CERPEN "Dinamika Pengangguran" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Dinamika Pengangguran"

CERPEN "Dinamika Pengangguran"
DINAMIKA PENGANGGURAN 
Karya Raden Danuningrat

Kubuka jendela pagi disitulah terlihat langit nan biru, matahari bersinar dan hari yang cerah tetapi jiwaku begitu sepi. Aku duduk melamun memikirkan masa depan nan kelam meski matahari dipagi ini begitu cerahnya. Hari ini benar-benar hari yang menjenuhkan.

Konflik batin dengan diri sendiri karena tidak punya kegiatan atau pekerjaan dan keinginan yang tidak jelas semakin merasuki otaku. Diluar sana mungkin teman-temanku sedang bersenang-senang, bahagia, dan ceria,, sedangkan aku??? Kata-kata cinta sudah lama aku pendam dan lupakan. Suara musik yang keras, Suara teriak sang vokal, seakan menjadi hiburanku seharian. Sesekali aku meninju dinding rumah dan tanpa permisi darahku jatuh tanpa kompromi. Sakit, pedih, bosan dan hampa memang itulah yangkurasakan sehari-hari. 

Aku termenung di sudut kamar, memang ini tak ada artinya dan sesekali aku tenggak minuman keras agar pikiran yang deras hilang terhempas.

"Tak bosan dirumah terus? Tak jenuh melamun terus?" Seorang teman dengan nada bercanda danrokok dikuping kanannya. Lalu ia menaruh rokoknya disampingku dan menawarkan roko itu agar kuhisap zat nikotinnya. Tapi aku diam dan membuatnya sedikit aneh. 

Aku ambil roko disampingku dan kunyalakan korek apiku. "Ku hisap dulu roko ini ya sob? Aku pusing... Aku ingin mabuk" Aku bilang begitu kepadanya dan iapun menolak keinginanku itu. Dengan gagahnya dia menasehatiku "Mengapa kamu begini? Apa gunanya begini?". Rupanya dia tidak mengerti dengan apa yang aku rasakan karena dia masih anak sekolahan. Setelah itu dia pergi tanpa permisi dengan meninggalkan roko diatas sound systemku. 

Aku termenung lagi, hari yang tadinya cerah kini berubah menjadi sedikit gelap, mungkin senja telahtiba. Jam 17.00 tiba, ibuku datang dari sawah dengan keringat yang deras dan wajah yang lelah. Di situ aku termenung lagi seakan tak tega melihat sang ibu. Namun rupanya semua itu tak aku hiraukan. Dia menemui aku dikamar dan mengecilkan volume musikku dan dengan perasaan iba dia menanyakan" nak sudah makan? nak sudah mandi?" celoteh sang ibu dengan nada penuh asa.

Tapi lagi-lagi semua itu tak ku hiraukan, malah ku anggap sebagai gangguan meski dalam hati kecil aku tak bisa berbohong, bahwa aku sedih karna takku pedulikan ibuku. 

Sampai suatu hari kutermenung lagi sendiri, tapi kali ini aku merenung tentang itu yang baik hati walau lelah dan letih bekerja setiap hari. Hati ini berkata "Buat apa aku begini? apa gunanya begini? tenagaku masih kuat, umurku masih muda,, mengapa aku habiskan sisa waktuku dengan sia-sia mengapa aku tak membantu ibu saja" katahatiku yang bicara.Seolah ingin mengikuti kata hati, pagi-pagi aku bangun. Seperti biasa hari ini sangat cerah dan aku bergegas-gegas pergi kesawah dangan cangkul dipundak kiriku untuk membantu ibuku. Karena akuyakin, jika begini pikiran negatif dan perbuatan tak bermoral akan bisa ku tinggalkan.

TAMAT

Profil Penulis:
Raden danuningrat orangnya cakep, baik hati dan tidak sombong www.facebook.com/Draddent

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Dinamika Pengangguran""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel