan swasta diantaranya “pendapatan pokok 5.000.000 +Uang transport dan makan 1000.000 + Uang lembur + asuransi. Lagi, dia hanya tersenyum. Lalu ia berkata,”Bagaimana dengan zakat pendapatan?”. “aku rutin mengeluarkan zakat pendapatan ku 2,5% dari total pendapatan ku perbulan. Dan lagi ia hanya tersenyum seolah aku bercerita hal yang lucu.

Dalam perjalanan pulang ia berhenti di trotoar jalanan, “coba kamu lihat siapa itu?”( seorang kakek sedang mengosek-osek temat sampah). Belum sempat aku menjawabnya iya sudah melanjutkan bicara “pendapatan ku perbulan UMK Jakarta ditambah dengan asuransi”. Lalu, aku menatapnya dengan wajah yang serius dan kaget.
Teman ku berkata “tidaklah penting seberapa besar pendapatan mu, gunakanlah sebagai mana mestinya dan belajarlah bersyukur. Rizki bukan hanyalah materi. Rizki itu luas dan tak terhitung. Pernahkah kamu bersyukur saat menikmati udara subuh yang begitu segar, pernahkah kamu bersyukur atas cinta para sahabat dan keluarga mu?, Dan pernahkah kamu bersyukur karena masih bisa memandang dan merasakan keindahan dunia sampai saat ini?. Subhanallah.. semua itu indah jika kamu menyadarinya. Cukupkanlah dirimu dari apa-apa yang sekarang kamu miliki dan bersyukurlah.”

Sambil berjalan pulang akupun terus memikirkan perkataan teman ku.  

Semalaman merenungkan hal ini. lalu, bertekatlah aku untuk merubah pemikiran ku selama ini dan mulai belajar seperti teman ku. Menjalani hidup  tanpa rasa beban dengan tetap menjalankan perintahNYA dan menjauhi larangaNYA.

Wajah yang selalu tenang dan damai. Mungkin inilah rahasianya. Selalu bersyukur kepada ALLAH SWT atas segala rahmat dan karunianya.

Profil Penulis:
alamat facebook: lutfiasaniatuslutfia@gmail.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Nikmat NYA""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel