CERPEN "Memory Klasik Keluargaku" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Memory Klasik Keluargaku"

CERPEN "Memory Klasik Keluargaku"
MEMORY KLASIK KELUARGAKU
Cerpen Karya Anthoni Bogensia

Saya selalu sedih jika mengenang kisah ini, linangan air mata pasti jatuh tak tertahankan, semua dimulai saat keluarga kami belum memiliki apa-apa, semua dari minus, hidup dari utang, jauh dari kemewahan, tidak ada pengharapan yang pasti untuk masa depan. Bahkan tidak ada seorangpun dari kami empat bersaudara yang berani bicara soal cita-cita,, sedih kan..

Tetapi semua berubah saat orang yang kami nanti-nantikan hadir di keluarga kami, yakni Ayah dan Ibu kami sendiri, sebelumnya mereka tidak kemana-mana sich.. hanya saja mereka belum menikah waktu itu, tapi masih pacaran, cie..cie.. kata keponakanku yang selalu menggoda mereka saat terlihat sedang bersamaan. Lho..?? (ini gimana sie ceritanya..??)

Tidak jarang saking miskinnya keluarga kami, sering kami mendapat cercaan, hinaan, dari orang-orang sekitar.. bahasa hinaan, celaan, bahkan bahasa Indonesia yang tidak baik dan benar sudah kenyang didengar oleh telinga kami, Tetapi saya selalu salut dengan figur ayah saya yang selalu tenang, apapun yang diomongin orang beliau selalu berbesar hati dan selalu mengingatkan kami “Kalian yang sabar ya,, biar ayah yang menanggung semua ini. Biasa habis berkata begitu Ayah langsung mengasah Mandau (biasa khas orang tuha dayak), lalu dengan lembut dan bahasa yang penuh santun dan sopan ayah menghampiri setiap ada orang yang menghina keluarga kami,, katanya “maaf bisa diulangi omongan bapak tadi..?? dan tidak jarang terjadi kejar-kejaran antara ayah dan orang yang menghina keluarga kami, dan tidak jarang ayah membawa tombak dalam pengejaran. Sungguh Mulia sekali apa yang ayah lakukan …

Sungguh sebuah kebijaksanaan yang tiada terukur, solusi emas yang merupakan oase dipadang gurun bagi musafir-musafir yang tersesat. Itu terbukti merupakan solusi terbaik yang pernah mata batin ini saksikan selama raga ini bernafas. Weishehh.. Buktinya semua orang tidak lagi mengata-ngatain keluarga kami untuk kali kedua, sungguh akhirnya dengan sendirinya mereka mengerti, luar biasa.. itu adalah salah satu realita dalam memory kehidupan ayah yang tidak mungkin aku ingat. Lho..?? (mungkin maksudnya lupakan), hehe.. Sungguh menyentuh..

Setelah cukup lama berpacaran, akhir aku memutuskan untuk memberanikan diri berbicara pada Ayah.. “Ayah mungkin sudah waktunya ayah untuk menikahi wanita itu”, dan ayah seraya menyahut. Apa menurut kamu wanita itu masih Gadis atau sudah tidak gadis lagi. Aku terdiam sejenak, berpikir apa yang harus aku pikirkan, merenung apa yang mesti aku renungkan, sampai akhirnya aku sadar kalau aku telah sadar (..??), bukan karena tidak tahu jawabannya, tapi tidak mungkin rasanya aku tuliskan pada cerita ini jawaban yang sebenarnya, haha.. ( katanya baik pakai haha..dari pada wkwkwk.. karena bisa direalisasi lewat suara), yak kan.. Setelah berpikir pendek dan menghambur kata-kata sebaik mungkin, ehh.. menyusun kata-kata maksudnya, saya bilang pada ayah, saya tidak tahu soal itu ayah, tapi yang saya tahu dia adalah wanita baik-baik.

Singkat cerita akhirnya ayah memberanikan diri untuk melamar ibu, dan mereka menikah dan lahirlah kami. Dari situlah kisah keluarga kami dimulai. TAMAT. (biar gak kelamaan Ngawur).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Memory Klasik Keluargaku""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel