CERPEN "Disaat Harapan-Terjawabkan" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Disaat Harapan-Terjawabkan"

CERPEN "Disaat Harapan-Terjawabkan"
DISAAT HARAPAN-TERJAWABKAN
Karya Lia El-Jauzy

"Baiklah, hari ini Ustadzah akan membagikan hasil ulangan matematika kalian minggu lalu" Ucap ustadzah najwa didepan kelas sambil memegang beberapa lembar kertas hasil ulangan para santriwati kelas XI Ipa pondok pesantren darul furqan.Bagi santri yang namanya dipanggil, langsung mengambil kertas ulangan tersebut. Nama pertama yang dipanggil adalah Khairunnisa  , Nisa pun maju kedepan mengambil kertas ulangannya , senyuman bangga nya melebar 5 cm melihat hasil ulangannya itu. Semua santri pasti sudah mengira berapa angka yang tertera dikertas nisa . 100 . Dia memang santri yang terkenal dengan kepintaran dibidang matematika , dan kimia. Jadi tak asing lagi bagi mereka melihat senyum nisa saat itu. Nama selanjutnya Hafidzatussyifa . Santri yang dikenal tak kalah pintar itu pun maju kedepan , dia melihat angka yang tertera disana , sesuai dengan dugaannya, 90. Nilai ulangan matematika yang tidak pernah berubah. Syifa sedikit melirik kearah nisa , yang kini sedang mengibas-ibaskan kertas bertulisan angka 100 itu , disertai senyum sinis kearah syifa. Ya,begitulah sifat nisa , terkenal pintar , namun sombong. Syifa hanya membalas dengan senyum simpul. Setelah semua kertas dibagikan Ustadzah Najwa pun angkat bicara

"Untuk kalian yang nilainya masih dibawah rata-rata, perbanyak lagi belajar. Contohi Nisa , selain cantik , baik dia juga pintar"

Merasa namanya disebut, Nisa tersenyum puas.

###

SeOrang wanita paruh baya menyodorkan sebuah amplop kearah seorang ustadzah.

"Bagaimanapun caranya , tetap lakukan hal yang bisa membuat anak saya terkenal pintar disekolah ini." Ucapnya, Ustadzah itu pun mengambil amplop tersebut. Dan kejadian itu tanpa di sadari , terekam oleh kamera Hp.

### @dikantin

Syifa menatap kosong kearah jus apel yang ada diatas meja dihadapannya, tak lama kemudian ada suara yang menyadarkannya dari lamunan itu.

"Assalaamu'alaikum syifa" Sapa Nisa yang kini duduk dihadapannya , dengan meletakkan sepiring mie goreng dan jus lemon di atas meja
"Wa'alaikumsalam." jawab Syifa melihat kearah Nisa sebentar
"Bagaimana? Apa antum masih mau berusaha untuk ngalahin master of mhatematic dikelas kita ??" Tanya Nisa dengan senyum sombongnya , mengganggap bahwa dialah master of mhatematic itu. Syifa hanya diam mencerna kata-kata Nisa. Melihat kediaman Syifa , Nisa tambah merasa menang.
"Hh, ane tau. Antum memang ngga bakalan bisa ngalahin ane." Ucap Nisa kemudian , sambil berlalu dengan membawa makanan dan minumannya tadi. Syifa sedikit merasa kesal dengan kesombongan Nisa itu, tapi dia mencoba menenangkan diri.
"Assalaamu'alaikum.." Lagi-lagi ada suara yang mengagetkan syifa. Dia adalah raihan, sahabat karibnya.
"wa'alaikumsalam.." Raihan duduk langsung menyeruput jus milik Syifa.
"Siap-siap aja antum ane tuntut diakhirat , ane ga ikhlas !"

Raihan tak mempedulikan Ucapan Syifa , ia masih fokus dengan jus apel itu.
"Ummi antum nelpon tadi, ane cari-cari antum tapi ngga ketemu , yah jadi dia bicaranya sama ane"

Raihan menyodorkan Hp Ustadzah  firda ke Syifa.

"Terus, ngapain kasi ke ane lagi ni hp ?"
"Ya ngga,sapa tau antum mau nelpon balik"
"Kagak ah , Ummi bilang apa ?"
"Dia nyuruh ane jagain antum, ga boleh sampai capek berat katanya, antum kan penyakitan."
"Itu aja ? Ngga ada tentang kiriman gitu ?"

Raihan menggeleng, langsung mengubah topik pembicaraan

"Tadi ngapain Nisa kesini?"
"Hm , han. Gimana ya cara ngalahin Nisa ? Tu anak sombong banget. Kan ane udah belajar lebih giat"
"Yaah , ditanya lain jawabannya lain. Kenapa ? Antum mau ngalahin dia ? Gampang. Antum tau ga siapa penemu lampu?"
"Thomas alfa edison ?"
"Nah, tu antum pintar. Berapa kali dia gagal setelah usaha? Lah antum baru sekali usaha aja udah nyerah , giman ceritanya mau ngalahin Nisa."
"Hm, tapi fa. Ustadzah najwa selalu aja muji-muji dia, dia selalu aja terkenal dimata para santri"
"Yang antum cari pujian manusia atau pujian Allah ? Antum mau mana dipuji-puji ustadzah didepan para santri atau dipuji-puji Allah dihadapan para malaikat ?"
"Yang kedua lah"
"Terus, ngapain masih mikirin tentang duniawi, semacam pujian gitu. Ngga ada manfaatnya. Toh itu ngga buat kita masuk surga kan ? Yang buat kita masuk surga tu amalan-amalan kita. Nah, antum kemana aja selama ini, ane cari'in di masjid kok kagak ada"
"Capek han mau kemasjid"
"Hm, jadi gitu ceritanya harapan mau ngalahin Nisa yang pintar matematika itu sementara dekat sama Sang pemilik ilmu pengetahuan aja kagak."

Syifa mencerna Ucapan Raihan dalam-dalam.

###

Semenjak nasihat panjang lebar dari Raihan, membuat perubahan dalam diri Syifa, dia tak lagi memikirkan cara mengalahkan Nisa, yang ada difikirannya hanya bagaimana memfokuskan diri untuk ibadah kepada Allah.

###

Syifa berjalan dikoridor sekolah , dia lihat sepanjang jalan para santri sibuk berbisik 1 sama lain , 

"Han , semua orang kenapa? Pagi ni ada acara ghibah massal ya?" tanya Syifa,
"Nisa dan ustadzah najwa dikeluarin dari sekolah. Ternyata selama ini nilai 100 matematika Nisa itu nilai bayaran,suapaya Nisa terkenal disekolah".

Profil Penulis: -

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Disaat Harapan-Terjawabkan""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel