CERPEN "Bukan Itu Yang Ayah Mau" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Bukan Itu Yang Ayah Mau"

CERPEN "Bukan Itu Yang Ayah Mau"
BUKAN ITU YANG AYAH MAU
Karya Gia

Langit telah mulai menunjukan warnanya,ayam pun saling berkokok bersautan. "Za, bangun nak, subuh udah mau lewat", katanya dari pintu luar kamarku. "Iya yah ini udah bangun", jawabku setengah mengantuk. "Yaudah wudhu dulu terus shalat subuh ya, ayah mau jalan pagi dulu sebentar". Ya itu ayah ku, ayah sekalian ibu buatku, semenjak ibu meninggal ayahlah yang mengurus aku di rumah, dari urusan bangun pagi sampai aku tidur malam.

"Yah ini kopinya", kataku sambil meletakan gelas di meja. "Oh iya makasih ya nak, udah siap-siap mau berangkat sekolah?". "Iya yah, ini udah mau berangkat", sambil ikat tali sepatu, "Aku berangkat ya yah, Assalammulaikum", kataku sambil mencium tangannya. "Waalaikumsallam, hati-hati ya nak jalan ke sekolah nya". Aku reza, murid SMA kelas 3, yang tinggal menghitung hari untuk memulai UN dan mudah-mudahan aku bisa mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ku ke universitas, aku ga mau lagi membebani ayah untuk biaya pendidikanku, makanya aku berusaha keras supaya aku bisa mendapatkan beasiswa.

Di sekolah aku menjalani hari-hari seperti kebanyakan orang, tidak ada yang istimewa ataupun kisah cinta anak SMA seperti sinetron di tv-tv. "Za!, kamu di panggil bu zahra di ruang guru, kamu di suruh temuin dia sekarang". "Ehh iya fit, aku kesana sekarang, makasi udah ngasih tau ya fit". Dan aku pun berjalan ke ruang guru untuk menemui wali kelasku bu zahra. "assalammualikum, ada apa ya bu? tadi kata fitri ibu manggil saya". "Waalaikumsallam, ehh iya za sini kamu duduk dulu, ada yang mau ibu kasih tau ke kamu". "Kasih tau apa ya bu?", tanyaku agak bingung. "Jadi, kamu dapat undangan dari universitas X, kalo kamu mau terima nanti tinggal tunggu hasil UN kamu aja", katanya sambil memberiku sebuah amplop. "Universitas X yang di kota J ya bu?, bole saya bicarain sama ayah saya dulu ga bu?". "Iya za, jadi nanti pulang sekolah kamu bisa bicarain dulu sama ayahmu". "Iya bu, makasih ya bu", kataku sambil cium tangan nya.

Sampai di rumah aku pun siapin makan siang buat ayah di dalam rantang untuk di bawa ke toko ayah. "Assalammualaikum yah". "Waalaikumsallam, ehh udah pulang kamu ya za". "Ini yah makan siangnya, dimakan dulu", kataku sambil membuka tutup rantangnya. "Iya, gantiin ayah jaga toko sebentar ya". Ya ayahku punya usaha toko kecil-kecilan, dari hasil toko ini ayah bisa membiayain aku sampai sekarang. "Oh iya yah, aku dapat undangan beasiswa dari universitas X yang di kota J", kataku membuka pembicaraan. "Alhamdulillah, jadi gimana?". "Aku belom tau sih yah, soalnya jauh juga di kota J, mungkin kalo undangan dari universitas kota ini pasti aku langsung terima". "Kenapa memang nya kalo di kota J? bukanya lebih bagus?". "Iya sih yah, tapi kalo aku pergi kesana trus siapa yang bawain ayah makan siang? trus siapa yang jagain toko gantiin ayah?". "Hahaha, reza, reza". "Kok ayah ketawa sih?, reza kan serius ini yah". "Iya-iya ayah ga ketawa lagi, sekarang kamu ga usah pikirin ayah, ayah pasti dukung kamu kok, apapun yang menurut kamu baik ayah pasti dukung". "Makasih ya yah, udah ngertiin reza". "Pasti lah, kamu kan anak ayah satu-satunya".

UN pun selesai dan aku lulus dengan nilai ya bisa di bilang di atas rata-rata, aku pun harus berangkat ke kota J untuk memenuhi undangan dari universitas X, ayah yang mengantarkan aku ke bandara, beliau cuma pesan kepadaku baik-baik di kota orang, dan yang paling penting jangan lupa sholat 5 waktu.

Kota J, ibukota negara ini, yah akhirnya aku sampai disini untuk melanjutkan pendidikanku, aku pun mulai mencari kos-kosan yang dekat dengan universitasku. Setelah memulai kuliah aku pun mencari kerjaan sampingan untuk kebutuhan sehari-hariku dan buat tabungan untuk tiket pulang kalo aku libur kuliah atau lebaran, karna aku selalu menolak kalo ayah mau mengirimkan duit bulanan buatku, aku ga mau lagi membebani ayah, dan seperti sebelumnya kehidupanku di kampus sama seperti di SMA dulu, biasa-biasa aja dan jauh dari kisah cinta hahahah, aku cuma pingin fokus kuliah aja.

Setelah selesai kuliah aku pun mendapat panggilan untuk kerja di salah satu perusahaan besar di kota J, ya aku di panggil karna mungkin IP ku sedikit tinggi hehehe, setelah aku mulai kerja kehidupanku pun berubah menjadi sibuk, pergi pagi dan kadang pulang sampai larut malam, aku jadi jarang menelpon ato mengangkat telpon dari ayah, yah karna aku sibuk.

Drettt, drettt, drettt, hp ku bergetar, pasti ayah lagi yang menelpon, nah kan bener!. "Iya halo yah", kataku menjawab telpon. "Halo nak, gimana kabar kamu? sehat kan?". "Sehat kok yah, ayah sehat juga kan?, kemarin aku uda transfer duit ke ayah ya". "Ayah sehat juga kok nak, iya makasih ya, ayah cuma mau tanya kapan kamu bisa pulang?". "Hmmm belum tau lagi yah, masih banyak kerjaan, yah udah dulu ya?, aku masih banyak kerja". "Yaudah nak, jaga kesehatan ya, banyakin istirahat". "Ya yah, ayah juga", jawabku sambil menutup telpon. Berapa hari kemudian tanteku menelpon, ngasih kabar kalo ayahku masuk rumah sakit dan aku pun langsung meminta ijin untuk cuti, dan hari itu juga aku langsung berangkat kembali ke kampung halamanku untuk melihat ayahku di rumah sakit.

"Ayah kok bisa sampai kayak gini?", kataku sambil pegang tangan ayah. "Kamu udah pulang nak?, ayah kangen sama kamu, ayah senang akhirnya kamu pulang". "Iya yah aku udah pulang, sekarang aku ada disini, ayah mau apa lagi?". "Ayah ga mau apa-apa lagi kok nak, ayah cuma pingin liat kamu aja, sampai kapan kamu disini nak?", katanya sambil usap-usap kepalaku. "Sampai ayah sembuh aku disini,yaudah sekarang ayah istirahat aja dulu ya, besok pagi kita ngobrol-ngobrol lagi".

Rupanya takdir tuhan berkata lain, di jam 4 pagi ayah pergi ninggalin aku untuk selamanya tepat di usianya yang ke 63 tahun, aku menangis sejadi-jadinya, aku bener-bener belum siap untuk ditinggal sama ayah,karena aku baru sadar kalo selama ini sekalipun aku belum bisa bahagiain ayah, dulu aku kira ayah bisa bahagia dengan hasil pencapaian dan kerja kerasku tanpa perlu aku di sampingnya, rupanya bukan itu yang ayah mau!, ayah butuh aku disampingnya seperti aku dulu butuh dia disamping ku.

Profil Penulis:
Coba coba buat cerpen kedua
FB: https://www.facebook.com/andar.fahrul

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Bukan Itu Yang Ayah Mau""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel