CERPEN "Cinta Ibu"
CERPEN "Cinta Ibu"
CINTA IBU
Karya Sarifa Aini
Bila kau besar nanti akan rasakan juga seperti apa yang ibu rasakan". Itulah tiap hari ibu mengatakan kepadaku.
Diketika suatu pagi, saya bermalas-malasan diatas tempat tidurku. Tak ingin rasanya ku beranjak dari kasurku yang empuk dan terasa nyaman, padahal pagi itu aku harus kesekolah. Hingga akhirnya ku dibangunkan oleh ibu, ibu : sayang, ayo bangun, ntar terlambat kesekolahnya, teriakan ibu.
Karena aku orang yang sangat bandel, aku pun pura-pura tidak mendengar suara ibu. Akhirnya ibu pun masuk dikamarku. Sambil membuka jendela ibu membangunkan ku. " sayang, kamu sudah besar, masa harus dibangunkan terus. Ayo bangun. " kata mama.
Ntar lagi ma, masih ngantuk. Dengan manjanya ku berkata begitu ke mama sambil tarik selimut. Tapi mama hanya tersenyum saja melihatku yang bertingkah seperti anak kecil, padahal umurku udah 17 tahun.Maklumlah anak mama hanya aku sendiri, dan papa tiap hari hanya sibuk dengan pekerjaannya.
Jadi dirumah hanya mama yang sering nuangkan kasih sayangnya ke aku, seperti tiap pagi dibangunin sama mama,( tapi tidak dimandiin sama mama heheh), tempat tidurku dibersihin sama mama, membuatkanku sarapan pagi, serta membuatkanku bekal untuk bawah ke Sekolah. Maklumlah anak atu-atunya, jadi tidak mau anaknya kenapa-kenapa. Itulah sebabnya aku pun jadi manja dirumah. Tetapi walaupun aku anak manja, prestasiku tidak pernah ku manjakan. Aku selalu giat belajar, ikut les, dan ikut kegiatan lainnya. Jadi di Sekolah prestasiku bagus terus, dan setiap penaikkan kelas mama selalu memberiku hadiah.
Teng ....teng... Teng...
Pukul 14.00 bel bertanda pulang telah berbunyi aku dan teman-teman akan siap2 pulang kerumah. Pada saat pulang sekolah aku tidak pernah singgah kemana-mana, karena pesan mama kalau pulang sekolah aku harus langsung ke Rumah.
Sekitar 10 meter dari rumah aku mendengar bunyi2 yang sangat brisik, aku lari dengan cepat menuju rumah. Mamaaaa... Aku pulang, mama pun cepat-cepat menyambutku. "Ma, kok rumah jadi berantakkan kaya gini?" tanyaku.
Tidak kenapa2 sayang, mama hanya ingin rubah posisi yang lebih bagus lagi, kebetulan ada papa kamu. ( mama bohong sama aku). Oh begitu, aku pun masuk kedalam dan mencari papa.
Eh papa udah pulang,,,, jam berapa tadi papa sampai? Tanya ku.
Iya sayang, tadi sekitar pukul 11 papa sampai, oya papa punya ole2 buat kamu.
Apaan pa?
Ternyata papa beliin buku - buku kesukaanku. Karena terlalu senang dengan girangnya aku peluk papa dan ucapkan terimakasih. Tapi papa beberapa jam kemudian pergi lagi, katanya banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.
Sayang, bantu mama angkat meja yah.. Teriakkan mama minta bantuan.
Iya ma, aku ganti pakaian dulu,,,
Setelah beres2 dalam rumah, mama temani aku makan dan setelah itu menyuruh ku istrahat. Malamnya mama masakkan aku makanan kesukaanku dan temani aku dikamarku samapi tertidur itulah yang tiap malam yang mama lakukan, tapi sebelum tidur aku sempat ngobrol sama mama. Ma, kenapa si papa tidak bermalam malam ini dirumah kita? Tanya ku.
Papa kamu lagi banyak pekerjaan sayang, uangnya juga kan buat kamu. Jelas mama.
Iya aku tahu, tapi kumpul sama keluarga juga kan penting.
Dengan tersenyum mama berkata, kamu yang sabar ya, kan ada mama dirumah. Aku pun cepat peluk mama dan bertanya lagi. Ma, kenapa mama sayang skali sama aku?
Haahaha mamapun berkata. Iyalah sayang kamu kan anak mama, harta mama yang berharga. Jadi mama ingin sekali bahagiain kamu. Sayang suatu saat nanti kalau kamu sudah jadi ibu, maka kamu akan rasakan juga rasa sayang seperti rasa sayang mama ke kamu. Dengan tersenyum aku peluk ibu dan tertidur.
Paginya seperti biasanya mama slalu menyiapkan apa yang kubutuhkan. Sebelum berangkat sekolah tak lupa aku cium tangan mama dan pergi.
Tiba-tiba aku lihat papa jalan dengan perempuan lain. Diam-diam aku mengikuti mereka dari belakang, hingga sekolahku pun aku lupakan. Ternyata perempuan yang bersama papa adalah selingkuhannya. Aku teringat kejadian ribut2 kemarin, mungkin mama sudah ketahui papa selingkuh cuma mama saja yang tidak ingin cerita padaku.
Akupun dengan cepat mendekati papa dengan selingkuhannya. Papa terkejut malihatku sudah ada di belakang mereka.
Ooo. Jadi selama ini papa jarang pulang karena perempuan ini? Amarahku begitu tinggi. Papa dengan gagap menjelaskan. Sa saa sayang, maafkan papa bukan begitu maksud papa. Jelas papa yang masih saja berbohong kepadaku yang jelas-jelas sudah tertangkap basah olehku.
Dengan marah aku berlari pulang kerumah, dan tidak ingin kesekolah.
Mamaaa, sambil menangis aku panggil mama dan langsung memeluknya. Mamanpun kaget melihatku aku pulang sambil menangis. Tpi mama langsung memelukku. Pelukkan itu hangat sekali, palukkan yang penuh kasih sayang. Sayang, kamu kenapa pulang menangis seperti ini bukannya tadi sudah ke sekolah? Tanya mama. Tapi tetap saja aku tidak mau menjawab, karena hati aku lagi terluka. Aku sedikit marah sma mama, karena pasti mama sudah tahu perselingkuhan papa tapi tidak memberitahuku. Sayang, jawab mama dong, atau lagi putus sama pacarnya yah. Canda mama sambil menghapus air mataku.
Ma, kenapa mama sembunyiin ke aku semua ini? Tanyaku. Mama semakin bingung melihat tingkahku yang tidak jelas. Tentang apa sayang? Tanya mama. Tentang perselingkuhan papa.
Mama kaget, dan langsung memelukku. Sayang, mama minta maaf. Bukannya mama. Tidak ingin memberitahumu, mama hanya tidak ingin melihat kamu terluka seperti ini karena mama cinta bangat sama kamu nak,, jelas mama.
Jadi mama jaga perasaan aku dan membiarkan hati mama terluka? Tanyaku.
Tidak apa2 sayang, mama rela di sakiti sama papa kamu, asalkan anak kesayangan mama tidak disakiti. Mendengar perkataan tulus dari mama, aku makin tambah menagis.
Tiba-tiba papa pulang kerumah, dan berusaha meminta maaf kepadaku. Sayang, maafkan papa ya.
Aku tambah marah, papa tidak perlu minta maaf kepadaku. Papa seharusnya minta maaflah kepada mama yang sudah papa khianati. Kataku.
Papa hanya terdiam. Sayang, mama tidak apa. Jadi terimahlah kata maaf papa kamu. Karena mama tidak ingin melihat kamu menangis seperti ini. Jelas mama.
Aku termenung, "kasihan mama, walaupun hatinya yang saat ini sangat terluka, masih saja memikirkan dulu perasaanku. Mama, kenapa hatimu sangat mulia dan setegar ini?" kataku dalam hati.
Aku yang masih marah ke papa dan memikirkan nasib mama dan langsung berlari ke dalam kamar. Aku jadi mogok makan semalaman. Aku tidak mau ketemu mama karena tidak sanggup menatap mata mama yg penuh ketulusan. Dan tidak mau ketemu papa karena kebencianku padanya.
Tetapi mama selalu berusaha membujukku untuk keluar kamar dan mau makan. Awalnya aku bertahan, tapi lama kelamaan aku pun mau keluar kamar karena sudah rasa kelaparan. Dan papa pulang entah kenapa.
Mama yang baik dan tulus membujukku untuk bisa maafkan papa. Karena hanya kata maaf dariku mama sama papa akan bisa bertahan. Kata mama, apa bila aku memaafkan papa, maka papa akan kembali kekeluarganya dan akan memulai hidup baru lagi sama mama, papa juga akan tobat dan akan lebih banyak waktunya dirumah. Aku yang melihat mata mama yang masih sangat mencintai papa, akupun mau memaafkan papa. Pada akhirnya papa pulang kerumah dan minta maaf kepada ibu dan aku. Aku senang bisa lihat mama yang begitu bahagia. Dan semakin sayang sama aku. Aku ingin belajar mandiri mengerjkan semua kebutuhanku dirumah, tapi mama tidak izinin. Kata mama, selama kamu belum punya suami biarkan mama yang penuhi kebutuhan kamu. Aku senang cinta mama tidak pernah berubah. Dan aku semakin sayang sama keluargaku.
I LOVE MOM END DAD :)
Profil Penulis:
Nama Saya Sarifa Aini
Tempat tanggal lahir, Malaisya 11 Desember 1995
Hobby saya membaca dan menulis,
Nama facebook saya Ifha
0 Response to "CERPEN "Cinta Ibu""
Post a Comment