CERPEN "Birth Day Haunted" - KUMPULAN CERPEN INDONESIA -->

CERPEN "Birth Day Haunted"

CERPEN "Birth Day Haunted"
BIRTH DAY HAUNTED
Karya Humaida Masfiyah

Tik tok tik tok, suara jam dinding silver menggema di seluruh ruang kamar membuat suasana semakin mencekam. Aku berusaha tetap terjaga meski angin malam membuat tubuh ku menggigil. Kutarik selimut merah muda bermotif polkadot hingga kepuncak tubuhku. Mataku yang selalu bergerak awas kepenjuru sudut kamar waspada terhadap banyak kejadian yang membuatku semakin gila ahir ahir ini. Huft.. kali ini aku dapat bernafas lega setelah merasa keadaan sudah kembali aman. Kucoba menutup mataku kesekian kalinya, namun gagal, saat kurasa sesuatu yang berbau amis dan kuyakin itu berwarna merah mengalir di keningku. Aku tak berani lagi untuk menoleh karna ku yakin itu akan sangat menakutkan. Rasanya tubuhku lemas, bibirku kelu hingga tak mampu lagi berteriak, tanpa aba aba aku segera berlari secepat mungkin walau dengan langkah yang gontai menuju ruang tamu, kutarik gorden yang tak bersalah untuk menghilangkan bercak aliran noda di dahiku. 

Aku tidak dapat tenang lagi ketika mendengar suara alunan nada piano menggetarkan bulu kuduk ku walaupun tak ada yang memainkannya, lampu yang berkedip tanpa henti, derik suara benda yang tergeser, bngkai foto yang terjatuh, kegilaan macam apa ini. Apakah the ghost sedang mengerjaiku? Kecemasanku memuncak ketika sebuah penghisap debu bergerak dengan sendirinya, aku panik dan berusaha menyelamatkan diri ketika penghisap debu itu bergerak semakin cepat kearahku hingga memaksaku berlari mengelilingi ruang tamu, aku mencoba berlindung dibawah meja namun tetap saja penghisap debu itu membuntutiku bahkan hingga menghisap kaos kaki ku, aku tak rela kaos kaki ku dihisap mentah”. Akhirnya terjadi persaingan tarik menarik antara aku dan penghisap debu. Semakin lama aku menjadi semakin kesal dan jengkel. Kutendang alat itu dengan keras menggunakan jurus karate yang tak begitu aku kuasai. Tetapi terbukti mesin itu mau berhenti bergerak. Namun ada sesuatu yang ganjal ketika aku melihat di bagian mesin penghisap debu terdapat suatu alat entah apa, tapi sepertinya sebuah alat pengendali. 

Perhatian ku teralihkan ketika melihat kursi goyang di sudut ruang keluarga bergerak dengan sendirinya menciptkan suara angker dibalik kesunyian menambah suasana semakin mencekam, aku sudah tak tahan lagi dan berusaha kabur keluar rumah lewat jendela. Kali ini aku benar benar merasa ketakutan, aku terus berlari dengan langkah yang terbirit birit, hal pertama yang akan ku lakukan adalah mencari pertolongan untuk sekedar memberi tumpangan tempat tinggal dan berharap hal mistis yang ku alami malam ini hanya sekedar mimpi. Namun sial, setiap kali meminta bantuan,orang orang itu acuh dan tak peduli, mungkin hanya menganggapku angin lalu yang sekedar berhembus lalu menghilang atau mungkin mereka menganggapku gila, mungkin begitu. Walaupun aku berteriak kencang hingga suaraku serak tetap tak ada yang menggubrisnya. Aku benar benar bingung dan hanya bisa berlari tanpa tujuan, tak tahu harus kemana lagi. Mungkin jika aku tertabrak bus, tersambar kereta api, terbentok tiang listrik, terperosok ke lubang buaya, mungkin semua orang tak kan peduli. 

Kini, disudut bahu jalan aku benar benar merasa kelelahan, badanku lemas, kepalaku terasa penat dan benar benar pusing, aku merasakan dunia ini bergoyang dan terbelah menjadi dua.lalu badanku terasa membentur sesuatu yang keras,dan tanpa sadar aku tertidur.

“Happy birthday to you, happy birthday to you” alunan suara yang terdengar ramai dan berulang ulang, aku dapat merasakan tubuh ku terbaring di sesuatu yang empuk dan lembut, begitu nyaman sehinnga aku ingin dalam posisi  seperti ini seterusnya, tapi tiba tiba sesuatu yang basah menyiram tubuh ku dari atas kepala hingga ujung kaki membuatku tersentak dan membangunkanku dari tidur indahku, sesuatu yang terang menyilaukan pandangan ku, tapi dapat kulihat dengan jelas Nampak berdiri beberapa orang dewasa dan remaja seusiaku yang sedang mengulurkan kue bertahtakan lilin merah yang menyalakan api, orang orang itu tak lain adalah keluarga juga kerabat dan teman temanku.

Yah, sekarang aku mengerti apa maksud dari segalanya, baru kusadari  hari ini adalah ulang tahunku, dan mereka berhasil memberikan kejuatan yangdapat membuatku mati berdiri.

Memang asumsi ku benar, tanpa perlu aku meminta penjelasan, mereka mengangguk kan kepala bersamaan dengan menyunggingkan senyum penuh penyesalan, aku bangun dari tempat duduk dibantu kedua saudari ku.

Kudekatkan tubuhku di samping kue lalu memanjatkan doa, kutiup lilin di kue itu namun seketika lampu menjadi berkedip kdip, aku hanya tertawa renyah , ku tatap tajam wajah mereka tanda bahwa aku tak akan bisa tertipu lagi dan ini juga bukan lelucon yang lucu,namun sekali lagi, mereka menggeleng tak faham seakan menjadi isyarat ini bukan salah satu rencana mereka, tiba tiba bulu kuduk ku berdiri  seketika mendengan decitan suara kursi goyang yang bergerak tak beraturan menciptakan suara angker yang memecah keheningan , kami semua terbelalak tak mengerti, seketika rumah ini terselimuti aura mistis yang mengerikan, mungkin ini saat nya mahluk transparan untuk menunjukkan keahliannya.

Profil Penulis:
hallo semua,
bagaimana kabarnya, smoga sehat aja yak^^
perkenalkan saya humaida siswi kls 1 sma,, udah suka nulis/bkn coretan/buatpuisi udah lama. kira" dari smp, tp ini cerpen pertama yang aku publiklasikan, moga bisa menghibur dan terimakasih banyak yak?? slam kenal dari saya..

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "CERPEN "Birth Day Haunted""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel